Search Results
40 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Kebutuhan Nutrisi Puppy
Kebutuhan Nutrisi Puppy Modified 16 Jan 2021 Nutrisi adalah pondasi dari kesehatan dan kesejahteraan hidup si Kecil. Nutrisi mendukung Anda dalam memelihara kesehatannya. Anjing memiliki sifat metabolisme yang berbeda setiap ras nya, dan ini akan mempengaruhi kebutuhan nutrisinya. Anjing dengan ras kecil membutuhkan energi dua kali lebih besar dibandingkan dengan ras besar. Hal ini dikarenakan proses dan kecepatan pertumbuhannya yang cepat dan singkat. Protein dibutuhkan anjing untuk memberi profil asam amino yang lengkap dan seimbang. Asam amino L-carnitine dibutuhkan oleh anjing untuk melangsungkan metabolisme tubuh dan produksi energi. Namun, anjing tidak cukup mampu mensintesis carnitine, sehingga memerlukannya dalam jumlah tinggi di pakan. Vitamin. Satu dari sekian bentuk vitamin diperlukan oleh anjing yaitu vitamin D. Vitamin ini berguna untuk mengatur mineralisasi tulang, fungsi saraf, kekebalan dan kelistrikan tubuh. Namun, anjing memiliki kemampuan rendah dalam mengonversi pro-vitamin D menjadi vitamin D aktif di ginjal dibanding mamalia lain. Sehingga, anjing memerlukan vitamin D tinggi melalui pakannya dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Asam lemak. Anjing membutuhkan asam lemak tak jenuh seperti omega 3 dan 6 dalam memelihara kesehatan syaraf dan otak, respon inflamasi, sistem reproduksi, hormonal, serta memelihara daya tahan tubuh dan respon kognitif anjing. Utamanya, anjing memerlukan omega 3. Namun, anjing memiliki tingkat sintesis yang rendah terhadap omega 3, sehingga suplementasi omega 3 dalam pakan sangat dibutuhkan oleh anjing. Sebagaimana halnya dengan bayi manusia, tahun pertama puppy sangatlah penting karena mempengaruhi perkembangannya secara mendasar. Puppy membutuhkan tiga kali lebih besar jumlah kalori dan kadar protein, vitamin, dan mineral dibandingkan dengan anjing dewasa. Umur 0-3 minggu merupakan waktu dimana ia menyusu. Kebutuhan akan nutrisi dan antibodinya akan terpenuhi melalui air susu induk. Hal ini penting karena tingkat maternal antibodi anjing yang diperoleh semasa kandungan tidak sebesar kucing, sehingga antibodi yang besar baru diperoleh saat ia menyusu. Bila induk tidak dapat menyusui, Anda wajib membantunya memperoleh nutrisi alternatif melalui susu formula atau susu khusus anak anjing, tentunya dengan kandungan rendah laktosa. Dosis yang dapat diberikan adalah 2 mL setiap 2 jam. Pada minggu pertama, matanya masih tertutup. Memasuki minggu kedua, mata puppy mulai terbuka. Saat ini, Anda dapat melatihnya agar menyusu secara mandiri, dengan meneteskan air susu pada piring yang datar. Minggu ke 3, puppy mulai mengikuti apa yang dilakukan oleh induk, termasuk menyontoh makan dan minum. Anda diharapkan menggunakan pakan khusus puppy atau weaning pada mangkuk induknya, sehingga memperoleh waktu sapih yang tepat dengan nutrisi yang tepat. Kebutuhan protein pada puppy ras kecil hingga sedang adalah 32%, sedangkan ras besar adalah 31%. Nutrisi lain yang dibutuhkannya adalah lemak, karbohidrat, glutamin dan glukosamin. Ukuran lambung puppy sangat kecil, sehingga berikan jumlah dog food secukupnya Sulit untuk memenuhi kebutuhan kalori, protein, lemak, vitamin, dan mineral pada puppy karena pertumbuhannya yang cepat. Puppy harus memperoleh pakan sesering mungkin dengan jumlah sedikit, mengingat ukuran lambungnya yang masih kecil. Jumlah pakan dapat dikurangi seiring dengan bertambahnya usia. Sampai umur 6 bulan, porsi makan dapat dibagi menjadi tiga kali pemberian, dengan mengikuti petunjuk takaran saji pada kemasan pakan. Ketika ia dewasa, pastikan tubuhnya berada pada body condition score yang ideal. Ikuti saran takaran sajian pakan menurut kemasannya. Pada ras umum seperti german shepperd, malamute, dan retriever, overweight dapat meningkatkan risiko masalah sendi dan tulang. Sekali ia beranjak senior, kurangi asupan kalori pada pakan karena aktivitasnya sangat-sangat menurun. Kebutuhan protein dan serat yang seimbang juga diperlukan dalam menunjang metabolismenya yang menurun. Konsultasikan setiap masalah yang muncul selama perjalanan menuju senior kepada dokter hewan Anda, karena bagi senior, pakan yang sesuai dapat menghindari masalah seperti penyakit sendi, jantung, dan masalah pencernaan. Editor: Drh Mahardhiko Widodo
- Tumbuh Kembang si Puppy
Tumbuh Kembang si Puppy Modified 16 Jan 2021 Membawa dan memelihara puppy di rumah tentu menjadi sebuah pengalaman yang luar biasa bagi Anda. Namun, Anda sebagai pawrents juga perlu mengetahui bagaimana pola tumbuh kembang puppy. Agar puppy sehat, berikan awal terbaik dalam kehidupannya, dengan memenuhi kebutuhan akan nutrisinya, perhatian Anda, serta perlatihan sebagai bentuk exercise untuk melatih daya tangkap dan ingatannya. Pada minggu pertama, puppy lahir dengan matanya yang masih menutup, tubuh bewarna kemerahan, dan tali pusar yang masih ada, tanpa geligi. Pastikan lingkungan hangat dengan selimut dan lampu pijar kuning, karena suhunya dapat mencapai 36 derajat celcius dan ia belum mampu meregulasi suhu tubuhnya sendiri. Memasuki minggu kedua, mata puppy mulai terbuka, dan tali pusar semakin mengecil dan menghilang. Nutrisi dan antibodi secara sempurna diperoleh melalui air susu induk. Ia belum merespon secara sempurna semua gerakan yang ada, karena perkembangan syaraf secara sempurna muncul ketika ia berhasil berdiri dan menyusu secara koordinatif. Minggu ke 3, bobot badannya mencapai 3x bobot lahir. Puppy mulai mengikuti apa yang dilakukan oleh induk, termasuk menyontoh makan dan minum, karena perkembangan syaraf telah berkembang secara sempurna. Masa pertumbuhan gigi susu puppy segera dimulai pada umur 3-6 minggu. Seluruh gigi susu akan muncul setelah mencapai umur 7 minggu. Pada masa ini, Anda boleh mencoba memberikan dry food khusus puppy secara berkala selama 7 hari. Mulailah dengan memberikan sedikit dry food yang dicampur pada pakan basah. Bila dalam 7 hari tidak terjadi masalah pencernaan, Anda boleh merubah pakan dengan dry food. Minggu ke 8, ia mampu mencapai 10x bobot lahir. Ia juga sudah siap makan pakan dry food. Dry food khusus puppy mengandung formulasi yang sangat membantu memelihara kesehatan gigi, kesehatan sendi, menunjang kekebalan tubuh alami, dan memelihara kesehatan saluran pencernaan. Pastikan ia tidak mengunyah benda sekitarnya, karena dapat memicu kecacingan. Pastikan selalu terdapat air bersih yang layak (bukan air keran) untuk menghindari masalah pencernaan. Ketika umur 3 bulan, ia harus beranjak dengan pakan kering, karena gigi dan rahangnya sudah kuat. Pakan kering membantu membersihkan geligi, serta menanggalkan gigi susu bila gigi permanen mulai tumbuh. Anda wajib merencanakan pengobatan cacing dengan dokter hewan kesayangan Anda. Sekali ia mencapai bobot 1 kg, rencanakan pengobatan cacing pertamanya. Kemudian setiap 2 minggu sekali hingga ia mencapai umur 12 minggu. Kemudian 1 pekan setelahnya Anda wajib melakukan vaksinasi pertamanya yaitu Eurican 4 (4 jenis penyakit infeksius). Anda juga disarankan untuk melakukan pengobatan antikutu, mengingat banyaknya kasus penyakit infeksius yang berasal dari gigitan kutu anjing. Dokter hewan akan menanyakan riwayat tumbuh kembang si kecil seperti 'apakah sudah pernah diberi obat cacing dan antikutu?', 'apakah pernah muntah atau diare?', 'bagaimana kondisi lingkungannya?', 'apakah ia pernah keluar rumah sekali?'. Jangan khawatir, jawablah dengan yakin apa adanya. Rencana vaksinasi selalu berkaitan dengan status kesehatan pada "saat itu" dan berkaitan dengan lingkungan, apakah ia tinggal di daerah berisiko tinggi penyakit infeksius atau tidak. Walaupun ia tidak pernah keluar sama sekali, namun Anda juga tidak benar benar bersih ketika menyentuh si Kecil setiap kali masuk ke rumah. Rencanakan vaksinasi hingga ia mencapai umur 16 minggu. Dokter akan mengatur jadwal booster vaccine sesuai kebutuhannya. Pada umur 5 bulan, ia sudah diperbolehkan untuk vaksin rabies, yang akan diulang setiap tahunnya. Gigi dewasa puppy mulai tumbuh ketika ia menduduki usia 6-7 bulan. Penanggalan gigi susu tentunya dapat menyebabkan rasa nyeri, sehingga tidak heran bila si Kecil mulai menurun nafsu makannya. Anda dapat memulai pelatihan menyikat giginya saat ini, dengan melatihnya menyentuhkan jari anda pada gigi, gusi, serta mulutnya. Sehingga saat ia terbiasa, Anda dengan mudah menyikati giginya sedini mungkin. Hal ini juga berguna untuk memelihara kesehatan gigi, mencegah penumpukan tartar, dan resiko yang timbul terkait dengan penyakit gigi Umur 1 tahun, SELAMAT! Ia telah dewasa. Alihkan pakannya dengan pakan khusus dewasa atau Adult, karena kebutuhan proteinnya harus disesuaikan dengan kondisi perkembangannya. Jangan sembarangan memilih jenis pakan, Anda wajib mengonsultasikan kebutuhan nutrisi sesuai umurnya. Sekali ia berumur 8 minggu, Anda disarankan untuk melakukan check up runtin dan rencakan rencana kesehatan si Kecil, tentunya dengan dokter hewan kesayangan Anda dimanapun Anda berada. Editor: Mahardhiko Widodo
- Kenali Golongan Darah pada Anjing
Golongan Darah Anjing 18 July 2020 Hai pet’s owner, sudah tahu belum tentang golongan darah pada Anjing? Terkadang beberapa klien kami bertanya-tanya apakah si Kecil dapat mendonorkan atau transfusi darah? Tentu bisa! Namun, segala bentuk transfusi harus terjamin aman bagi si Penerima, sehingga perlu memperhatikan golongan darah Anjing, menjamin kesehatan darah, tidak terinfeksi parasit darah, dan tidak memiliki kecenderungan terhadap penyakit darah. Beberapa klinik di Indonesia memiliki fasilitas pemeriksaan golongan darah, bahkan memiliki fasilitas penyediaan transfusi darah. Nah, apa saja sih tipe golongan darah pada Anjing? Menurut Zoetis (2016) dan MSD Vet Manual (2017), golongan darah pada Anjing terbagi menjadi 2 tipe DEA yaitu DEA positif dan negatif. DEA adalah Dog Erythrocyte Antigen, yang merupakan temuan penelitian golongan darah bahwa setiap eritrosit yang ditransfusikan kepada resipien yang tidak cocok, yang memiliki antigen atau benda asing, akan memicu resiko terhadap imunitas tubuh untuk mencegahnya masuk ke dalam tubuh. Hal ini di perparah akibat shock anafilaksis. Sebagai contoh, Anjing dengan tipe DEA positif berarti ia positif memiliki antigen di sel darah merahnya. Jika seekor Anjing DEA negatif menerima donor dari DEA positif, ini akan mengembangkan imunitas dengan cepat menghancurkan darah donor tersebut, karena merupakan sebuah antigen atau benda asing bagi DEA negatif. Setiap Anjing dapat ditentukan golongan darah tipe DEA positif atau negatif. Darah Anjing dengan tipe DEA negatif dapat ditransfusikan terhadap penerima dengan tipe keduanya baik DEA negatif dan positif. Namun, darah Anjing dengan tipe DEA positif hanya dapat ditransfusikan kepada penerima yang memiliki tipe DEA positif saja. Artinya, anjing yang memiliki tipe DEA negatif hanya boleh menerima donor DEA negatif, dan Anjing dengan tipe DEA positif dapat menerima donor darah baik DEA negatif atau positif. Lakukan pengecekan golongan darah bagi pendonor dan penerima pada klinik berfasilitas dan Dokter Hewan kesayangan keluarga. Dalam upaya donor darah, diperlukan upaya yang lebih baik dalam memastikan kesehatan si Kecil. Pastikan hewan kesayanganmu tervaksinasi. Cek kesehatan rutin bila perlu yang dapat dilakukan semenjak umur 2 minggu. Control parasit sebagai upaya pengendalian juga perlu dilakukan sejak dini. Rencanakan seluruh rencana kesehatan si Kecil bersama Dokter Hewan kesayangan keluarga. Editor: Miko Widodo Referensi: Cotter SM. 2017. Blood groups and blood transfusions in dogs. MSD Vet Manual. https://www.msdvetmanual.com/dog-owners/blood-disorders-of-dogs/blood-groups-and-blood-transfusions-in-dogs. Di akses pada 16 Juli 2020. Quick Vet. 2016. Frequently asked questions for the QuickVet®/ RapidVet® DEA 1.1™ test. Zoetis Denmark. https://www.quickvet.net/Products/Blood-Typing/FAQs-Canine-Blood-Typing.aspx. Di akses pada 16 Juli 2020.
- Ada Apa Dengan Vaksin Anjing?
Mengenal Variasi Vaksin pada Anjing 22 July 2020 Vaksinasi menjamin perlindungan hewan Anda dari berbagai penyakit penting yang mudah menular dan bersifat fatal. Bahkan, untuk hewan yang terawat, resiko tersebut tetap ada baik ditularkan secara langsung oleh hewan maupun tidak langsung pada lingkungan. Di lingkungan, si Kecil dapat terinfeksi virus dengan mudah baik secara langsung dan tidak langsung. Walaupun Pet’s Owner mengetahui si Kecil tidak pernah keluar rumah, namun resiko terbawanya virus di tangan, pakaian, sepatu, tempat makan yang tidak sengaja digunakan oleh kucing pendatang, menjadikannya sistem penularan secara tidak langsung terhadap si Kecil. Untuk itu, vaksinasi dapat diberikan sejak umur 6 minggu untuk kemudian di booster dengan rekomendasi Dokter Hewan. Walaupun umurnya cukup dini, bobot badan harus memenuhi kriteria vaksinasi yaitu 1 kg. Sebagian Dokter Hewan di Indonesia menerima permintaan vaksinasi dengan syarat umur telah mencapai 2-3 bulan dan bobot badan telah mencapai 1 kg. Mengingat bahwa vaksinasi merupakan produk biomedis, yang tentunya memiliki dosis yang telah teruji, maka bobot badan sangatlah penting dalam ketepatan pemberian dosis. Berikut adalah jenis penyakit-penyakit Anjing yang harus di cegah: Canine Distemper Virus, perlindungan terdapat pada vaksin Eurican 4, Eurican 6, dan Eurican 7. Virus ini sangat menular dan fatal, memiliki berbagai macam gejala. Distemper sendiri memiliki beberapa tipe Distemper, yaitu Distemper Pencernaan dengan gejala diare, Distemper Pernafasan dengan gejala mata dan hidung berair, batuk, Distemper Kulit dengan gejala yang timbul pada kulit, dan Distemper Syaraf dengan gejala syaraf. Akibat infeksi virus ini, Anjing yang mampu bertahan umunya memiliki kerusakan syaraf. Canine Adenovirus, perlindungan terdapat pada vaksin Eurican 4, Eurican 6, dan Eurican 7. Virus ini memiliki dua tipe, yaitu CAV type-1 penyebab Canine Hepatitis, dan CAV type-2 penyebab penyakit pernafasan anjing. Virus ini mudah menular, terutama puppies. Virus CAV-type 1 menginfeksi dan merusak organ hati, menghasilkan gejala tidak mau makan, muntah, dan penyakit kuning. Virus CAV-type 2 umumnya menjadi komplikasi bersama dengan agen penyebab flu seperti Para-Influenza dan Kennel Cough. Canine Parvovirus, perlindungan terdapat pada vaksin Eurican 4, Eurican 6, dan Eurican 7. Virus ini mudah menular dan cukup fatal, merupakan penyebab diare berdarah dan muntah, terutama pada puppies rentan dan hewan yang belum tervaksinasi. Canine Para-Influenza, perlindungan terdapat pada vaksin Eurican 4, Eurican 6, dan Eurican 7. Virus ini penyebab flu menular pada puppies, menghasilkan gejala flu yang tidak kunjung pulih. Umumnya gejala flu muncul akibat komplikasi dengan agen infeksius lainnya. Canine Leptospirosis, perlindungan terdapat pada vaksin Eurican 6, dan Eurican 7. Penyakit ini memiliki persentase mortalitas hingga 50% karena bakteri bersifat hematogenous (kemampuan menyebar melalui darah keseluruh organ tubuh), mampu menyebar melalui system getah bening, dan mampu menginfeksi organ ginjal dan hati. Gejala yang ditemukan adalah demam, penyakit kuning, dan myalgia. Perlu Anda ketahui bahwa penyakit bakterial ini Zoonotik, artinya dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Canine Rabies, perlindungan terdapat pada vaksin Eurican 7 dan Rabisin. Rabies merupakan penyakit viral penyebab kerusakan sistem syaraf pada mamalia, termasuk manusia sehingga termasuk dalam kategori yang di kenal dengan penyakit zoonosis, dan dikenal dengan penyakit ‘Anjing Gila’ karena sebagian besar kasus gigitan dan kematian dimediasi oleh rabies pada anjing. Menurut OIE, 150 Negara di Dunia menyumbang jumlah kematian 59.000 orang akibat rabies. Di Indonesia, vaksinasi rabies pada Anjing wajib dilakukan dan merupakan peraturan pemerintah dalam UUD no 41 tahun 2014. Canine Coronavirus, perlindungan terdapat pada vaksin Vanguard Plus 5/VC-L dan Vanguard Plus 5L4CV. Virus ini mudah menular dan menyebabkan diare ringan. Seringkali, komplikasi terjadi bersamaan dengan Parvovirus, sehingga mengakibatkan diare berdarah berkelanjutan hingga kematian. Namun, virus ini berbeda dengan virus corona pada manusia (human coronavirus), dan tidak bisa menular kepada manusia. Kennel Cough, perlindungan terdapat pada vaksin Bronchine CAe. Penyakit ini disebabkan oleh Bordotella bronchiseptica, menyebabkan infeksi trakheobronchitis. Dikenal juga dengan sebutan ‘batuk kandang’ dan sifatnya menular terutama pada anjing-anjing yang berada di penampungan atau shelter. Gejala yang ditimbulkan berupa gangguan saluran pernafasan atas seperti batuk, bersin, tersedak, dan reaksi muntah akibat tekanan pada tenggorokan. Gejala yang muncul ringan dan biasanya bersamaan dengan infeksi Canine Para-Influenza. Namun, komplikasi hebat terjadi ketika hewan terpapar dengan berbagai agen seperti Canine Distemper Virus dan Canine Adeno Virus-2. Pada puppies lebih rentan dan dapat menyebabkan pneumonia. Untuk itu, sebagai Pet’s Owner, berkomitmen untuk siap merawatnya dan menjamin kesehatannya sudah menjadi kewajiban. Pastikan hewan kesayanganmu tervaksinasi. Cek kesehatan rutin perlu dilakukan semenjak umur 2 minggu. Pengendalian parasit perlu dilakukan sejak dini, dan rencanakan seluruh rencana kesehatan bersama Dokter Hewan kesayangan keluarga. Editor: Miko Widodo Referensi: [OIE] Office Internasional des Epizooties. 2020. Rabies Portal. https://www.oie.int/animal-health-in-the-world/rabies-portal/#:~:text=Nearly%206 0%2C000%20deaths%20per%20year,animal%2C%20most%20often%20a%20dog. Di Akses pada 20 Juli 2020. Eurican. 2019. Eurican technical sheet. Boehringer-Ingelheim. https://www.boehring er-ingelheim.co.za/sites/za/files/ah_files/eurican_technicalsheet_12_08_2019.pdf. Di akses pada 20 July 2020. Bukowski JA dan Aiello S. 2011. Puppy care. MSD Vet Manual. https://www .msdvetmanual.com/dog-owners/routine-care-and-breeding-of-dogs/puppy-care. Di akses pada 20 Juli 2020.
- Mengapa Kumis Kucing Tidak Boleh di Potong?
Mengapa Kumis Kucing Tidak Boleh di Potong? Content last modified Oct 2020 Masih berkenaan dengan organ kulit, kita telah mengetahui sel-sel khusus epidermis seperti keratinosit, melanosit, dan sel Langerhans. Namun masih terdapat satu sel khusus dari epidermis yang disebut sel Merkel, dan ini berhubungan dengan keunikan dari rambut kumis kucing loh Kak! Sel Merkel adalah kumpulan sel-sel sensorik yang terkait dengan organ sensor di kulit, salah satunya adalah kumis dan bantalan tylotrich. Organ sensor pada kumis disebut spasial sensing dan mystosial object indentification. Bagian inilah yang membantu kucing dalam mengukur ukuran tubuhnya dengan jalan masuk atau keluar, seperti lubang, pagar rumah, kandang, dan tempat kecil lainnya. Umumnya, kucing dapat mengetahui ukuran tubuhnya tidak dapat masuk, jika bagian tepi lubang atau jalur tersebut menyentuh sebagian besar kumisnya. Sensor sel Merkel diketahui beradaptasi dengan lambat. Kemampuan sensor tersebut berkembang dan menjadi ciri khas setiap spesies hewan. Selain fungsi tersebut, sel ini dapat mempengaruhi aliran darah kulit dan produksi keringat. Oh ya! Sebelum keratinosit tumbuh, sel merkel-lah yang mengatur dan mengkoordinasikannya untuk berproliferasi. Serta merangsang pertumbuhan stem cell (sel induk primitif) dari folikel rambut. Editor : Miko Widodo, SKH Referensi: Moriello K. 2020. The Integumentary System in Animals. MSD Vet Manual.
- Keunikan Metabolisme Kucing
Keunikan Metabolisme Kucing Modified 15 Jan 2021 Kucing memiliki banyak keunikan yang menarik untuk diperhatikan bagi Anda yang berniat memeliharanya, agar tumbuh dan berkembang sempurna serta memahami apa yang tidak boleh diberikan kepada kucing Anda. Kebutuhan. Kucing memerlukan Protein untuk menghasilkan energi dan kalori. Kucing memerlukan asam amino taurin dan arginin, asam lemak omega 6, dan vitamin A yang tidak dapat diproduksi sendiri. Berbeda dengan Anjing yang mampu memproduksi kebutuhan tersebut, pakan kucing akan lebih banyak mengandung nutrisi tersebut. Kucing tidak memahami apa yang sedang dia makan. Jangan menukar makanannya secara langsung. Bila Anda ingin menukar makanannya, lakukan secara bertahap selama 7-10 hari untuk menghindari stres pencernaan. Mulailah memberikan sedikit pakan baru yang dicampur dengan pakan yang biasa dimakannya. Perlahan-lahan tambahlah makanan barunya dan kurangi pakan lamanya. Hal ini efektif bila mengganti makanan kaleng ke makanan kering. Hindari memberinya pakan Anjing, karena kucing dapat kekurangan nutrisi. Jangan memberikan susu formula yang banyak mengandung laktosa, karena kucing memiliki sifat lactose intelorance sehingga dapat memicu stres pencernaan. Beberapa bahan dan makanan dirumah dapat menjadi hal yang sangat berbahaya bagi si kecil seperti coklat, kismis, anggur dan bawang-bawangan. Coklat mengandung zat khusus methylxanthine alkaloid yang dapat mengganggu fungsi otak dan kelistrikan tubuh, sehingga kucing dapat menghasilkan kekejangan. Kafein dan theobromine juga terkandung dalam coklat yang bila dikonsumsi melebihi dosis letal (dosis berbahaya) dapat mengancam nyawa si kecil. Kismis dan anggur, dapat menyebabkan gagal ginjal akut yang mekanisme penyebabnya belum diketahui. Keracunan bahan tersebut jarang terjadi pada kucing namun sering pada Anjing. Empat buah anggur dapat memicu gagal ginjal pada anjing 8 kg. Bawang bombay, walaupun merupakan bahan makanan istimewa, namun dapat menyebabkan kerusakan sel darah secara akut atau hemolisis. Mekanisme dari zat aktif tersebut masih belum diketahui. Ketika keracunan terjadi, umumnya hewan menunjukkan urinasi berwarna kemerahan, disertai tubuh pucat dan lemas secara mendadak. Pastikan Anda menyimpan obat-obatan, deterjen, desinfektan, kamper, pestisida dan racun tikus secara aman. Paracetamol salah satu obat yang dapat menyebabkan keracunan pada kucing. Hal ini disebabkan karena kucing tidak memiliki cukup enzim untuk memetabolisme obat secara sempurna di organ hati, sehingga substansi yang seharusnya dibuang melalui urin,terperangkap dan terakumulasi dalam tubuh dan otak si kecil hingga berakhir dengan keracunan paracetamol. Sedikit saja dosis dapat meracuni si Kecil oleh inisiatif Pawrents. Ketika Anda memiliki si Kecil yang sedang aktif-aktifnya, berikan lingkungan aman dimana tidak terdapat benda yang dapat menjadi berbahaya baginya. Simpan segala bentuk benang/wol, karet gelang, penjepit kertas, gumpalan kertas alumunium, sumbat botol, ataupun kawat kecil secara aman. Editor: Drh Mahardhiko Widodo
- Kebutuhan Nutrisi Kucing
Kebutuhan Nutrisi Kucing Modified 14 Jan 2021 Kucing merupakan karnivora sejati yang memiliki keunikan metabolisme dibandingkan dengan hewan lain. Berhubungan dengan nutrisi, kucing adalah mamalia karnivora yang banyak membutuhkan asupan nutrisi tambahan dari luar tubuhnya secara utuh. Mengingat bahwa dalam 20 minggu pertama bobotnya dapat mencapai 20x bobot lahir, ia sangat membutuhkan asupan nutrisi yang super tinggi. Protein. Kucing memerlukan protein sebagai bahan energi utamanya. Kucing memerlukan asam amino seperti taurine dan arginine untuk kelangsungan metabolisme tubuhnya, namun ia tidak dapat memproduksinya sendiri. Pastikan cat food Anda mengandung nutrisi tersebut ya pawrents. Asam Lemak. Jika Anda pernah mengetahui adanya omega 3 dan 6, ini merupakan bentuk dari asam lemak. Utamanya kucing memerlukan omega 6 atau asam arakidonat, namun tubuhnya tidak mampu memproduksi secara langsung. Asam lemak berfungsi memelihara sistem reproduksi, metabolisme, hormonal, fungsi perncernaan dan meelihara daya tahan tubuh. Vitamin. Satu dari sekian vitamin yang diperlukan oleh kucing yaitu vitamin A yang berfungsi memelihara kesehatan mata, rambut, dan kulit. Kucing tidak mampu mengonversikan pro-Vitamin A menjadi Vitamin A secara langsung, sehingga ia mutlak memerlukan pakan yang kaya akan vitamin A utuh. Komposisi pakan Anjing lebih rendah kandungannya dibanding kucing, so, jangan mencoba-coba memberi pakan anjing ke kucing mu ya pawrents. Hal ini dapat berdampak kepada masalah pencernaan hingga masalah jantung. Setiap kitten yang bertumbuh menjadi dewasa, kebutuhan proteinnya lebih tinggi dibandingkan ketika ia telah mencapai 1 tahun. Mengutip dari berbagai sumber, hampir sebagian besar jenis pakan kucing telah memenuhi kebutuhan protein untuk umur sapih hingga dewasa. Kebutuhan kadar protein tinggi kitten adalah kisaran 36-40%. Pilihlah pakan khusus 'kitten' karena kandungan proteinnya sangat tinggi. Selain itu, kebutuhan kalsium, zat besi, zinc, magnesium dan vitamin D juga terkandung pada pakannya. Kitten memiliki lambung yang kecil sehingga jangan heran bila ia memiliki pola makan yang 'acak', makan sedikit beberapa kali dalam sehari. Pilihlah dry food karena pakan ini tetap segar dan lezat walau diletakkan di mangkuk sepanjang hari. Selain itu, pakan kering membantu membersihkan plak dan memelihara kesehatan geliginya. Pada usia enam bulan, si kecil terlihat seperti kucing dewasa, namun ia masih akan terus tumbuh! Pada masa ini Anda boleh memberinya makan 2 kali sehari. Ketika dewasa, asupan protein harus diturunkan secara perlahan, karena kecepatan tumbuhnya sudah mulai menurun. Ia mungkin akan kehilangan selera makan ketika berumur 5-7 bulan karena gigi permanennya menggantikan gigi susu yang tanggal. Pergantian gigi ini tentunya menyebabkan nyeri saat makan. Pada usia 7 bulan, hampir seluruh gigi permanennya muncul. Ketika ia dewasa, pastikan tubuhnya berada pada body condition score yang ideal. Ikuti saran takaran sajian pakan menurut kemasannya. Pada ras umum seperti himalayan, persian, dan anggora, jangan lebih dari bobot 5 kg karena berisiko memiliki masalah pipis. Sekali ia beranjak senior, kurangi asupan kalori pada pakan karena aktivitasnya sangat-sangat menurun. Kebutuhan protein dan serat yang seimbang juga diperlukan dalam menunjang metabolismenya yang menurun. Konsultasikan setiap masalah yang muncul selama perjalanan menuju senior kepada dokter hewan Anda, karena bagi senior, pakan yang sesuai dapat menghindari masalah seperti penyakit sendi, jantung, dan masalah pencernaan. Editor: Drh Mahardhiko Widodo
- Bagaimana Puppy: Memilih Kalung Anjing
Memilih Kalung Anjing Last Modified, 11 Des 2020 Anjing perlu diajak berjalan-jalan, hal ini membantunya mengenal lingkungan, bersosial, dan menjadi teman Anda saat berkeliling. Untuk itu, melatihnya untuk terbiasa pada kalung atau tali kekang, dan melatihnya untuk tahu mana yang baik dan buruk baginya, adalah penting dan merupakan tanggung jawab Anda. Biasakan sedari kecil Puppy mengenakan kalung atau tali kekang, sehingga ia terbiasa menggunakannya saat besar nanti. Saat Anda mengajaknya berjalan-jalan, hal ini mencegah terjadinya ‘kecelakaan’ yang sering terjadi karena tingkat keingin-tahuannya yang tinggi. Gunakan tali berbahan kulit atau nilon ringan, dan sebaiknya memiliki panjang 2 meter, guna melatih dan mengajaknya jalan-jalan. Periksalah secara rutin apakah tali kekang cukup atau terlalu sempit dan mencekiknya. Setidaknya Anda bisa menyelipkan beberapa jari diantara kalung dan lehernya. Anda dapat melepas kalung bila ia sudah berada pada lingkungan yang aman dan tertutup. Hindari berjalan-jalan di taman kota yang penuh dengan anjing atau hewan lain, bila ia belum cukup umur untuk menerima vaksinasi. Umur vaksinasi yang tepat dapat dibaca untuk lebih Mengenal Vaksinasi pada Anjing. Pastikan ia tervaksinasi sebelum keluar rumah! Editor: Drh Mahardhiko Widodo
- Bagaimana Puppy: Memilih tempat makan dan minum
Memilih tempat Makan dan Minum Last modified, 9 Des 2020 Anda juga perlu melatihnya untuk tahu mana mangkuk makan dan minum miliknya. Tentunya mangkuk makan dan minum harus terpisah. Pilihlah mangkuk yang tidak mudah terguling dan berbahan stainless steel, karena mudah dibersihkan. Pastikan tempat makan tidak mudah digigit dan dikunyah, karena selain merusak dan merugikan Anda, ia dapat menelan benda tersebut, menyebabkan kondisi masalah pencernaannya. Jika terdapat lebih dari satu Anjing atau Puppy, latihnya untuk memiliki tempatnya sendiri. Hindari pemberian makanan dalam satu mangkuk untuk bersama-sama. Jika satu anjing sakit dan tidak terlihat, ia dapat menularkan penyakit tersebut bila mengidap penyakit infeksius menular kepada yang sehat. Pastikan Anda memiliki tempat pakan dan minum serta kandang darurat, untuk memisahkan hewan yang diduga sakit. Editor: Drh Mahardhiko Widodo
- Tantangan dalam Persiapan Kehadiran Puppy
Tantangan dalam Persiapan Kehadiran Puppy di Rumah Last modified, 7 Dec 2020 Saat siap memelihara anjing, Anda akan disarankan untuk memelihara Puppy. Mengapa hal ini disarankan? Puppy yang diperlihara dari kecil tentu dapat dilatih atau diajarkan sesuai yang kita mau, seperti dilatih untuk pup pada tempat dan waktu yang ditentukan, dilatih untuk makan pada waktu yang ditentukan, melatih untuk tidak berlebihan dan ramah saat tamu berkunjung, dan berlatih untuk tidak mendominasi Anda. Nah, persiapan yang perlu diperhatikan sebelum Puppy ada dirumah adalah kandang. Kandang merupakan tempat istimewa baginya. Ia dapat tidur, bersembunyi, dan bermain ditempatnya sendiri. Kandang sebaiknya disesuaikan berdasarkan ukurannya, sehingga saat tumbuh besar nanti, ia juga memiliki kandang yang tidak terlalul sempit. Kandang sebaiknya tidak terlalu besar, hal ini mencegah ia untuk buang kotoran di dalam kandang, karena anjing cenderung tidak mau tidur ditempat kotor. Sebaiknya Anda memiliki kandang lebih dari satu dengan berbagai ukuran, karena ia akan tumbuh besar dan memerlukan kandang sesuai kebutuhannya, khususnya Ras Besar atau Giant. Berilah kenyamanan untuk nya, seperti bantal, dan bahan aman (yang tidak beracun dan tidak mudah ditelan), serta mudah dicuci. Perhatikan letak kandang Puppy, jangan mengisolasinya atau mengucilkannya. Letakkan di area yang mudah dibersihkan, tidak berangin, dan tidak berisik. Setelahnya, Anda dapat mengenalkan kandangnya begitu membawanya kerumah. Kenalkan ia dengan beberapa butir dog food, mainan, sambil memberi perintah “Bed” saat menaruhnya dikandang (mendorongnya masuk secara lembut). Puppy akan masuk ke dalam kandangnya atas keinginannya dan beradaptasi dengan sendirinya. Editor: Drh Mahardhiko Widodo
- Memilih Dokter Hewan yang Tepat sebelum Adopsi
Memilih Dokter Hewan yang Tepat Last modified, 5 Dec 2020 Adopsi mungkin adalah pilihan bagi Anda yang membutuhkan teman hidup dirumah. Kucing dan Anjing menduduki prioritas pertama sebagai hewan peliharaan sekaligus teman hidup. Tentunya Anda dihadapkan dalam tanggung jawab besar ketika telah memilih “si Kecil” saat di cattery ataupun kennel. Tanggung jawab tersebut adalah memastikan ia berada ditangan yang tepat, dimana status kesehatan serta tempat tinggalnya sudah terencana dengan baik. Bagi Anda yang baru pertama kali mengadopsi hewan, Anda perlu mempertimbangkan dalam memilih kenalan Dokter Hewan setempat. Mintalah rekomendasi dari pet shop sekitar, teman, keluarga, saudara, organisasi atau komunitas yang bergerak di bidang kesejahteraan hewan seperti cat atau dog lover di kota Anda. Jika Anda bingung mengapa harus mengenal dokter hewan dari awal, dokter hewan dapat menolongnya dalam merencanakan rencana kesehatannya, dengan memiliki catatan medis dari ia kecil. Anda tidak perlu cemas ketika ia memiliki suatu masalah saat sedang tumbuh kembang. Anda juga tidak perlu bingung dalam mengurus si Kecil karena Dokter Hewan dapat menjadi teman curhat Anda, bahkan konsultan khusus bagi si Kecil. Editor: Drh Mahardhiko Widodo
- Memahami Kerontokan Rambut si Kecil sebagai Pergantian Rambut Alami
Pergantian Rambut Alami si Kecil Content last modified Oct 2020 Folikel rambut kucing dan anjing disebut dengan folikel majemuk, dimana satu folikel pori-pori dapat ditumbuhi satu rambut utama yang dikelilingi 3 sampai 15 rambut halus. Kalau pada hewan kuda dikenal dengan folikel sederhana, karena 1 folikel ditumbuhi hanya 1 rambut saja. Pertumbuhan rambut dikendalikan oleh factor nutrisi, hormone, status penyakit, dan penyinaran. Tahap pertumbuhan rambut disebut sebagai anagen. Tahap ketika rambut telah dewasa (rambut istirahat) dikenal dengan telogen. Sedangkan tahap transisi anagen dengan telogen dikenal dengan catagen. Proses-proses ini lebih erat dikenal dengan shedding, dimana proses pelepasan mantel rambut anjing dan kucing dalam menyesuaikan lingkungannya. Sebagai contoh, Anjing Siberian Husky dan Alaskan Malamute, yang hidup dan dipelihara di Indonesia akan lebih banyak shedding rambutnya dalam menyesuaikan suhu, penyinaran, dan kelembaban negara sub-tropis ini. Satu-satunya cara mempertahankan kelebatan rambut mereka adalah memberikan fasilitas pendingin pada kandangnya. Sama halnya dengan kucing Persian dan Anggora berambut Panjang, tingkat kerontokannya lebih tinggi. Fungsi rambut yang lebat adalah melindungi tubuhnya dari musim dingin. Namun, di Indonesia tidak ada musim dingin, sehingga ia secara alami adaptif merontokkan rambut-rambutnya, sebagai rambut mati. Pada spesies Kucing, kerontokan alami ini juga berkontribusi menyebabkan kondisi hairball loh Kak! Untuk itu, pastikan kamu menyisirkan si Kecil agar rambut-rambut matinya terangkat dan tidak termakan si Kecil. Jadwalkan grooming si Kecil, setidaknya dua minggu sekali untuk memudahkan pet owners dalam merawatnya, dan mencegah kejadian hairball. Editor: Miko Widodo, SKH Referensi: Moriello K. 2020. The Integumentary System in Animals. MSD Vet Manual.












