Search Results
65 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
Layanan (3)
- Dr Drh Setyo Widodo
Dokter internis atau dokter penyakit dalam bertugas untuk menangani pasien dengan gejala medis akut dan jangka panjang. Mereka punya keahlian khusus dalam penalaran diagnostik, mengelola ketidakpastian penyakit, menangani komorbiditas, dan mengenali kapan pendapat atau perawatan khusus diperlukan. Dr Drh Setyo Widodo adalah internis Maxim Pet Care, dengan 40 tahun pengalaman kerja Medis Khusus: 1. Penyakit Jantung 2. Hematologi dan Penyakit Tumor 3. Penyakit Ginjal dan Hipertensi 4. Penyakit Syaraf 5. Penyakit Geriatri 6. Penyakit Dalam 7. Pembedahan Major dan Minor
- Ultrasonografi
Ultrasonografi (USG) adalah prosedur pengambilan gambar dari bagian tubuh tertentu. Ini dilakukan dengan memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi. Apa saja yang dapat diperiksa? 1. Pemeriksaan Abdomen dan Visceral 2. Pemeriksaan Reproduksi 3. Pemeriksaan Jantung dan Paru Sen - Sab: 10.00 - 20.00 Min: 10.00 - 17.00 Hol: 10.00 - 15.00
- Konsultasi Umum
Mencari nasihat profesional tentang kesehatan hewan peliharaan Anda? Jadwalkan Konsultasi Umum dengan dokter hewan ahli di Maxim Pet Care. Tim dokter hewan profesional kami akan memberikan nasihat dan bimbingan yang baik untuk menjaga hewan peliharaan Anda tetap sehat dan bahagia. Senin - Sabtu: 08.00 - 21.00 Minggu: 08.00 - 19.00 Libur: 08.00 - 17.00
Vet Talks (40)
- Musim Hujan Meningkatkan Risiko Penyakit Kuning pada Anjing dan Kucing: Waspada dan Segera Tindakan
Musim hujan memang membawa suasana yang sejuk dan segar, tapi bagi pemilik hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, ini juga saat yang penuh tantangan. Salah satu risiko kesehatan yang meningkat adalah penyakit kuning, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi leptospirosis dan parasit darah . Kami ingin berbagi pengalaman dan tips penting agar kamu bisa menjaga kesehatan hewan kesayanganmu dengan lebih baik selama musim hujan. Kenapa Musim Hujan Membuat Anjing dan Kucing Rentan Penyakit Kuning? Saat hujan turun, lingkungan menjadi lembap dan basah. Kondisi ini sangat ideal bagi bakteri dan parasit untuk berkembang biak. Leptospirosis , misalnya, adalah infeksi bakteri yang sering menyebar melalui air kotor yang terkontaminasi urin hewan pengerat, seperti tikus got liar. Hewan peliharaan yang sering bermain di luar rumah atau terkena genangan air berisiko tinggi terinfeksi. Selain itu, parasit darah seperti Mycoplasma , Babesia dan Ehrlichia juga lebih aktif saat musim hujan. Parasit ini biasanya ditularkan melalui gigitan kutu atau caplak yang lebih banyak muncul di musim hujan. Infeksi parasit darah ini bisa menyebabkan kerusakan pada sel darah merah, yang berujung pada penyakit kuning. Penyakit kuning sendiri adalah kondisi di mana kulit, gusi, dan bagian putih mata hewan menjadi kuning akibat tingginya kadar bilirubin dalam darah. Ini adalah tanda bahwa organ hati atau sistem peredaran darah sedang bermasalah. Anjing dengan gusi kuning sebagai tanda penyakit kuning Gejala Penyakit Kuning yang Harus Kamu Waspadai Sebagai pemilik hewan, penting untuk mengenali tanda-tanda awal penyakit kuning agar bisa segera membawa hewan ke dokter hewan. Berikut beberapa gejala yang sering muncul: Warna kuning pada kulit, gusi, dan mata Ini adalah tanda paling jelas dan mudah dikenali. Lemas dan kurang nafsu makan Hewan terlihat lesu, malas bergerak, dan menolak makan. Muntah dan diare Gangguan pencernaan sering menyertai infeksi. Air seni berwarna gelap Ini menandakan adanya masalah pada hati atau ginjal. Demam dan penurunan berat badan Infeksi yang serius bisa menyebabkan demam tinggi dan berat badan turun drastis. Jika kamu melihat satu atau lebih gejala ini, jangan tunda untuk membawa hewan peliharaan ke klinik hewan terpercaya. Pentingnya Pemeriksaan dan Perawatan di Maxim Pet Care Maxim Pet Care, klinik hewan yang sangat dipercaya di Bogor dan Cibubur. Kami menyediakan layanan lengkap mulai dari pemeriksaan rutin, vaksinasi, hingga penanganan penyakit serius seperti leptospirosis dan infeksi parasit darah. Kenapa kami merekomendasikan Maxim Pet Care? Karena kami: Memiliki dokter hewan berpengalaman yang paham betul tentang penyakit musiman. Fasilitas lengkap dan modern untuk diagnosa cepat dan akurat. Pelayanan ramah dan informatif , membuat Anda selalu merasa tenang saat konsultasi. Mendukung pencegahan dengan vaksinasi dan perawatan rutin agar hewan tetap sehat sepanjang tahun. Jangan tunggu sampai penyakit kuning semakin parah. Jika kamu menemukan gejala yang mencurigakan, segera bawa hewan peliharaanmu ke Maxim Pet Care untuk pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Ruang klinik hewan dengan peralatan medis lengkap Cara Mencegah Penyakit Kuning pada Hewan Peliharaan di Musim Hujan Selain membawa ke klinik, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan di rumah untuk mengurangi risiko penyakit kuning: Jaga kebersihan lingkungan Bersihkan genangan air dan area lembap di sekitar rumah. Pastikan tempat tidur hewan selalu kering dan bersih. Batasi aktivitas di luar saat hujan Hindari membiarkan hewan bermain di genangan air atau area yang kotor. Periksa dan bersihkan kutu secara rutin Gunakan obat kutu yang direkomendasikan dokter hewan untuk mencegah infeksi parasit darah. Berikan makanan bergizi dan cukup air bersih Nutrisi yang baik membantu meningkatkan daya tahan tubuh hewan. Lakukan vaksinasi dan pemeriksaan rutin Vaksinasi leptospirosis dan pemeriksaan darah secara berkala sangat dianjurkan. Dengan langkah-langkah ini, kamu bisa membantu menjaga kesehatan hewan peliharaanmu tetap prima meskipun cuaca sedang tidak bersahabat. Mengapa Penanganan Dini Sangat Penting? Penyakit kuning bukan hanya masalah kosmetik. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini bisa berujung pada kerusakan organ hati yang serius, gagal ginjal, bahkan kematian. Kami pernah mendapat kasus di mana anjing yang terlambat dibawa ke dokter harus menjalani perawatan intensif yang memakan waktu dan biaya besar. Penanganan dini memungkinkan dokter hewan untuk memberikan terapi yang tepat, seperti pemberian antibiotik untuk leptospirosis atau obat antiparasit untuk infeksi darah. Selain itu, perawatan suportif seperti cairan infus dan nutrisi juga sangat membantu proses pemulihan. Jadi, jangan ragu untuk segera ke Maxim Pet Care jika kamu melihat tanda-tanda penyakit kuning pada hewan peliharaanmu. Mereka siap membantu dengan cepat dan profesional. Merawat Hewan Peliharaan di Musim Hujan: Lebih dari Sekadar Pencegahan Merawat hewan peliharaan di musim hujan memang butuh perhatian ekstra. Selain mencegah penyakit kuning, kamu juga harus waspada terhadap penyakit lain yang sering muncul saat cuaca basah, seperti flu hewan, infeksi kulit, dan gangguan pernapasan. Luangkan waktu untuk memeriksa kondisi bulu dan kulit hewan secara rutin. Mandikan dengan shampo khusus jika perlu, dan pastikan mereka tetap hangat dan kering setelah bermain di luar. Jangan lupa untuk selalu menyediakan tempat tidur yang nyaman dan terlindung dari angin dan hujan. Dengan perawatan yang konsisten dan perhatian penuh, hewan peliharaanmu akan tetap sehat dan ceria sepanjang musim hujan. Musim hujan memang membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan anjing dan kucing. Namun, dengan pengetahuan yang tepat dan tindakan cepat, kita bisa melindungi mereka dari risiko penyakit kuning dan masalah kesehatan lainnya. Ingat, Maxim Pet Care . Mereka adalah mitra terbaik dalam menjaga kesehatan hewan kesayanganmu di Bogor, Cibubur, dan sekitarnya. Jangan tunggu sampai terlambat, karena kesehatan hewan peliharaan adalah investasi kebahagiaan keluarga kita. Author: Drh Mahardhiko Widodo
- Pentingnya Penanganan Cepat pada Kasus Prolaps Anus
Ilustrasi prolaps anus pada anjing yang perlu penanganan cepat Prolaps Anus pada Hewan, Apakah Darurat? Feb 2026 Ketika membahas kesehatan hewan peliharaan, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Salah satu kondisi yang sering kali kurang disadari tapi sangat penting untuk ditangani dengan cepat adalah prolaps anus . Kami akan berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang mengapa penanganan cepat pada kasus prolaps anus sangat krusial. Apa Itu Prolaps Anus pada Hewan Peliharaan? Prolaps anus adalah kondisi dimana bagian dari rektum atau anus hewan keluar dari tempatnya dan terlihat di luar tubuh. Ini bukan hanya masalah estetika, tapi bisa menjadi kondisi yang sangat menyakitkan dan berbahaya jika tidak segera ditangani. Bayangkan seperti sebuah ban dalam sepeda yang tiba-tiba keluar dari velg dan menggantung di luar. Jika dibiarkan, ban itu bisa rusak parah. Sama halnya dengan prolaps anus, jika tidak cepat ditangani, jaringan yang keluar bisa mengalami iritasi, infeksi, bahkan nekrosis (kematian jaringan). Mengapa Penanganan Cepat Sangat Penting? Penanganan cepat pada kasus prolaps anus sangat penting karena beberapa alasan berikut: Mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut Jaringan yang keluar dari anus sangat rentan terhadap gesekan dan infeksi. Semakin lama dibiarkan, semakin besar risiko kerusakan permanen. Mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan Hewan peliharaan akan merasa sangat tidak nyaman dan sakit. Penanganan cepat membantu mengurangi penderitaan mereka. Menghindari komplikasi serius Jika tidak ditangani, prolaps bisa menyebabkan perdarahan hebat, infeksi berat, dan bahkan kematian jaringan. Mempercepat proses penyembuhan Semakin cepat ditangani, semakin cepat hewan peliharaan bisa pulih dan kembali aktif seperti biasa. Sebagai pemilik hewan, Kita harus selalu mengingatkan diri sendiri dan teman-teman untuk tidak menunda membawa hewan ke dokter hewan jika melihat gejala prolaps anus. Prolaps Anus, source: AWS Academy 2025 Tanda-Tanda Prolaps Anus yang Harus Diwaspadai Mengenali tanda-tanda prolaps anus sejak dini sangat membantu dalam penanganan cepat. Berikut beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan: Ada benjolan merah atau pink di sekitar anus Benjolan ini biasanya lembap dan bisa terlihat seperti jaringan yang keluar. Hewan sering menjilati atau menggigit area anus Ini tanda hewan merasa tidak nyaman atau sakit. Kesulitan buang air besar atau sering mengejan Prolaps sering terjadi karena tekanan berlebih saat buang air besar. Perdarahan dari anus Jika ada darah, segera bawa ke dokter hewan. Perubahan perilaku seperti lesu atau tidak nafsu makan Ini bisa menandakan rasa sakit yang cukup parah. Ilustrasi Teknik Purse-String Langkah-Langkah Penanganan Prolaps Anus Jika kamu menemukan tanda-tanda prolaps anus pada hewan peliharaan, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan: Segera bawa ke dokter hewan Jangan menunda. Penanganan profesional sangat penting. Jaga kebersihan area yang terkena Bersihkan dengan air hangat dan kain bersih untuk mengurangi risiko infeksi. Hindari memaksa memasukkan kembali jaringan Ini bisa menyebabkan luka lebih parah jika tidak dilakukan dengan benar. Ikuti anjuran dokter hewan Dokter mungkin akan memberikan obat anti-inflamasi, antibiotik, atau tindakan operasi jika diperlukan. Operasi ini contohnya adalah pemasangan Purse-String , jahitan pada anus. Atau jika berulang, operasi colopexy/retropexy adalah opsi terbaik. Pantau kondisi hewan secara rutin Pastikan tidak ada tanda-tanda memburuk setelah penanganan. Sebagai pemilik hewan, Kami selalu menyarankan untuk tidak mencoba mengobati sendiri tanpa konsultasi karena bisa memperparah kondisi. Cara Mencegah Prolaps Anus pada Hewan Peliharaan Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa tips yang bisa membantu mencegah prolaps anus: Berikan makanan yang kaya serat Serat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Pastikan hewan cukup minum air Dehidrasi bisa menyebabkan feses keras dan sulit dikeluarkan. Rutin ajak hewan berolahraga Aktivitas fisik membantu menjaga fungsi pencernaan. Periksa kesehatan secara rutin ke dokter hewan Deteksi dini masalah pencernaan atau penyakit lain yang bisa menyebabkan prolaps. Hindari stres berlebihan pada hewan Stres bisa mempengaruhi kesehatan pencernaan. Dengan langkah-langkah ini, kita bisa membantu hewan peliharaan tetap sehat dan terhindar dari masalah prolaps anus. Menjadi Mitra Terpercaya untuk Kesehatan Hewan Peliharaan Sebagai pemilik hewan, Kita harus merasa penting untuk selalu menjadi mitra terpercaya bagi hewan peliharaan Kita. Ini berarti: Mengenali tanda-tanda masalah kesehatan sejak dini Membawa hewan ke dokter hewan secara rutin Memberikan perawatan terbaik sesuai anjuran profesional Mencari informasi yang akurat dan terpercaya Dengan cara ini, kita bisa memastikan hewan peliharaan kita mendapatkan perawatan yang tepat dan cepat, terutama dalam kasus-kasus darurat seperti prolaps anus. Semoga informasi ini membantu kamu lebih memahami pentingnya penanganan cepat pada kasus prolaps anus. Jangan ragu untuk segera bertindak jika melihat tanda-tanda yang mencurigakan. Kesehatan hewan peliharaan adalah prioritas utama kita! Author: Drh Mahardhiko Widodo Referensi: AWS Academy 2025
- Mengenal Vaksinasi Kucing Feline untuk Anabul Kesayangan
Memiliki kucing sebagai teman di rumah memang menyenangkan. Mereka lucu, menggemaskan, dan bisa jadi sahabat setia. Tapi, sebagai pemilik yang bertanggung jawab, kita juga harus menjaga kesehatan mereka. Salah satu cara penting adalah dengan memberikan vaksinasi yang tepat. Nah, kali ini saya ingin berbagi cerita dan informasi tentang vaksinasi kucing feline yang wajib diketahui oleh para pecinta anabul. Vaksinasi bukan hanya soal melindungi kucing dari penyakit, tapi juga menjaga kenyamanan dan kebahagiaan mereka. Yuk, kita bahas bersama apa itu vaksinasi kucing feline, manfaatnya, jenis vaksin yang perlu diberikan, dan tips praktis agar proses vaksinasi berjalan lancar. Apa Itu Vaksinasi Kucing Feline? Vaksinasi kucing feline adalah proses pemberian vaksin yang bertujuan untuk melindungi kucing dari berbagai penyakit menular yang berbahaya. Vaksin ini bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh kucing agar siap melawan virus atau bakteri tertentu. Bayangkan vaksin seperti pelatihan militer untuk pasukan tubuh kucing. Dengan pelatihan ini, pasukan (sistem imun) bisa mengenali musuh (penyakit) dan melawannya sebelum kucing sakit parah. Vaksinasi ini sangat penting, terutama untuk kucing yang sering keluar rumah atau berinteraksi dengan kucing lain. Bahkan kucing rumahan pun perlu vaksinasi karena risiko tertular penyakit dari lingkungan sekitar tetap ada. Jenis Vaksinasi Kucing Feline yang Perlu Diketahui Ada beberapa jenis vaksin yang biasanya direkomendasikan oleh dokter hewan untuk kucing. Berikut ini beberapa vaksin utama yang sering diberikan: Vaksin Feline Panleukopenia (FPV) Melindungi kucing dari penyakit parah yang menyerang sistem pencernaan dan darah. Penyakit ini bisa berakibat fatal, terutama pada anak kucing. Vaksin Feline Herpesvirus (FHV-1) Mencegah infeksi saluran pernapasan atas yang sering menyebabkan bersin, pilek, dan mata berair. Vaksin Feline Calicivirus (FCV) Melindungi dari virus yang juga menyerang saluran pernapasan dan mulut, menyebabkan luka dan kesulitan makan. Vaksin Rabies Sangat penting untuk mencegah rabies, penyakit yang bisa menular ke manusia dan berakibat fatal. Vaksin Leukemia Kucing (FeLV) Melindungi dari virus leukemia yang bisa melemahkan sistem imun dan menyebabkan kanker. Dokter hewan biasanya akan menentukan vaksin mana yang paling cocok berdasarkan usia, gaya hidup, dan risiko kucing Anda. Ilustrasi vaksinasi kucing di klinik hewan Berapa Biaya untuk Vaksin Kucing? Bicara soal biaya, vaksinasi kucing memang memerlukan investasi. Tapi jangan khawatir, biaya ini sangat sebanding dengan manfaat yang didapat. Di klinik hewan seperti Maxim Pet Care di Bogor dan Cibubur, harga vaksinasi kucing feline biasanya bervariasi tergantung jenis vaksin dan paket layanan yang dipilih. Sebagai gambaran umum: Vaksin dasar (FPV, FHV-1, FCV) biasanya berkisar mulai dari Rp230.000 per dosis. Vaksin rabies bisa mulai dari Rp150.000 Vaksin leukemia kucing mungkin sedikit lebih mahal, tergantung klinik. Biasanya, anak kucing perlu beberapa dosis vaksin dalam beberapa minggu pertama, lalu booster setiap tahun. Jadi, siapkan anggaran rutin untuk menjaga kesehatan anabul kesayangan. Kalau kamu ingin tahu lebih detail tentang harga dan paket vaksinasi, Maxim Pet Care menyediakan info lengkap dan konsultasi gratis seputar vaksin kucing feline yang tersedia, seperti Vaksin Felocell dan Nobivac . Tips Praktis Menyiapkan Anabul untuk Vaksinasi Buat yang baru pertama kali vaksinasi kucing, mungkin ada rasa khawatir atau bingung. Tenang, saya punya beberapa tips supaya proses vaksinasi berjalan lancar dan kucing tetap nyaman: Buat suasana tenang Kucing sensitif terhadap suasana sekitar. Pastikan tempat vaksinasi tidak terlalu ramai dan bising. Bawa kucing dalam carrier yang nyaman Gunakan carrier yang familiar dan beri alas empuk agar kucing merasa aman selama perjalanan. Jangan beri makan terlalu banyak sebelum vaksinasi Berikan makanan secukupnya agar kucing tidak mual atau muntah setelah vaksin. Berikan pujian dan camilan setelah vaksinasi Ini membantu kucing merasa senang dan mengurangi stres. Pantau kondisi kucing setelah vaksinasi Beberapa kucing mungkin mengalami reaksi ringan seperti lesu atau demam ringan. Jika gejala parah muncul, segera hubungi dokter hewan. Dengan persiapan yang tepat, vaksinasi bisa jadi pengalaman yang positif untuk anabul dan pemiliknya. Mengapa Vaksinasi Penting untuk Anabul? Kucing yang sudah divaksinasi memiliki perlindungan lebih baik terhadap penyakit serius. Ini bukan hanya soal kesehatan kucing, tapi juga keamanan keluarga dan lingkungan sekitar. Penyakit seperti rabies bisa menular ke manusia, jadi vaksinasi juga melindungi kita semua. Selain itu, kucing yang sehat dan aktif tentu lebih ceria dan bisa menemani hari-hari kita dengan lebih menyenangkan. Saya sendiri merasa tenang setelah rutin membawa anabul saya ke klinik untuk vaksinasi. Rasanya seperti memberikan hadiah kesehatan yang tak ternilai. Ilustrasi kucing sehat bermain dengan ceria di rumah Merawat Anabul Setelah Vaksinasi Setelah vaksinasi, perawatan yang tepat sangat penting agar kucing cepat pulih dan tetap sehat. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan: Berikan makanan bergizi Nutrisi yang baik membantu sistem imun bekerja optimal. Pastikan kucing cukup istirahat Hindari aktivitas berat selama 24 jam setelah vaksinasi. Jaga kebersihan lingkungan Lingkungan yang bersih mengurangi risiko infeksi. Rutin cek kesehatan ke dokter hewan Jangan lupa jadwalkan vaksinasi booster sesuai anjuran. Dengan perawatan yang baik, vaksinasi akan memberikan manfaat maksimal untuk anabul kesayangan. Semoga informasi ini membantu kamu lebih mengenal pentingnya vaksinasi kucing feline. Jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter hewan terpercaya agar anabul selalu sehat dan bahagia!
Vet Brief (22)
- CarrierMaxim
Our Firm Peluang Karir Peluang Staff Kami membuka peluang bagi staff administrasi dan resepsionis. Di Maxim Pet Care, Anda dapat mengembangkan soft skill yang Anda miliki dan meningkatkan kemampuan sosial-komunikasi, sebagai Costumer Service terbaik. Kami sangat membutuhkan talenta baru seperti Anda Cari Tahu Peluang Fresh Graduate Vet-Med Bagi Anda yang baru saja lulus Dokter Hewan, kami memberikan kesempatan bergabung dengan kami, sebagai klinik yang berkembang, kami membutuhkan talenta baru seperti Anda Cari Tahu Peluang Fresh Graduate Paramedic Bagi Anda yang baru saja lulus sekolah vokasi Paramedik Veteriner, kami memberikan peluang bagi Anda yang ingin meningkatkan pengalaman kerja, soft skill, kesenangan dalam bekerja, dan mencitai Hewan lebih banyak, kami sangat membutuhkan talenta baru seperti Anda Cari Tahu Peluang Peluang Kennel Boy / Groomer Kami membuka peluang bagi Anda yang memiliki keberanian dengan Hewan, untuk bersahabat lebih erat dengan Hewan dan menyukai pekerjaan keseharian dengan Hewan. Cari Tahu Peluang
- Canine Herpesvirus
Canine Herpesvirus, penyakit viral yang mematikan bagi anak anjing di minggu-minggu pertama kehidupan. Selengkapnya hanya di situs kami, Maxim Pet Care. Oct 2020 Mortalitas Anak Anjing Berhubungan Dengan Canine Herpes Virus Drh Miko Widodo Canine Herpesvirus (CHV), adalah virus DNA herpesvirus yang sering berasosiasi dengan tingkat mortalitas tinggi anak anjing. Apa itu Canine Herpesvirus? Canine Herpervirus (CHV) merupakan herpesvirus yang sensitive terhadap kebanyakan desinfektan (eter dan kloroform). Virus ini rentan di lingkungan, sehingga kontak langsung diperlukan untuk transmisi. Transmisi biasanya terjadi pada individu rentan, dengan anjing terinfeksi yang melepaskan virus melalui sekresi oral, nasal, dan vaginal. Hewan terinfeksi yang cukup baik imunitasnya, umumnya tanpa gejala (subklinis), namun melepas (shedding) virus dari sekretnya. Faktor Risiko Hewan rentan terkategori pada mereka yang sakit, malnutrisi, induk bunting, dan anak baru lahir. Resiko yang diperoleh adalah infeksi akut, yang juga dapat ditransmisikan secara in utero, pada janin atau anakan. Hal ini menghasilkan ciri khas abortus, stillbirth, dan kematian mendadak anak anjing. Namun, pada betina bunting yang pernah terinfeksi, tidak akan mentransmisikan infeksi. Tanda Klinis CHV biasanya menginfeksi anjing berumur 1-4 minggu hingga 3 bulan, dan jarang pada umur 6 bulan. Gejala dapat terlihat atau tidak, dengan onset tiba-tiba dalam 24 jam. Jika terdapat gejala klinis, maka letargi, diare, nasal-ocular discharge, conjunctivitis, edema korneal, erythematous rash, vaginitis-phostitis langka, dan lepuhan-lepuhan oral, dengan atau tanpa demam. Pnumonia secara radiograf terlihat pola interstisial pattern yang khas pada kebanyakan viral pneumonia. Perbedaan kontras pada penyakit viral lain adalah leukositosis dapat terjadi. Sindrom “kennel cough” dapat meliputi CHV pada kebanyakan anjing. Rhinitis hingga vaginitis dan phostitis umum disertai lepuhan vesicular. Pada anjing berumur 1-4 minggu, penyakit ini sangat mematikan, karena mereka belum memiliki sifat antibodi yang berkembang dan adaptif terhadap infeksi alami. Anak anjing bisa terinfeksi selama masa perkembangan janin dalam kandungan akibat induk terinfeksi trimester akhir, selama masa kelahiran, atau paparan langsung virus dilingkungan pada minggu-minggu pertama kehidupan. Kasus pada anjing 8 minggu hingga 12 minggu jarang terjadi, namun tetap rentan. Pada anjing dewasa, gejala tidak terlihat, namun dapat berkembang pada saluran respirasi atas dan bawah, berkembang bersama ‘kennel cough’. Studi Terkini Studi kasus patologi yang dilakukan oleh pathologist Edwards (2018), menunjukkan bukti nekropsi yang menarik. Studi ini mengoleksi bahan nekropsi sejumlah 2 dari 8 anak anjing yang telah meninggal ke Texas A&M Veterinary Medical Diagnostic Lab (TVMDL) . Anak-anak ini diestimasikan berumur dibawah 4 minggu. Dari total anjing tersebut, 6 anak lainnya telah meninggal, sebagian tanpa gejala, dan sebagian hanya hilang nafsu makan, disusul dengan kematian 12-24 jam kemudian. Sehingga, studi ini menyimpulkan tingat mortalitas hingga 75% terhadap anak-anak anjing rentan. Hasil nekropsi menunjukkan hasil kedua anak anjing memiliki lesion yang mirip. Kontras perubahan patologi anatomi adalah multifocal ekimosis hemorrhagik bilateral pada ginjal. Pada satu individu, terlihat hampir seluruh bagian ginjal mengalami pendarahan hebat (Lihat Gambar 1). Gambar 1 Foto lesi ginjal yang mengalami ptechie – ecchymotic, khas Canine Herpes Virus Kedua anak menunjukkan pendarahan ptekie pada hati dan usus, dan satu anak mengalami pneumonia sedang. Secara histopatologi, pada nefritis, hepatitis, dan pneumonia mengalami nekrosis, dengan atau tanpa hemorrhagi dan fibrinous. Badan inklusi intranuklear sangat langka ditemukan (Lihat Gambar 2). Gambar 2 Fotomikrograf menggambarkan nekrosis ginjal (area merah muda di tengah) dan pendarahan. Inset: Badan inklusi intranuklear di ginjal konsisten dengan virus herpes. Diagnosis Pertimbangan diagnostik perlu menjadikan Herpes Virus sebagai diferensial diagnostic mayor. Secara kimia darah lab, hepatitis dapat dibingungkan dengan infectious canine hepatitis (ICH), tapi tidak menyebabkan penebalan, edematus, pada kantung empedu. Selain itu, hasil kimia darah pada ginjal juga membingungkan pada neosporosis atau ICH, juga Distemper. CHV sangat identik pada kematian neonatal, dan mortalitas neonatal. PCR dapat digunakan untuk meneguhkan diagnosa, karena memiliki spesifisitas dan sensitifitas tinggi, dibandingkan HA, ELISA, dan IFA. Preparat atau isolate sampel didapat secara khusus pada post-mortem, isolasi paru, hati, ginjal, dan limpa secara kultur sel. Histopatologi dengan IFA dapat menunjukkan perubahan mikroskopik jaringan. Rencana Pengobatan Pengobatan terapi tidak terlalu menguntungkan pada anak anjing dengan infeksi akut-sistemik, dan prognosis pada anak yang bertahan harus dilindungi dan dijaga, karena kerusakan mungkin dapat permanen pada organ limfoid, orak, ginjal, dan hati. Berikan perawatan intensif, disertai pengaturan suhu ruang (35 C) dan kelembaban 50%, injeksi serum untuk imunisasi pasif per intraperitoneal, terapi supportif diperlukan, dan lesi kulit dengan acyclovir 5% dan lesi mata dengan cidofovir 0.5% dapat digunakan. Antivirus seperti vidarabine belum seutuhnya terbukti. Pencegahan dan Pengendalian Belum ada vaksinasi tersedia. Mencegah serangan virus pada anak anjing dilakukan selama masa kebuntingan induk trimester akhir, partus, dan tiga minggu awal kehidupan si kecil. Pada masa tersebut sangat kritis bila terpapar virus lingkungan, maka hindari anjing-anjing lain, dan tingkatkan hygiene – sanitasi individu dan lingkungan. Editor: Drh Miko Widodo Referensi: Edward E. 2018. High mortality in a litter of puppies: infection with canine herpesvirus. TVMDL. Creevy K E. 2013. Overview of canine herpesviral infection. MSD Vet Manual.
- Peluang Kennel Boy / Groomer
Kami membuka peluang bagi Anda yang memiliki keberanian dengan Hewan, untuk bersahabat lebih erat dengan Hewan dan menyukai pekerjaan keseharian dengan Hewan. Cek peluang kerja disini: Peluang Kerja Lulusan fresh graduate ? Cek Karir MAXIM OUR FIRM Start Your Career Now! Lulusan fresh graduate ? Cari tahu informasi karir disini MAXIM OUR FIRM Start Your Career Now! Lulusan fresh graduate ? Cari tahu informasi karir disini Peluang Kennel Boy / Groomer Mohon maaf, untuk saat ini lowongan Staff dan Administrasi sedang tidak ada. Namun Anda tetap dapat mengajukan lamaran melalui email Hello@maximpetcare.com , dengan menyertakan dokumen subjek "Lamaran Maxim Pet Care" Anda juga dapat melakukan pengisian form "We're Hiring" dibawah ini. Syarat dokumen yang perlu dilampirkan dapat diketahui dibawah ini.









