Ada Apa Dengan Vaksin Anjing?

Diperbarui: 15 Jan 2021


Mengenal Variasi Vaksin pada Anjing

 

22 July 2020


Vaksinasi menjamin perlindungan hewan Anda dari berbagai penyakit penting yang mudah menular dan bersifat fatal. Bahkan, untuk hewan yang terawat, resiko tersebut tetap ada baik ditularkan secara langsung oleh hewan maupun tidak langsung pada lingkungan. Di lingkungan, si Kecil dapat terinfeksi virus dengan mudah baik secara langsung dan tidak langsung. Walaupun Pet’s Owner mengetahui si Kecil tidak pernah keluar rumah, namun resiko terbawanya virus di tangan, pakaian, sepatu, tempat makan yang tidak sengaja digunakan oleh kucing pendatang, menjadikannya sistem penularan secara tidak langsung terhadap si Kecil.


Untuk itu, vaksinasi dapat diberikan sejak umur 6 minggu untuk kemudian di booster dengan rekomendasi Dokter Hewan. Walaupun umurnya cukup dini, bobot badan harus memenuhi kriteria vaksinasi yaitu 1 kg. Sebagian Dokter Hewan di Indonesia menerima permintaan vaksinasi dengan syarat umur telah mencapai 2-3 bulan dan bobot badan telah mencapai 1 kg. Mengingat bahwa vaksinasi merupakan produk biomedis, yang tentunya memiliki dosis yang telah teruji, maka bobot badan sangatlah penting dalam ketepatan pemberian dosis.


Berikut adalah jenis penyakit-penyakit Anjing yang harus di cegah:


  1. Canine Distemper Virus, perlindungan terdapat pada vaksin Eurican 4, Eurican 6, dan Eurican 7. Virus ini sangat menular dan fatal, memiliki berbagai macam gejala. Distemper sendiri memiliki beberapa tipe Distemper, yaitu Distemper Pencernaan dengan gejala diare, Distemper Pernafasan dengan gejala mata dan hidung berair, batuk, Distemper Kulit dengan gejala yang timbul pada kulit, dan Distemper Syaraf dengan gejala syaraf. Akibat infeksi virus ini, Anjing yang mampu bertahan umunya memiliki kerusakan syaraf.

  2. Canine Adenovirus, perlindungan terdapat pada vaksin Eurican 4, Eurican 6, dan Eurican 7. Virus ini memiliki dua tipe, yaitu CAV type-1 penyebab Canine Hepatitis, dan CAV type-2 penyebab penyakit pernafasan anjing. Virus ini mudah menular, terutama puppies. Virus CAV-type 1 menginfeksi dan merusak organ hati, menghasilkan gejala tidak mau makan, muntah, dan penyakit kuning. Virus CAV-type 2 umumnya menjadi komplikasi bersama dengan agen penyebab flu seperti Para-Influenza dan Kennel Cough.

  3. Canine Parvovirus, perlindungan terdapat pada vaksin Eurican 4, Eurican 6, dan Eurican 7. Virus ini mudah menular dan cukup fatal, merupakan penyebab diare berdarah dan muntah, terutama pada puppies rentan dan hewan yang belum tervaksinasi.

  4. Canine Para-Influenza, perlindungan terdapat pada vaksin Eurican 4, Eurican 6, dan Eurican 7. Virus ini penyebab flu menular pada puppies, menghasilkan gejala flu yang tidak kunjung pulih. Umumnya gejala flu muncul akibat komplikasi dengan agen infeksius lainnya.

  5. Canine Leptospirosis, perlindungan terdapat pada vaksin Eurican 6, dan Eurican 7. Penyakit ini memiliki persentase mortalitas hingga 50% karena bakteri bersifat hematogenous (kemampuan menyebar melalui darah keseluruh organ tubuh), mampu menyebar melalui system getah bening, dan mampu menginfeksi organ ginjal dan hati. Gejala yang ditemukan adalah demam, penyakit kuning, dan myalgia. Perlu Anda ketahui bahwa penyakit bakterial ini Zoonotik, artinya dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

  6. Canine Rabies, perlindungan terdapat pada vaksin Eurican 7 dan Rabisin. Rabies merupakan penyakit viral penyebab kerusakan sistem syaraf pada mamalia, termasuk manusia sehingga termasuk dalam kategori yang di kenal dengan penyakit zoonosis, dan dikenal dengan penyakit ‘Anjing Gila’ karena sebagian besar kasus gigitan dan kematian dimediasi oleh rabies pada anjing. Menurut OIE, 150 Negara di Dunia menyumbang jumlah kematian 59.000 orang akibat rabies. Di Indonesia, vaksinasi rabies pada Anjing wajib dilakukan dan merupakan peraturan pemerintah dalam UUD no 41 tahun 2014.

  7. Canine Coronavirus, perlindungan terdapat pada vaksin Vanguard Plus 5/VC-L dan Vanguard Plus 5L4CV. Virus ini mudah menular dan menyebabkan diare ringan. Seringkali, komplikasi terjadi bersamaan dengan Parvovirus, sehingga mengakibatkan diare berdarah berkelanjutan hingga kematian. Namun, virus ini berbeda dengan virus corona pada manusia (human coronavirus), dan tidak bisa menular kepada manusia.

  8. Kennel Cough, perlindungan terdapat pada vaksin Bronchine CAe. Penyakit ini disebabkan oleh Bordotella bronchiseptica, menyebabkan infeksi trakheobronchitis. Dikenal juga dengan sebutan ‘batuk kandang’ dan sifatnya menular terutama pada anjing-anjing yang berada di penampungan atau shelter. Gejala yang ditimbulkan berupa gangguan saluran pernafasan atas seperti batuk, bersin, tersedak, dan reaksi muntah akibat tekanan pada tenggorokan. Gejala yang muncul ringan dan biasanya bersamaan dengan infeksi Canine Para-Influenza. Namun, komplikasi hebat terjadi ketika hewan terpapar dengan berbagai agen seperti Canine Distemper Virus dan Canine Adeno Virus-2. Pada puppies lebih rentan dan dapat menyebabkan pneumonia.

Untuk itu, sebagai Pet’s Owner, berkomitmen untuk siap merawatnya dan menjamin kesehatannya sudah menjadi kewajiban. Pastikan hewan kesayanganmu tervaksinasi. Cek kesehatan rutin perlu dilakukan semenjak umur 2 minggu. Pengendalian parasit perlu dilakukan sejak dini, dan rencanakan seluruh rencana kesehatan bersama Dokter Hewan kesayangan keluarga.


 

Editor: Miko Widodo

Referensi:

  1. [OIE] Office Internasional des Epizooties. 2020. Rabies Portal. https://www.oie.int/animal-health-in-the-world/rabies-portal/#:~:text=Nearly%206 0%2C000%20deaths%20per%20year,animal%2C%20most%20often%20a%20dog. Di Akses pada 20 Juli 2020.

  2. Eurican. 2019. Eurican technical sheet. Boehringer-Ingelheim. https://www.boehring er-ingelheim.co.za/sites/za/files/ah_files/eurican_technicalsheet_12_08_2019.pdf. Di akses pada 20 July 2020.

  3. Bukowski JA dan Aiello S. 2011. Puppy care. MSD Vet Manual. https://www .msdvetmanual.com/dog-owners/routine-care-and-breeding-of-dogs/puppy-care. Di akses pada 20 Juli 2020.

143 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua