Memahami Kerontokan Rambut si Kecil sebagai Pergantian Rambut Alami

Pergantian Rambut Alami si Kecil

 

Content last modified Oct 2020


Folikel rambut kucing dan anjing disebut dengan folikel majemuk, dimana satu folikel pori-pori dapat ditumbuhi satu rambut utama yang dikelilingi 3 sampai 15 rambut halus. Kalau pada hewan kuda dikenal dengan folikel sederhana, karena 1 folikel ditumbuhi hanya 1 rambut saja. Pertumbuhan rambut dikendalikan oleh factor nutrisi, hormone, status penyakit, dan penyinaran.

Tahap pertumbuhan rambut disebut sebagai anagen. Tahap ketika rambut telah dewasa (rambut istirahat) dikenal dengan telogen. Sedangkan tahap transisi anagen dengan telogen dikenal dengan catagen. Proses-proses ini lebih erat dikenal dengan shedding, dimana proses pelepasan mantel rambut anjing dan kucing dalam menyesuaikan lingkungannya.


Sebagai contoh, Anjing Siberian Husky dan Alaskan Malamute, yang hidup dan dipelihara di Indonesia akan lebih banyak shedding rambutnya dalam menyesuaikan suhu, penyinaran, dan kelembaban negara sub-tropis ini. Satu-satunya cara mempertahankan kelebatan rambut mereka adalah memberikan fasilitas pendingin pada kandangnya. Sama halnya dengan kucing Persian dan Anggora berambut Panjang, tingkat kerontokannya lebih tinggi. Fungsi rambut yang lebat adalah melindungi tubuhnya dari musim dingin. Namun, di Indonesia tidak ada musim dingin, sehingga ia secara alami adaptif merontokkan rambut-rambutnya, sebagai rambut mati. Pada spesies Kucing, kerontokan alami ini juga berkontribusi menyebabkan kondisi hairball loh Kak! Untuk itu, pastikan kamu menyisirkan si Kecil agar rambut-rambut matinya terangkat dan tidak termakan si Kecil. Jadwalkan grooming si Kecil, setidaknya dua minggu sekali untuk memudahkan pet owners dalam merawatnya, dan mencegah kejadian hairball.


 

Editor: Miko Widodo, SKH

Referensi: Moriello K. 2020. The Integumentary System in Animals. MSD Vet Manual.

20 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua