Search Results
67 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
Layanan (3)
- Ultrasonografi
Ultrasonografi (USG) adalah prosedur pengambilan gambar dari bagian tubuh tertentu. Ini dilakukan dengan memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi. Apa saja yang dapat diperiksa? 1. Pemeriksaan Abdomen dan Visceral 2. Pemeriksaan Reproduksi 3. Pemeriksaan Jantung dan Paru Sen - Sab: 10.00 - 20.00 Min: 10.00 - 17.00 Hol: 10.00 - 15.00
- Dr Drh Setyo Widodo
Dokter internis atau dokter penyakit dalam bertugas untuk menangani pasien dengan gejala medis akut dan jangka panjang. Mereka punya keahlian khusus dalam penalaran diagnostik, mengelola ketidakpastian penyakit, menangani komorbiditas, dan mengenali kapan pendapat atau perawatan khusus diperlukan. Dr Drh Setyo Widodo adalah internis Maxim Pet Care, dengan 40 tahun pengalaman kerja Medis Khusus: 1. Penyakit Jantung 2. Hematologi dan Penyakit Tumor 3. Penyakit Ginjal dan Hipertensi 4. Penyakit Syaraf 5. Penyakit Geriatri 6. Penyakit Dalam 7. Pembedahan Major dan Minor
- Konsultasi Umum
Mencari nasihat profesional tentang kesehatan hewan peliharaan Anda? Jadwalkan Konsultasi Umum dengan dokter hewan ahli di Maxim Pet Care. Tim dokter hewan profesional kami akan memberikan nasihat dan bimbingan yang baik untuk menjaga hewan peliharaan Anda tetap sehat dan bahagia. Senin - Sabtu: 08.00 - 21.00 Minggu: 08.00 - 19.00 Libur: 08.00 - 17.00
Vet Talks (42)
- Metronidazole: obat diare atau penyebab masalah baru?
Maxim Edu-Edukasi Kesehatan Hewan Peliharaan · 2025 Kami sebagai klinik hewan dan tenaga medis di Kota Bogor dan Cibubur andil memberikan edukasi terkini yang cukup populer. Antibiotik populer ini sering diresepkan untuk diare anjing dan kucing — padahal bukti ilmiah terbaru menunjukkan dampaknya terhadap keseimbangan mikrobioma usus jauh lebih serius dari yang diperkirakan. 42% Resep metronidazole tanpa justifikasi antibiotik yang valid (Ng et al., 2025) 83% Kucing kehilangan bakteri penting usus (P. hiranonis) setelah pengobatan (Martini, 2025) 4-6w Waktu pemulihan mikrobioma pada anjing setelah penghentian obat (Marshall-Jones, 2024) illustrasi obat metronidazole Temuan kritis (RCT 2024): Pada anjing dengan diare akut, pemberian synbiotic (probiotik+prebiotik) menghasilkan kesembuhan yang sama dengan metronidazole — tetapi jauh lebih aman bagi keseimbangan usus jangka panjang. Metronidazole tidak lebih unggul, namun lebih merusak. Apa yang terjadi di dalam usus? Bakteri anaerob komensal ikut terbunuh — metronidazole tidak bisa membedakan bakteri jahat dan bakteri usus yang bermanfaat Bakteri pengonversi asam empedu (P. hiranonis) berkurang drastis — asam empedu sekunder yang melindungi usus pun menurun Produksi SCFA (butirat, propionat) turun — dinding usus kehilangan nutrisi utamanya, permeabilitas meningkat Dysbiosis berlanjut 4-6 minggu pasca obat dihentikan — jauh melampaui durasi pengobatan itu sendiri Pada kucing: uremic toxin dalam darah ikut berubah — berpotensi mempengaruhi fungsi ginjal terutama pada kucing senior Kapan metronidazole tidak tepat digunakan? Diare akut biasa Tanpa demam, masih mau makan, tidak ada darah masif — mayoritas sembuh sendiri dalam 2-3 hari tanpa antibiotik Giardia pada kucing Seringkali tidak perlu diobati. Bila perlu, fenbendazole lebih aman dan dianjurkan pedoman ESCCAP 2025. Diare kronik tanpa diagnosis Antibiotik bukan first-line. Perlu evaluasi diet, endoskopi, dan histopatologi lebih dahulu Sebagai "obat diare" empiris Penggunaan rutin untuk diare apa pun tanpa indikasi spesifik adalah praktik yang sudah tidak sejalan dengan pedoman terkini Yang bisa dilakukan pemilik & klinisi Jangan minta atau meresepkan metronidazole untuk diare ringan. Coba manajemen diet + probiotik dulu selama 48-72 jam. Jika metronidazole memang diperlukan, mulai probiotik dari hari pertama — bukan setelah selesai. Bakteri Lactobacillus dan Bifidobacterium terbukti tahan terhadap metronidazole dan berperan dalam pemulihan. Tambahkan serat fermentable (beet pulp, psyllium, inulin) selama dan setelah pengobatan untuk mendukung produksi SCFA dan kesehatan lapisan usus. Rencanakan pemulihan aktif 4-6 minggu dengan diet GI, probiotik, dan follow-up klinis. Dysbiosis tidak hilang begitu obat dihentikan. Author: Drh SJ Mahardhiko Widodo Sumber: Ng et al. JSAP 2025 · Martini et al. Pets/MDPI 2025 · Marshall-Jones et al. Sci Rep 2024 · Holz et al. Antibiotics/MDPI 2024 · Zielesny et al. Pets/MDPI 2025 · BSAVA/SAMSoc 2024 · ESCCAP 2025
- Keunggulan Layanan USG Abdomen untuk Diagnostik Abdomen Hewan
Sebagai Pelayanan Kesehatan Hewan, Kami selalu ingin memberikan yang terbaik untuk kesehatan Pasien. Salah satu hal yang sangat membantu dalam menjaga kesehatan mereka adalah pemeriksaan diagnostik yang tepat. Salah satu metode yang semakin populer dan sangat berguna adalah USG abdomen. Dengan teknologi ini, kita bisa melihat kondisi organ dalam hewan peliharaan tanpa harus melakukan tindakan invasif. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang keunggulan layanan USG abdomen untuk hewan peliharaan! Apa Itu Diagnostik Abdomen Hewan dan Mengapa Penting? Diagnostik abdomen hewan adalah proses pemeriksaan organ-organ dalam perut hewan, seperti hati, ginjal, kandung kemih, limpa, dan usus. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mendeteksi berbagai masalah kesehatan yang mungkin tidak terlihat dari luar, seperti tumor, batu ginjal, infeksi, atau gangguan pencernaan. Bayangkan saja, seperti kita manusia yang pergi ke dokter untuk cek kesehatan dengan alat canggih, hewan peliharaan juga butuh pemeriksaan serupa agar dokter hewan bisa memberikan penanganan yang tepat. Dengan diagnostik abdomen hewan, kita bisa mengetahui kondisi hewan secara lebih detail dan akurat. Pemeriksaan USG abdomen pada hewan peliharaan di klinik hewan Keunggulan Layanan USG Abdomen untuk Hewan Peliharaan USG abdomen adalah salah satu metode diagnostik yang paling aman dan efektif. Berikut beberapa keunggulan yang saya temukan saat menggunakan layanan ini untuk hewan peliharaan: Non-invasif dan Nyaman USG menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar organ dalam. Tidak ada jarum atau sayatan, jadi hewan peliharaan tidak merasa sakit atau stres berlebihan selama pemeriksaan. Hasil Cepat dan Akurat Dalam waktu singkat, dokter hewan bisa melihat kondisi organ dalam secara real-time. Ini sangat membantu untuk diagnosis cepat dan penanganan segera. Deteksi Masalah Sejak Dini Dengan USG, kita bisa mendeteksi masalah kesehatan sebelum gejala terlihat jelas. Misalnya, tumor kecil atau batu ginjal yang belum menimbulkan rasa sakit. Memantau Perkembangan Penyakit USG juga berguna untuk memantau kondisi hewan selama pengobatan. Dokter bisa melihat apakah terapi yang diberikan efektif atau perlu penyesuaian. Tidak Memerlukan Anestesi Biasanya, pemeriksaan USG tidak memerlukan anestesi, sehingga risiko bagi hewan peliharaan lebih kecil dibandingkan prosedur lain yang lebih invasif. Cocok untuk Berbagai Jenis Hewan Baik anjing, kucing, maupun hewan kecil lainnya bisa menjalani USG abdomen dengan mudah. Dengan semua keunggulan ini, saya merasa lebih tenang karena bisa memberikan perawatan terbaik untuk hewan kesayangan saya. Berapa Biaya yang Dikenakan Dokter Hewan untuk Pemeriksaan USG? Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah soal biaya pemeriksaan USG abdomen. Biaya ini bisa bervariasi tergantung klinik dan lokasi, tapi biasanya cukup terjangkau mengingat manfaat besar yang didapat. Di beberapa klinik di Bogor dan Cibubur, biaya USG abdomen untuk hewan peliharaan berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000. Harga ini sudah termasuk konsultasi dan hasil pemeriksaan yang lengkap. Jika diperlukan pemeriksaan tambahan atau tindakan lanjutan, tentu akan ada biaya tambahan. Kami sarankan untuk selalu menanyakan detail biaya sebelum pemeriksaan agar tidak ada kejutan. Ingat, investasi untuk kesehatan hewan peliharaan adalah hal yang sangat berharga. Dokter hewan melakukan pemeriksaan USG pada perut anjing Tips Memilih Layanan USG Abdomen Hewan yang Tepat Memilih layanan USG abdomen hewan yang tepat sangat penting agar hasil pemeriksaan akurat dan hewan peliharaan merasa nyaman. Berikut beberapa tips yang saya gunakan saat memilih klinik: Dokter Hewan Berpengalaman Pengalaman dokter sangat berpengaruh pada interpretasi hasil USG. Pilih klinik dengan dokter yang ahli di bidang diagnostik hewan. Pelayanan Ramah dan Profesional Klinik yang ramah akan membuat hewan peliharaan lebih tenang selama pemeriksaan. Lokasi yang Mudah Dijangkau Pilih klinik yang dekat dengan rumah agar mudah diakses saat darurat. Review dan Rekomendasi Membaca ulasan dari pemilik hewan lain bisa membantu menentukan pilihan terbaik. Bagaimana Prosedur Pemeriksaan USG Abdomen pada Hewan Peliharaan? Prosedur USG abdomen pada hewan peliharaan cukup sederhana dan tidak menyakitkan. Berikut langkah-langkah yang biasanya dilakukan: Persiapan Hewan Hewan biasanya diminta untuk puasa beberapa jam sebelum pemeriksaan agar perut tidak penuh dan hasil USG lebih jelas. Posisi Hewan Hewan akan ditempatkan dalam posisi yang nyaman, biasanya berbaring telentang atau miring. Pengolesan Gel Dokter hewan akan mengoleskan gel khusus pada area perut untuk membantu gelombang suara merambat dengan baik. Pemindaian dengan Transduser Alat transduser digerakkan di atas perut untuk menangkap gambar organ dalam. Analisis dan Diskusi Hasil Setelah pemeriksaan, dokter akan menjelaskan hasil dan memberikan rekomendasi perawatan jika diperlukan. Proses ini biasanya hanya memakan waktu 15-30 menit dan hewan peliharaan bisa langsung pulang setelahnya. Mengapa USG Abdomen Penting untuk Kesehatan Jangka Panjang Hewan Peliharaan? Kami percaya bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Dengan rutin melakukan pemeriksaan USG abdomen, kita bisa: Mendeteksi Penyakit Lebih Awal Seperti kanker, infeksi, atau gangguan organ yang belum menunjukkan gejala. Memantau Kondisi Kronis Jika hewan memiliki penyakit seperti diabetes atau gangguan ginjal, USG membantu memantau perkembangan penyakit. Meningkatkan Kualitas Hidup Hewan Dengan penanganan tepat waktu, hewan peliharaan bisa hidup lebih sehat dan bahagia. Mengurangi Biaya Pengobatan Deteksi dini biasanya membuat pengobatan lebih mudah dan murah. Jadi, jangan ragu untuk memanfaatkan layanan USG abdomen sebagai bagian dari perawatan rutin hewan peliharaan. Kami berharap informasi ini membantu kamu memahami betapa penting dan bermanfaatnya layanan USG abdomen untuk hewan peliharaan. Dengan teknologi ini, kita bisa memberikan perawatan yang lebih baik dan memastikan teman berbulu kita selalu sehat dan ceria. Jangan lupa, kesehatan hewan peliharaan adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga! Author: Drh SJ Mahardhiko Widodo
- Prolaps Anus pada Hewan Peliharaan: Pentingnya Penanganan Segera
Feb 2026 Ketika membahas kesehatan hewan peliharaan, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Salah satu kondisi yang sering kali kurang disadari tapi sangat penting untuk ditangani dengan cepat adalah prolaps anus, sebuah kondisi dimana ada bagian dari usus dan anus keluar. Sekarang, saya akan berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang mengapa penanganan cepat pada kasus prolaps anus sangat krusial. Apa Itu Prolaps Anus pada Hewan Peliharaan? Prolaps anus adalah kondisi di mana bagian dari rektum atau anus hewan keluar dari tempatnya dan terlihat di luar tubuh. Ini bukan hanya masalah estetika, tetapi bisa menjadi kondisi yang sangat menyakitkan dan berbahaya jika tidak segera ditangani. Bayangkan seperti sebuah ban dalam sepeda yang tiba-tiba keluar dari velg dan menggantung di luar. Jika dibiarkan, ban itu bisa rusak parah. Hal yang sama berlaku untuk prolaps anus; jika tidak cepat ditangani, jaringan yang keluar bisa mengalami iritasi, infeksi, bahkan nekrosis (kematian jaringan). Mengapa Penanganan Cepat Sangat Penting? Penanganan cepat pada kasus prolaps anus sangat penting karena beberapa alasan berikut: Mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut Jaringan yang keluar dari anus sangat rentan terhadap gesekan dan infeksi. Semakin lama dibiarkan, semakin besar risiko kerusakan permanen. Mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan Hewan peliharaan akan merasa sangat tidak nyaman dan sakit. Penanganan cepat membantu mengurangi penderitaan mereka. Menghindari komplikasi serius Jika tidak ditangani, prolaps bisa menyebabkan perdarahan hebat, infeksi berat, dan bahkan kematian jaringan. Mempercepat proses penyembuhan Semakin cepat ditangani, semakin cepat hewan peliharaan bisa pulih dan kembali aktif seperti biasa. Sebagai pemilik hewan, kita harus selalu mengingatkan diri sendiri dan teman-teman untuk tidak menunda membawa hewan ke dokter hewan jika melihat gejala prolaps anus. Prolaps Anus, source: AWS Academy 2025 Tanda-Tanda Prolaps Anus yang Harus Diwaspadai Mengenali tanda-tanda prolaps anus sejak dini sangat membantu dalam penanganan cepat. Berikut beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan: Ada benjolan merah atau pink di sekitar anus Benjolan ini biasanya lembap dan bisa terlihat seperti jaringan yang keluar. Hewan sering menjilati atau menggigit area anus Ini tanda hewan merasa tidak nyaman atau sakit. Kesulitan buang air besar atau sering mengejan Prolaps sering terjadi karena tekanan berlebih saat buang air besar. Perdarahan dari anus Jika ada darah, segera bawa ke dokter hewan. Perubahan perilaku seperti lesu atau tidak nafsu makan Ini bisa menandakan rasa sakit yang cukup parah. Langkah-Langkah Penanganan Prolaps Anus Jika kamu menemukan tanda-tanda prolaps anus pada hewan peliharaan, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan: Segera bawa ke dokter hewan Jangan menunda. Penanganan dokter profesional sangat penting. Jaga kebersihan area yang terkena Bersihkan dengan air hangat dan kain bersih untuk mengurangi risiko infeksi. Hindari memaksa memasukkan kembali jaringan Ini bisa menyebabkan luka lebih parah jika tidak dilakukan dengan benar. Ikuti anjuran dokter hewan Dokter mungkin akan memberikan obat anti-inflamasi, antibiotik, atau tindakan operasi jika diperlukan. Operasi ini contohnya adalah pemasangan Purse-String, jahitan pada anus. Atau jika berulang, operasi colopexy/retropexy adalah opsi terbaik. Pantau kondisi hewan secara rutin Pastikan tidak ada tanda-tanda memburuk setelah penanganan. Sebagai pemilik hewan, saya selalu menyarankan untuk tidak mencoba mengobati sendiri tanpa konsultasi karena bisa memperparah kondisi. Cara Mencegah Prolaps Anus pada Hewan Peliharaan Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa tips yang bisa membantu mencegah prolaps anus: Berikan makanan yang kaya serat Serat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Pastikan hewan cukup minum air Dehidrasi bisa menyebabkan feses keras dan sulit dikeluarkan. Rutin ajak hewan berolahraga Aktivitas fisik membantu menjaga fungsi pencernaan. Periksa kesehatan secara rutin ke dokter hewan Deteksi dini masalah pencernaan atau penyakit lain yang bisa menyebabkan prolaps. Hindari stres berlebihan pada hewan Stres bisa mempengaruhi kesehatan pencernaan. Dengan langkah-langkah ini, kita bisa membantu hewan peliharaan tetap sehat dan terhindar dari masalah prolaps anus. Kami ingin menjadi Mitra Kesehatan Anabul mu! Sebagai pemilik hewan, kita harus merasa penting untuk selalu menjadi mitra terpercaya bagi hewan peliharaan kita. Ini berarti: Mengenali tanda-tanda masalah kesehatan sejak dini Membawa hewan ke dokter hewan secara rutin Memberikan perawatan terbaik sesuai anjuran profesional Mencari informasi yang akurat dan terpercaya Dengan cara ini, kita bisa memastikan hewan peliharaan kita mendapatkan perawatan yang tepat dan cepat, terutama dalam kasus-kasus darurat seperti prolaps anus. Kesimpulan Semoga informasi ini membantu kamu lebih memahami pentingnya penanganan cepat pada kasus prolaps anus. Jangan ragu untuk segera bertindak jika melihat tanda-tanda yang mencurigakan. Jangan ragu datang ke dokter hewan kota manapun, Bogor, Cibubur, atau bahkan ke Maxim Pet Care, kesehatan hewan peliharaan adalah prioritas utama kita! Author: Drh Mahardhiko Widodo Referensi: AWS Academy 2025
Vet Brief (22)
- Canine Herpesvirus
Canine Herpesvirus, penyakit viral yang mematikan bagi anak anjing di minggu-minggu pertama kehidupan. Selengkapnya hanya di situs kami, Maxim Pet Care. Oct 2020 Mortalitas Anak Anjing Berhubungan Dengan Canine Herpes Virus Drh Miko Widodo Canine Herpesvirus (CHV), adalah virus DNA herpesvirus yang sering berasosiasi dengan tingkat mortalitas tinggi anak anjing. Apa itu Canine Herpesvirus? Canine Herpervirus (CHV) merupakan herpesvirus yang sensitive terhadap kebanyakan desinfektan (eter dan kloroform). Virus ini rentan di lingkungan, sehingga kontak langsung diperlukan untuk transmisi. Transmisi biasanya terjadi pada individu rentan, dengan anjing terinfeksi yang melepaskan virus melalui sekresi oral, nasal, dan vaginal. Hewan terinfeksi yang cukup baik imunitasnya, umumnya tanpa gejala (subklinis), namun melepas (shedding) virus dari sekretnya. Faktor Risiko Hewan rentan terkategori pada mereka yang sakit, malnutrisi, induk bunting, dan anak baru lahir. Resiko yang diperoleh adalah infeksi akut, yang juga dapat ditransmisikan secara in utero, pada janin atau anakan. Hal ini menghasilkan ciri khas abortus, stillbirth, dan kematian mendadak anak anjing. Namun, pada betina bunting yang pernah terinfeksi, tidak akan mentransmisikan infeksi. Tanda Klinis CHV biasanya menginfeksi anjing berumur 1-4 minggu hingga 3 bulan, dan jarang pada umur 6 bulan. Gejala dapat terlihat atau tidak, dengan onset tiba-tiba dalam 24 jam. Jika terdapat gejala klinis, maka letargi, diare, nasal-ocular discharge, conjunctivitis, edema korneal, erythematous rash, vaginitis-phostitis langka, dan lepuhan-lepuhan oral, dengan atau tanpa demam. Pnumonia secara radiograf terlihat pola interstisial pattern yang khas pada kebanyakan viral pneumonia. Perbedaan kontras pada penyakit viral lain adalah leukositosis dapat terjadi. Sindrom “kennel cough” dapat meliputi CHV pada kebanyakan anjing. Rhinitis hingga vaginitis dan phostitis umum disertai lepuhan vesicular. Pada anjing berumur 1-4 minggu, penyakit ini sangat mematikan, karena mereka belum memiliki sifat antibodi yang berkembang dan adaptif terhadap infeksi alami. Anak anjing bisa terinfeksi selama masa perkembangan janin dalam kandungan akibat induk terinfeksi trimester akhir, selama masa kelahiran, atau paparan langsung virus dilingkungan pada minggu-minggu pertama kehidupan. Kasus pada anjing 8 minggu hingga 12 minggu jarang terjadi, namun tetap rentan. Pada anjing dewasa, gejala tidak terlihat, namun dapat berkembang pada saluran respirasi atas dan bawah, berkembang bersama ‘kennel cough’. Studi Terkini Studi kasus patologi yang dilakukan oleh pathologist Edwards (2018), menunjukkan bukti nekropsi yang menarik. Studi ini mengoleksi bahan nekropsi sejumlah 2 dari 8 anak anjing yang telah meninggal ke Texas A&M Veterinary Medical Diagnostic Lab (TVMDL) . Anak-anak ini diestimasikan berumur dibawah 4 minggu. Dari total anjing tersebut, 6 anak lainnya telah meninggal, sebagian tanpa gejala, dan sebagian hanya hilang nafsu makan, disusul dengan kematian 12-24 jam kemudian. Sehingga, studi ini menyimpulkan tingat mortalitas hingga 75% terhadap anak-anak anjing rentan. Hasil nekropsi menunjukkan hasil kedua anak anjing memiliki lesion yang mirip. Kontras perubahan patologi anatomi adalah multifocal ekimosis hemorrhagik bilateral pada ginjal. Pada satu individu, terlihat hampir seluruh bagian ginjal mengalami pendarahan hebat (Lihat Gambar 1). Gambar 1 Foto lesi ginjal yang mengalami ptechie – ecchymotic, khas Canine Herpes Virus Kedua anak menunjukkan pendarahan ptekie pada hati dan usus, dan satu anak mengalami pneumonia sedang. Secara histopatologi, pada nefritis, hepatitis, dan pneumonia mengalami nekrosis, dengan atau tanpa hemorrhagi dan fibrinous. Badan inklusi intranuklear sangat langka ditemukan (Lihat Gambar 2). Gambar 2 Fotomikrograf menggambarkan nekrosis ginjal (area merah muda di tengah) dan pendarahan. Inset: Badan inklusi intranuklear di ginjal konsisten dengan virus herpes. Diagnosis Pertimbangan diagnostik perlu menjadikan Herpes Virus sebagai diferensial diagnostic mayor. Secara kimia darah lab, hepatitis dapat dibingungkan dengan infectious canine hepatitis (ICH), tapi tidak menyebabkan penebalan, edematus, pada kantung empedu. Selain itu, hasil kimia darah pada ginjal juga membingungkan pada neosporosis atau ICH, juga Distemper. CHV sangat identik pada kematian neonatal, dan mortalitas neonatal. PCR dapat digunakan untuk meneguhkan diagnosa, karena memiliki spesifisitas dan sensitifitas tinggi, dibandingkan HA, ELISA, dan IFA. Preparat atau isolate sampel didapat secara khusus pada post-mortem, isolasi paru, hati, ginjal, dan limpa secara kultur sel. Histopatologi dengan IFA dapat menunjukkan perubahan mikroskopik jaringan. Rencana Pengobatan Pengobatan terapi tidak terlalu menguntungkan pada anak anjing dengan infeksi akut-sistemik, dan prognosis pada anak yang bertahan harus dilindungi dan dijaga, karena kerusakan mungkin dapat permanen pada organ limfoid, orak, ginjal, dan hati. Berikan perawatan intensif, disertai pengaturan suhu ruang (35 C) dan kelembaban 50%, injeksi serum untuk imunisasi pasif per intraperitoneal, terapi supportif diperlukan, dan lesi kulit dengan acyclovir 5% dan lesi mata dengan cidofovir 0.5% dapat digunakan. Antivirus seperti vidarabine belum seutuhnya terbukti. Pencegahan dan Pengendalian Belum ada vaksinasi tersedia. Mencegah serangan virus pada anak anjing dilakukan selama masa kebuntingan induk trimester akhir, partus, dan tiga minggu awal kehidupan si kecil. Pada masa tersebut sangat kritis bila terpapar virus lingkungan, maka hindari anjing-anjing lain, dan tingkatkan hygiene – sanitasi individu dan lingkungan. Editor: Drh Miko Widodo Referensi: Edward E. 2018. High mortality in a litter of puppies: infection with canine herpesvirus. TVMDL. Creevy K E. 2013. Overview of canine herpesviral infection. MSD Vet Manual.
- Peluang Kennel Boy / Groomer
Kami membuka peluang bagi Anda yang memiliki keberanian dengan Hewan, untuk bersahabat lebih erat dengan Hewan dan menyukai pekerjaan keseharian dengan Hewan. MAXIM OUR FIRM Start Your Career Now! Lulusan fresh graduate ? Cari tahu informasi karir disini Peluang Kennel Boy / Groomer Mohon maaf, untuk saat ini lowongan Staff dan Administrasi sedang tidak ada. Namun Anda tetap dapat mengajukan lamaran melalui email Hello@maximpetcare.com , dengan menyertakan dokumen subjek "Lamaran Maxim Pet Care" Anda juga dapat melakukan pengisian form "We're Hiring" dibawah ini. Syarat dokumen yang perlu dilampirkan dapat diketahui dibawah ini. Cek peluang kerja disini: Peluang Kerja Lulusan fresh graduate ? Cek Karir atau We're Hiring Posisi Kirim Silahkan Cek Email Anda! Syarat Dokumen
- Vet Talks Collection
June 2020 Ringworm pada Kucing Drh Intan Maria Paramita Apa Itu Ringworm? Ringworm atau yang biasa kita sebut dengan “jamuran” sebenarnya memiliki nama asli yaitu dermatofitosis yang artinya infeksi dermatofita (kapang/jamur) pada tubuh hewan. Ada tiga jenis yang perlu diketahui yaitu Microsporum ssp., Trichopyton sp., dan Epidermophyton sp. Kapang yang paling banyak menginfeksi kucing berasal dari jenis Microsporum canis . Seperti jamur pada umumnya, kapang ini menghasilkan spora yang sangat kecil dan menjadi sumber penularan ke hewan lain. Jenis kapang Microsporum gypseum juga dapat menular dari kontak hewan dengan tanah (atau lingkungan sekitar), yang mengandung spora jamur tersebut. Jenis kapang lain yang dapat menginfeksi kucing adalah Trichopyton sp. Kapang jenis ini banyak ditemukan pada hewan-hewan eksotik. Pada beberapa kasus, penularan kapang ini terhadap kucing dilaporkan berasal dari pemeliharaan bersamaan kucing dengan kelinci, landak mini, dan hewan eksotik lainnya dalam satu rumah. Selain itu, jenis kapang Epidermophyton sp. dapat pula menginfeksi, namun kapang ini kebanyakan berasal dari manusia dan bersifat occasionally . Patogenesis Jamur akan merusak dan menginfeksi lapisan kulit terluar (lapis stratum corneum ) di satu titik dan terus meluas ke arah luar (sentrifugal ) menginfeksi kulit yang masih sehat. Kulit yang terinfeksi jamur akan mengering dan tepiannya berwarna merah, hingga membentuk cincin dan sering disebut ringworm . Bagian ini mengandung jamur yang sedang aktif menginfeksi lapisan kulit. Gejala Klinis Bentuk gejala klinis yang terlihat biasanya berbentuk kemerahan pada tepian luka, gatal, timbul kerak dan kebotakan berbentuk cincin. Hal ini terjadi karena sifat dari pertumbuhan jamur yang sentrifugal dari satu titik di tengah luka. Namun, tidak semua gejala dapat terlihat bersamaan pada seekor kucing. Kucing dapat mengalami kasus infeksi ringan, sedang, hingga parah. Pada kasus ringan, kucing mengalami kegatalan ringan dalam satu spot, yang semakin lama akan tumbuh kerak hingga kebotakan kecil berbentuk cincin. Pada kasus sedang, kebotakan akan bertambah menjadi beberapa spot dalam satu region tubuh, misalnya pada punggung, jari kaki, hingga area kepala. Kucing yang mengalami dermatofitosis parah biasanya terlihat kebotakan di sekujur tubuh. Diagnostik Teknik diagnosa dapat berupa pengamatan area yang diduga berjamur dibawah mikroskop, dengan menggunakan hairplucking method (teknik cabut rambut) atau tape test (teknik selotip). Pemeriksaan dilakukan untuk melihat ada tidaknya hifa suatu kapang di area terduga tersebut. Selain itu, cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan menggunakan wood lamp atau lampu khusus untuk melihat pendaran di rambut yang sudah terinfeksi kapang, walaupun tidak spesifik. Rambut yang sudah terinfeksi kapang akan mudah patah dan terlihat berpendar (menyala) saat tersinari wood lamp . Treatment Kucing yang terdiagnosa mengalami ringworm akan disarankan untuk melakukan terapi seperti mandi dengan sampo khusus pengobatan jamur, pemberian salep anti jamur, atau obat sesuai dengan anjuran dokter. Pemberian obat ini tergantung dari derajat keparahan infeksi kapang tersebut, sehingga tiap individu akan mendapatkan cara pengobatan yang berbeda-beda. Oleh karena itu janganlah ragu, segera bawa hewan kesayanganmu ke dokter hewan jika menemukan gejala tersebut. Editor: Drh Miko Widodo








