Mengapa Kumis Kucing Tidak Boleh di Potong?

Diperbarui: 15 Jan 2021


Mengapa Kumis Kucing Tidak Boleh di Potong?

 

Content last modified Oct 2020


Masih berkenaan dengan organ kulit, kita telah mengetahui sel-sel khusus epidermis seperti keratinosit, melanosit, dan sel Langerhans. Namun masih terdapat satu sel khusus dari epidermis yang disebut sel Merkel, dan ini berhubungan dengan keunikan dari rambut kumis kucing loh Kak!


Sel Merkel adalah kumpulan sel-sel sensorik yang terkait dengan organ sensor di kulit, salah satunya adalah kumis dan bantalan tylotrich. Organ sensor pada kumis disebut spasial sensing dan mystosial object indentification. Bagian inilah yang membantu kucing dalam mengukur ukuran tubuhnya dengan jalan masuk atau keluar, seperti lubang, pagar rumah, kandang, dan tempat kecil lainnya. Umumnya, kucing dapat mengetahui ukuran tubuhnya tidak dapat masuk, jika bagian tepi lubang atau jalur tersebut menyentuh sebagian besar kumisnya.


Sensor sel Merkel diketahui beradaptasi dengan lambat. Kemampuan sensor tersebut

berkembang dan menjadi ciri khas setiap spesies hewan. Selain fungsi tersebut, sel ini dapat mempengaruhi aliran darah kulit dan produksi keringat. Oh ya! Sebelum keratinosit tumbuh, sel merkel-lah yang mengatur dan mengkoordinasikannya untuk berproliferasi. Serta merangsang pertumbuhan stem cell (sel induk primitif) dari folikel rambut.


 

Editor : Miko Widodo, SKH

Referensi: Moriello K. 2020. The Integumentary System in Animals. MSD Vet Manual.

17 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua