top of page

Search Results

40 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • AFAST dan TFAST

    VETalks Professional #2024 AFAST dan TFAST: USG Kilat Buat Pasien Cedera August 2024 Bayangin gini,  kamu lagi nonton film aksi, terus tiba-tiba ada kecelakaan. Si jagoannya langsung kena bentur, terus langsung dibawa ke rumah sakit. Nah, dokternya butuh tahu cepet, ada luka dalam apa enggak. Di situlah jagoannya USG, namanya AFAST dan TFAST. AFAST  itu kayak detektif perut. Dia ngecek dalaman perut buat cari bocor darah atau cairan aneh. Kalau ketemu, langsung tindakan! TFAST  itu kayak detektif dada. Dia cek bagian dada buat cari cairan di sekitar paru-paru atau jantung. Kerennya, dua detektif ini kerja cepet! Dokter tinggal ngolesin gel, trus scan-scan,  langsung ketahuan ada masalah apa enggak. Gak pake lama, langsung bisa nentuin tindakan selanjutnya. Jadi, AFAST dan TFAST itu kayak pahlawan tanpa jubah buat pasien cedera. Mereka bantu dokter kerja cepat dan tepat, biar pasiennya bisa pulih secepatnya. Apa itu AFAST dan TFAST? AFAST  adalah singkatan dari abdominal focused assessment with sonography for trauma, triage, tracking . Ini adalah pemeriksaan USG yang difokuskan pada perut untuk melihat apakah ada perdarahan atau cairan di dalam perut. TFAST  adalah singkatan dari thoracic focused assessment with sonography for trauma, triage, tracking . Pemeriksaan ini mirip dengan AFAST, tetapi fokusnya pada dada untuk melihat apakah ada cairan di sekitar paru-paru atau jantung. Mengapa pemeriksaan ini penting? Cepat:  Pemeriksaan ini sangat cepat dilakukan, sehingga dokter bisa segera mengetahui kondisi pasien dan memberikan penanganan yang tepat. Akurat:  Meskipun tidak sedetail pemeriksaan USG lengkap, AFAST dan TFAST cukup akurat dalam mendeteksi adanya cairan di dalam tubuh. Tidak invasif:  Pemeriksaan ini tidak menyakitkan dan tidak memerlukan tindakan invasif seperti pemeriksaan lainnya. Bagaimana cara kerja pemeriksaan ini? Dokter akan mengoleskan gel pada kulit pasien dan kemudian mengarahkan alat USG ke bagian tubuh yang akan diperiksa. Alat USG akan memancarkan gelombang suara yang akan memantul kembali dan membentuk gambar organ dalam pada layar. Dokter akan melihat apakah ada area yang berwarna hitam (anechoic), yang menandakan adanya cairan. Apa manfaat pemeriksaan ini? Membantu menentukan penanganan:  Jika ditemukan cairan pada pemeriksaan AFAST atau TFAST, dokter bisa segera melakukan tindakan yang diperlukan, seperti aspirasi, centesis, operasi atau transfusi darah. Memantau kondisi pasien:  Pemeriksaan ini bisa dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan kondisi pasien. Key Points: AFAST dan TFAST adalah alat yang sangat berguna dalam penanganan pasien trauma. Pemeriksaan ini membantu dokter untuk cepat dan akurat mendeteksi perdarahan internal, sehingga penanganan pasien bisa lebih efektif. Author: Drh Mahardhiko Widodo Referensi: TVP Today Veterinary Practice 2024

  • Homedental, gigi sehat bulu sehat

    Perlukah anabul sikat gigi? Drh Mahardhiko Widodo August 2024 Nafas Berbau Setiap kali anjing atau kucing makan, dalam 4 jam akan terbentuk “ plaque ”, sebuah biofilm tipis menyelaputi geligi akan menjadi media tumbuh yang baik bagi bakteri. Kemampuan anabul membersihkan gigi hanya jika ia terbiasa memakan pakan “dryfood” dan dental snack. Namun, bagaimana jika anabul termasuk hewan picky eater? Sangat mungkin ia akan terbiasa memakan makanan yang mudah sekali membentuk plaque. Sekali terbentuk, ia akan melekat dan terakumulasi hari demi hari, minggu demi minggu, dan muncul tanda nafas berbau. Plaque terbentuk oleh bakteri, produk saliva, dan partikel pakan.   Plaque yang terakumulasi disebut dengan tartar. Sekali tartar tampak pada mulut, kerusakan gigi dan mulut sudah terjadi. Mengapa? Karena metabolisme bakteri yang tumbuh menghasilkan enzim-enzim yang menyebabkan kerusakan pada gigi, gusi, dan tulang rahang. Semakin lama, menghasilkan peradangan seperti gingivitis dan periodontal disease. Penyakit mulut hewan bisa bikin nafas berbau busuk, ini mudah sekali berkembang, dan jika parah memerlukan tindakan oleh dokter hewan, dan mungkin saja ekstraksi beberapa geligi yang membusuk hingga akarnya. Umumnya dokter menyarankan untuk dental scalling dan dental surgery.  Penting untuk diketahui dengan seksama, bahwa tujuan utama adalah mencegah tartar muncul kembali, mencegah peradangan, dan kehilangan gigi. Untuk itu, sebagai pemilik hewan memulai kebiasaan kecil seperti perawatan gigi dirumah adalah kunci, dan rancanglah bersama dokter untuk memeriksa rutin kesehatan oral anabul.   Tahap-tahap Kerusakan Geligi Kerja Bagus! - Mulut sehat Tidak ditemukan plaque atau tartar di gigi. Gusi tampak sehat dan pink. Tidak ada abnormalitas pada gigi. Menyikati gigi hewan setiap hari sangat ideal.  Stage 1 - gingivitis ringan Jika diperhatikan, tampak kemerahan dan meradang pada batas antara gigi dan gusi. Mungkin tidak menyeluruh, namun plaque mulai terbentuk perlahan. Mulailah untuk merawat gigi hewan setiap hari mulai sekarang. Stage 2 - gingivitis sedang Seluruh gusi meradang! Tampak kemerahan dan meradang pada batas antara gigi dan gusi. Nyeri ketika makan mungkin terjadi dan aroma mulut berbau. Kesempatan bagi bakteri untuk merusak hingga akar gigi, dan menyebar melalui pembuluh kapiler darah. Pada kondisi ini, bakteri dapat menyebar ke organ lain tubuh. Tidak ada waktu lagi, mulailahpertimbangkan kesehatannya ke dokter dan scalling.  Stage 3 - gingivitis berat Nyeri mulut menjadi tanda, dan hewan mengalami hipersalivasi atau ileran setiap saat. Tartar mudah sekali terlihat kasat mata. Peradangan terjadi diseluruh gusi seperti merah cherry! Bakteri telah menyebar ke organ lain, dan tartar mengeras menjadi calculus atau membatu. Jantung dan ginjal mungkin mengalami peradangan serius.  Dental Scalling dan surgery diperlukan untuk evakuasi beberapa gigi yang membusuk. Perawatan dirumah sayangnya akan menjadi kegiatan rutin mulai sekarang, untuk mencegah nyeri mulut, hilang gigi, dan infeksi dikemudian hari Stage 4 - End-stage periodontal disease Infeksi kronis terjadi, merusak sebagian atau seluruh mulut, gigi, gusi, dan mungkin tulang rahang. Penyebaran bakteri atau sepsis sudah terjadi pada organ jantung, ginjal, hingga hati. Dental Scalling dan surgery diperlukan sesegera mungkin  untuk evakuasi sebagian atau seluruh gigi yang membusuk. Perawatan dirumah sayangnya akan menjadi kegiatan rutin mulai sekarang, untuk memperpanjang ekpektasi hidup anabul.  Jangan berkecil hati, karena buah hati tidak pernah menolak apapun makanan yang kita berikan. Pilihlah pakan yang baik, pikirkan dental snack dan rawatlah kesehatan gigi mulai sekarang.  Tindakan yang mungkin diperlukan dalam Scalling-Dental Surgery Pre-anestesi profil darah . Anabul perlu diperiksa secara hematologi dan kimia darah untuk kelayakan pembiusan dan protokol bedah termasuk manajemen obat antinyeri. Pemasangan intravena (IV) catheter dan terapi infus , diperlukan untuk injeksi pengobatan termasuk protokol anestesi. Infus IV membantu memelihara suhu tubuh dan tekanan darah yang sangat vital bagi organ tubuh.  Proses Anestesi dan Monitoring , dalam prosedur anestesi, anabul akan monitor baik pernafasan, inhalasi dan oksigen, ritme jantung dan paru, pulsus, saturasi oksigen, EKG, dan tekanan darah dalam monitoring patient. Complete oral exams,  dalam prosedur ini dilakukan penilaian menyeluruh seluruh mulut, baik gigi, gusi, lidah, dan pertulangan rahang atas dan bawah untuk menilai pembengkanan, pembusukan, massa tumor, pendarahan, dan calculus. Dental scalling , melalui ultrasonic scaler  pembersihan plaque dan tartar tertama  pada biofilm, sela gigi, hingga menjangkau batas gusi bawah. Prosedur ini mirip seperti scalling pada dentist manusia Evakuasi dan Ekstraksi Gigi , beberapa gigi yang mati membusuk hingga akar, harus dievakuasi dengan mencabut gigi karena merupakan pintu utama dari penyebaran bakteri atau sepsis. Pemerian antibiotik diperlukan selama pembedahan dan perawatan dirumah.  Pain management , selayaknya makhluk hidup yang memiliki kualitas hidup yang baik, anabul akan diutamakan untuk menerima lokal anestesi, injeksi painkiller, dan obat resep untuk mengontrol kesehatan dan nyeri mulut dirumah.  Author: Drh Mahardhiko Widodo Referensi: Royal College Vet 2024

  • 7 Masalah Kulit Pada Anjing

    Penyebab Umum Masalah Kulit Anjing Drh Jenny Vony Modified, 20 Dec 2021 Siapa nih Pawrents yang anjingnya sedang melakukan perawatan profesional untuk mengatasi masalah kulitnya? Pasalnya, ketika penyakit kulit tidak segera diobati, atau diobati secara tidak tepat, kondisinya seringkali menjadi komplikasi atau rumit :( Nah, setelah mengetahui tanda-tandanya, sekarang saatnya mengetahui si penyebab sakit kulit yuk. Kenali penyebab umum masalah kulit si Kecil sedini mungkin ya Pawrents! Ketombe seperti manusia, anjing juga dapat mengalami tanda serupa ya. Umumnya akibat dari perubahan lingkungan kulit seperti pH kulit, dapat berdampak terhadap seluruh permukaan kulit loh Pawrents. Hal ini membuat kulit menjadi lebih kering dan gatal. Namun, ketombe dapat dengan mudah diobati dengan treatment grooming khusus secara berkala. Kutu pada anjing menyumbang sejumlah masalah loh pawrents. Jika pawrents memiliki 1 dari 5 ekor anjing yang mengalami kutuan, umumnya dalam hitungan hari seluruh kawanan akan mengalami kutuan. Ketika kutu menghinggapi hewan, ia akan menggigitnya dan menghisap darah untuk nutrisi dan perkembangbiakannya. Air liur yang dihasilkan kutu juga bisa masuk kedalam tubuh anjing dan memicu reaksi alergi. Hal ini yang menyebabkan gatal-gatal hebat pada anjing. Kutu memiliki siklus perkembangbiakan dimana ia dapat menghasilkan ribuan telur dalam waktu 28 hari. Kutu dapat bertahan dilingkungan rumah seperti di karpet atau tepat tidur anjing. Jadi, sebelum beranjak untuk menuntaskan kutu pada si Kecil, jangan lupa untuk membersihkan karpet dan benda-benda lain yang mungkin dihinggapi kutu. Dalam kondisi kutuan yang parah, dokter akan menilai kualitas lingkungan dan merancang pengobatan kutu berkala dalam satu kuartal tahun pertama (tiga bulan), serta medicated shampoo yang dikhususkan baginya. Kudis pada anjing disebabkan oleh salah satu jenis kutu yang dapat menyebabkan masalah kulit cukup parah. Ada dua jenis yaitu demodektik dan sarkoptik. Demodektik disebabkan oleh agen Demodex canis yang secara alami ada pada folikel rambut si kecil. Namun, ketika anjing dalam kondisi sakit, tidak terurus, berumur tua atau memiliki sistem kekebalan yang lemah, maka kutu ini semakin merajalela. Berbeda dengan sarkoptik yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, kutu ini ditularkan dari hewan penular yang mengalami scabiosis, dan awalnya tertular pada bagian tubuh yang memiliki iritasi, luka terbuka akibat lecet atau garukan, yang menimbulkan sensasi gatal luar biasa di area telinga, hidung, wajah, dan area kaki. Umumnya menyebarkan ke area tubuh lain melalui garukan yang dilakukan anjing tersebut. Hati-hati terhadap kutu yang satu ini ya, karena bisa menular ke manusia dan bersifat zoonosis. Kurap atau jamuran merupakan penyebab umum yang menyumbang serangkaian masalah kulit anjing. Infeksi jamur ditandai dengan pola kebotakan yang khas melingkar dan berkerak di sekitar kepala, telinga, kaki, punggung, perut, dan umumnya tidak terdeksi oleh pemilik. Sehingga seringkali penyakit kurap berkembang dengan komplikasi infeksi sekunder seperti bakterial, menyebabkan kondisi penyakit pyoderma dermatitis. Alergi juga dapat mengembangkan serangkaian gejala masalah kulit seperti gatal, ruam merah, kebotakan, yang umumnya terjadi secara tiba-tiba ketika anjing terpapar oleh alergen. Hal utama yang perlu dilakukan adalah menilai alergen apa yang membuat alergi, seperti contoh, rumput, debu kotoran, serbuk sari, makanan atau kutu pinjal. Jadi kamu juga harus jeli ya Pawrents terhadap lingkungan si Kecil dan makanan atau shampoo yang digunakan. Folikulitis atau radang folikel rambut yang juga diakibatkan dari berbagai penyebab diatas, berupa benjolan, luka, atau koreng kulit. Impetigo adalah infeksi kulit akibat bakteri dan menyerang anjing dengan sanitasi lingkungan atau higienitas yang buruk. Umumnya bagian kulit terdampak diawali dengan benjolan kecil yang memerah, dan saat digaruk membuat luka terbuka yang mengakibatkan rasa nyeri, dan mungkin bernanah. Abses juga kondisi benjolan besar yang mengandung nanah didalamnya, akibat bakteri anaerob yang berkembang pada luka yang menutup. Umumnya abses muncul pada hari ketiga luka, dan pecah pada hari ke 5 hingga 7. Dokter akan memberikan serangkaian pengobatan yang meliputi antibiotik. Mulailah untuk mengetahui berbagai gejala pada si Kecil, dan jangan lupa untuk curhat dengan dokter kesayanganmu ya Pawrents! Oh ya, pengobatan kulit termasuk kategori yang memerlukan kesabaran dan waktu yang cukup lama lho! Author: Drh Jenny Vony Editor: Drh Mahardhiko Widodo

  • Manage and Treat: Alergi Pakan pada Hewan

    Alergi Pakan pada Hewan: atopic dermatitis Drh Gusnanda Maori Modified, 27 Dec 2021 Hello Pawrents! Pernah mendengar istilah food allergy? Yup! Betul banget.. Alergi yang disebabkan oleh suatu kandungan makanan tertentu. Nah, kali ini kita membahas tentang alergi pakan pada Anjing dan Kucing. Merujuk pada VCA Hospital*, istilah alergi pakan merupakan suatu reaksi tubuh yang dimediasi oleh imun sebagai respon melawan antigen yang terkandung pada makanan tertentu. Artinya, fenomena alergi ini berkaitan langsung dengan sistem kekebalan si kecil yang secara otomatis menimbulkan “perang” melawan antigen atau protein spesifik dalam kandungan makanan si Kecil. Kondisi Hewan dikatakan alergi suatu bahan makanan bila ia mengonsumsi satu jenis bahan dan mengakibatkan reaksi imun secara cepat, dan akan selalu terulang atau kambuh dengan ‘satu jenis’ bahan makanan saja. Bahan kandungan makanan tersebut umumnya adalah protein, dan bisa berupa daging sapi, ikan, ayam, dan berbagai produk diary lainnya. Apakah alergi ini diwariskan? Jawabannya tidak! Alergi adalah proses alami tubuh yang memiliki sensitifitas terhadap protein tertentu. Belum ada penelitian yang mengungkap mengapa alergi terbatas pada satu individu saja. Kita belum mengetahui mengapa si Hewan A mengembangkan alergi dan si Hewan B tidak. Namun, faktor penting yang sangat memengaruhi pengembangan alergi pakan pada hewan adalah genetik , dan kebanyakan hewan akan mengalami alergi pakan yang serupa, dan berpeluang mengalami alergi lingkungan yang serupa, dikenal dengan atopic dermatitis atau alergi inhalan. Gejala pada hewan dengan alergi selalu bersifat kronis, kegatalan dan peradangan kulit menahun. Secara khas terjadi disekitar wajah, kuping, perut, ketiak, dan paw kaki. Kemerahan pada sela jari-jari kaki, hingga kucing sering menggigitnya atau over-groom hingga mengalami kebotakan dan luka, juga tanda ia mengalami kondisi alergi. Hewan yang mengidap alergi mungkin mengembangkan infeksi rekuren pada kulit dan telinga. Alergi pakan juga dapat mengakibatkan hewan dengan gejala pencernaan seperti muntah dan diare. Kucing akan menggaruk area rectum dan scooting. Diagnosis dan Pengobatan dilakukan dengan menilai kualitas gejala alergi menahun yang terjadi. Karena suatu tanda kegatalan menahun tidak hanya disebabkan oleh alergi pakan, ini juga dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi seperti kutuan, tungau, infeksi bakteri, infeksi jamur, atau alergi-alergi lain. Diperlukan serangkaian pemeriksaan secara bertahap untuk menentukan penyebab gejala kegatalan tersebut. Food Trial adalah golden standard test untuk diagnostik alergi pakan. Tes ini melibatkan pemberian pakan khusus diet yang menggunakan protein alternatif yang terhidrolisis (hydrolyzed protein diet), atau novel-protein (komersial atau home made), dan tidak menggunakan bahan makanan umum. Rangkaian percobaan tersebut harus dilakukan 2 bulan diikuti dengan terapi gatal yang diresepkan secara berkala. Dalam masa eleminasi, kucing HANYA memakan pakan diet yang direkomendasikan dokter. SANGAT PENTING untuk tidak memberikan pakan lain, suplementasi, treat atau snack, atau produk apapun selama masa tersebut. Jika gejala alergi pada hewan mulai membaik atau pulih selama food trial, tahap selanjutnya adalah food challenge yaitu kembali memberi pakan yang lama biasa ia makan. Jika gejala sebelumnya muncul kembali dalam satu minggu, hewan kamu secara definitif terdiagnosis Food Allergy. Alergi tidak dapat disembuhkan, namun dapat dihindari pemicunya dengan cara manajerial pakan khusus bagi si Kecil. Sekali kucing terdiagnosis alergi pakan, dokter akan memberikan rekomendasi diet khusus seperti Hypoallergic atau Anallergic Food untuk waktu yang lama. Dengan kerjasama Pawrents dan Dokter Hewan yang kooperatif, dan kontrol diet secara baik, prognosis dan tingkat kepulihan hewan dengan alergi pakan secara tipikal bagus. *www.vcahospitals.com Author: Drh Gusnanda Maori Editor: Drh Mahardhiko Widodo

  • Feline Corona Virus dan Feline Infectious Peritonitis

    Mengenal Feline Corona Virus dan Feline Infectious Peritonitis Dec 2022 Hello Pawrents dan kolega, sudah pernah dengar mengenai nama virus tersebut? Yup! Virus Corona pada kucing ini berbeda lho dengan virus Corona pada manusia. Feline Corona Virus (FCoV) merupakan virus Alpha-corona yang cukup menular terutama pada kucing multicat household. Terdapat dua biotype FCoV yaitu Feline Enteric Corona Virus (FECoV) dan Feline Infectious Peritonitis Virus (FIPV). FIPV merupakan bentuk mutasi dari biotype FECoV. Mengenal FECoV FECoV merupakan virus RNA berkapsul single-strainded yang dapat bertahan di lingkungan kering hingga 7 minggu. FECoV dapat menginfeksi baik kitten maupun dewasa. FECoV menginfeksi pencernaan kucing dan ditransmisikan ke kucing lain secara fecal-oral. Seringkali kucing indukan yang terinfeksi FCoV dan memiliki kitten, menularkannya secara fecal-oral. Virus ini bereplikasi pada epithelial usus besar pencernaan, sehingga sering menyebabkan diare terus menerus atau kambuhan. Kitten memeroleh kekebalan terhadap FECoV dari kolostrum dan ASI, hingga umur 9 minggu. Imunitas tersebut bersifat transient dan infeksi FECoV baru dapat terjadi (berulang). Mengenal FIPV FIPV adalah bentuk mutase dari biotype FECoV. Sifat FECoV yang mampu bermutasi hanya 5-11% menjadi FIPV, proses mutasi ini berlangsung di dalam Makrofag (sel darah putih) akibat tekanan selektif dari replikasi virus di dalam makrofag. Berdasarkan sifat mutegenik tersebutlah FIPV mampu menginfeksi ke jaringan limfoid regional usus besar. Segera setelah makrofag melakukan proses eleminasi virus, berbagai respon imun muncul, hingga membentuk kompleks antibodi yang mengakibatkan reaksi hipersensitif imun. FIPV telah dilaporkan memiliki dua tipe efusif (wet) dan non efusif (dry). Perbedaan tersebut didasarkan pada reaksi hipersensitifitas imun relatif setiap individu kucing yang berbeda-beda. Tipe efusif terjadi karena Mediated Hypersensitivity Reaction, dan ini bersifat akut, merusak dinding-dinding vaskular dan menyebabkan vaskulitis diberbagai organ. Inilah yang menyebabkan efusi cairan exstravasasi yang bersifat eksudatif. Tipe non efusif disebabkan oleh Delayed Hypersensitivity Reaction, dan ini bersifat kronis. proses fagositosis yang berhasil menekan replikasi virus, dan aktivasi pembentukan jaringan ikat pada organ-organ terdampak. Tipe ini diidentifikasi dengan pembentukan granulomatosa jaringan, FIPV disepakati muncul secara mutagenik pada semua umur dengan persentase berbeda. Sebesar 50% FIPV muncul pada kitten dibawah 7 bulan. Hingga 70-95% kucing dewasa (<7 tahun) terdampak mutasi dari FIPV. Laporan terkini, pure-breed lebih sensitif dan jantan berpeluang lebih tinggi terinfeksi. FIPV hanya bereplikasi dan mutasi di dalam sel makrofag, sehingga tidak menular melalui feses kucing ke kucing lain. Author: Drh Mahardhiko Widodo Referensi: Sorell S, et al. 2022. Current treatment options for feline infectious peritonitis in the UK. Comp. Animal 27 (6) Hartmann. 2017. Coronavirus Infections (Canine and Feline, Including Feline Infectious Peritonitis, chapter 224. p984-991. in textbook of internal medicine, 4 th Ed. Ettinger

  • Tanda-tanda Penyakit Kulit

    Tanda Hewanmu Memiliki Penyakit Kulit Drh Trima Naimmah Modified, 13 Dec 2021 Anjing dan Kucing merupakan hewan dengan rambut memenuhi sekujur tubuhnya. Hal ini membuatnya rentan mengalami berbagai penyakit kulit loh Pawrents! Yuk kenali tandanya! Gatal Gatal merupakan suatu sensasi yang timbul pada area tubuh tertentu, sebagai akibat dari respon syaraf di otak untuk bereaksi terhadap seluruh perubahan atau ancaman terhadap tubuh lho pawrents! Peristiwa tersebut terjadi dalam hitungan milidetik. Reaksi yang dihasilkan adalah hewan menggaruk, menjilat, menggigiti, bahkan menggosokkan tubuh ke area tertentu. Secara alami, gatal sangat wajar terjadi ketika ada suatu masalah kulit, seperti radang folikel rambut, dihinggapi nyamuk, serangga parasit kutu, kudisan, jamuran, infeksi bakteri, ketombe, hingga alergi lho Pawrents! Namun setiap penyebab dapat menimbulkan keparahan gatal yang berbeda beda! Kapan gatal perlu diperhatikan serius? Ketika si Kecil terlihat sering menggaruk area tubuhnya secara sering, maka akan tampak beberapa gejala lain loh. Kebotakan dapat terjadi pada bagian tertentu, dimana area tubuh tertentu tampak kehilangan sejumlah rambut. Ini sangat sering terjadi akibat reaksi gatal yang sudah berlangsung lama atau kronis. Menjilati area tubuh dan menggigitinya Menjilati area tubuh dan menggigitinya merupakan tanda yang sering terjadi saat ia mengalami permasalahan kulit. Umumnya hal ini disebabkan oleh serangga parasit kutu seperti ripichepalus sp., demodex sp., scabies sp., atau pinjal seperti ctenocephalides sp. Timbul ruam-ruam merah atau luka pada area tertentu mengindikasikan bahwa ia sedang memililki masalah kulit yang serius Menggaruk telinga Menggaruk telinga sering kali dilakukan ketika si Kecil memiliki masalah pada kedua telinganya. Menggoyangkan kepala yang terlalu sering juga mengindikasikan letak masalah yang sama ya pawrents. Pada kondisi tersebut, hewan mungkin memiliki kutu kuping atau ear mite, radang telinga kronis, polip, atau infestasi scabies sp. Menggesekan area tubuh tertentu Berguling-guling pada area tertentu dan menggesekkan badan atau scooting juga menjadi pertanda bahwa ia memiliki tingkat keparahan gatal yang serius lho! Apa yang perlu kita ketahui? Dokter akan memberikan serangkaian kuisioner yang menunjang pemilihan terapi dan ketepatan pengobatan. Pastikan pawrents mengetahui kapan terjadinya, dan sudah berapa lama terjadi masalah kulit si Kecil. Dokter akan menanyakan apakah ia telah mendapatkan treatment khusus kutu sebelumnya. Selain itu, frekuensi (tingkat kemunculan) gejala yang muncul dalam sehari juga menjadi catatan yang perlu pawrents perhatikan ya! Apakah si Kecil tinggal di luar rumah atau di dalam rumah? Atau keduanya? Bagaimana kondisi halaman rumah, apakah tanah yang kasar atau lembut? Apakah rerumputannya dipangkas atau menggunakan rumput sintetis? Aktivitas kesehariannya harus mulai kamu bahas dengan dokter ya Pawrents! Dan yang paling sering ditanyakan dan menjadi hal terpenting adalah apakah gatal mempengaruhi nafsu makannya? Mengganggu aktivitas bermain, latihan, atau saat tidur? Kenali berbagai perubahan aktivitasnya, lingkungan, dan seluruh hal yang dapat menjadi sesuatu yang perlu kita cermati ya Pawrents! Konsultasikan dengan dokter hewan kesayanganmu ya Pawrents! Editor: Drh Mahardhiko Widodo

  • Masa Penuaan Si Kecil

    Geriatric: Masa Penuaan Anjing dan Kucing Modified, 11 Dec 2021 Apakah hewanmu cukup umur untuk dikatakan “senior pet”? Apakah kamu melihat beberapa kondisi yang berhubungan dengan peningkatan umur? Menurut statistik, hewan dengan umur lebih dari 7 tahun telah memasuki wilayah “senior” atau lanjut usia. Sekitar 30-40% hewan yang datang ke Klinik atau Rumah Sakit Hewan adalah hewan Geriatrik. Hal ini merujuk kepada perawatan medis, penyakit-penyakit dan masalah ‘umur tua’. Mengetahui bahwa hewan yang senior akan menunjukkan gejala, seperti lower back pain, baik pada kucing dan anjing, juga osteoarthritis, banyak dari dokter akan menyarankan peliharaanmu untuk memulai pemeriksaan umum yang terjadwal sedini mungkin. Apa saja pemeriksaan yang diperlukan bagi hewan Geriatrik? Tentunya semakin meningkat umur hewan, maka semakin menurun berbagai fungsi tubuhnya. Tidak heran jika ia memerlukan pemeriksaan rutin setiap ‘6 bulan’ untuk memeroleh data dasar awal / baseline dari pemeriksaan darah, urinalysis, dan pencitraan seperti x-ray dan ultrasound. Faktor umur relatif, ras, dan ukuran hewan peliharaan sangat penting untuk menentukan kondisi yang mungkin terjadi dan kapan terjadinya kondisi tersebut. Sebagian besar kondisi-kondisi pada ‘hewan senior’ merupakan pengembangan dari penyakit degeneratif atau penuaan, yang mungkin melibatkan banyak penurunan fungsi organ internal. Keterlibatan atau intervensi owner dan dokter hewan dalam menilai kualitas hidup merupakan hal penting untuk segera dimulai, terutama dalam meninjau suatu penyakit yang bersifat kronis (lebih dari bulanan). Menilai aktivitas hewan dirumah, diet, exercise, mentation, dan kondisi khusus pada ras (seperti sindrom pernafasan pada hewan peaknose) adalah langkah awal yang dapat Pawrents lakukan di rumah. Anjing Pada Anjing, intervensi dari pemeriksaan rutin tahunan dapat dimulai pada umur 7 tahun, atau lebih dini (umumnya ras besar/giant). Sekitar 30% anjing dewasa memiliki abnormalitas yang tak terdeteksi secara kasat mata oleh owner, namun hal tersebut dapat ditemukan oleh dokter hewan. Obesitas adalah salah satu contoh yang umum terjadi, hingga 39-54%* dikatakan obese atau overweight, satu dari 5 anjing dewasa memeroleh osteoarthritis dan 62% memerlukan pemeriksaan ortopedik terhadap obesitasnya. Setengah populasi anjing dewasa akan memeroleh gingivitis (radang gusi) karena penuaan, dan sekitar 18% populasi anjing mengembangkan kondisi tumor (baik jinak maupun ganas). Selain itu, penurunan daya kognitif atau mental hewan juga ikut menurun saat penunaan. Kucing Bagaimana dengan kucing? Rata-rata kucing dikatakan senior ketika menduduki umur 10 tahun atau lebih. Sama seperti pada Anjing, pada perkembangan umur kucing dewasa, abnormalitas sangat sulit dideteksi. Hingga 30% kucing yang berumur lebih dari 10 tahun mengembangkan penyakit ginjal kronik dan penyakit degeneratif persendian. Lebih unik lagi, penyakit dental, hipertensi, dan hipertiroidism juga berkembang seiring penuaan. Tidak seperti anjing, kucing sangat mudah mengalami kehilangan berat badan, massa otot, dan body condition score seiring penuaan. Dengan kehilangan 100 gram berat badan, resiko kematian meningkat hingga 6.4%, dan setiap kehilangan 100 gram lemak, resiko kematian meningkat 40%. Rencanakan pemeriksaan rutin untuk rencana kesehatan si Kecil dengan dokter hewan Anda. Tidak ada kata terlambat untuk menilai status kesehatan si Kecil sedini mungkin. Karena lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, untuk meninjau kualitas hidup si Kecil. Author: Drh Mahardhiko Widodo

  • Tumbuh Kembang si Kucing

    Memahami Tumbuh Kembang Kucing Modified by 14 Jan 2021 Selamat! Anda selangkah lebih mengenal perjalanan perkembangan si Kecil. Bagi sebagian pawrents mungkin bertanya-tanya bagaimana sebenarnya pola pertumbuhan anak kucing hingga ia dikatakan dewasa, bahkan senior. Memelihara kitten tentunya akan menghiasi kehidupan Anda sehari-hari, namun Anda juga perlu memahami perubahan-perubahan yang terjadi selama perkembangan si Kecil. Kucing bertumbuh sangat pesat dan mengalami penambahan badan dalam bulan-bulan pertama kehidupan. Penuhi segera kebutuhan protein tinggi dalam mendukung pertumbuhan optimal. Umur 0-3 minggu, air susu induk sangat penting dalam hal daya tahan tubuh, serta nutrisi untuk tumbuh. 1 bulan pertama kucing dapat meningkat 3x dari bobot badan saat lahir. Minggu pertama, ia lahir dengan tubuh memerah hingga pink, tanpa geligi, dan tali pusar masih utuh sampai akhirnya hilang pada pekan kedua. Pastikan lingkungan hangat dengan selimut dan lampu pijar kuning, karena suhunya dapat mencapai 36 derajat celcius dan ia belum mampu meregulasi suhu tubuhnya sendiri. Minggu kedua, tali pusar mulai mengecil dan menghilang, mata tertutup dengan telinga folded. Jangan khawatir, ia mulai membuka mata untuk pertama kalinya pada hari 8 sampai hari 12. Matanya berwarna kebiruan dan Ia belum merespon secara sempurna semua gerakan yang ada, karena perkembangan syaraf secara sempurna muncul ketika ia berhasil berdiri dan menyusu secara koordinatif. Minggu ke 3, kemampuannya dalam mendekati kotak pasir dan induknya meningkat derastis. Oh ya! Gigi susu pertama juga telah muncul dan telinganya tampak membesar dan unfolded. Umur 3-6 minggu, secara individual dengan pertumbuhan syaraf yang perlahan sempurna, kucing akan meniru apapun yang dilakukan induknya, termasuk menyontoh makan dan minum. Minggu ke 4, taring susu pertamanya muncul dan ia senang untuk belajar mengetahui lingkungannya. Minggu ke 5, gigi premolar muncul dan Anda sangat disarankan untuk membantunya belajar makan. Gunakan pakan basah khusus sapih atau weaning yang diencerkan, lalu sapihlah secara perlahan. Umur 6-8 minggu, kitten mulai disapih dari induknya dan memulai makan pakan lembutnya sendiri. Minggu ke 6, gigi gerahamnya mulai muncul, berdiri secara percaya diri, dan mampu untuk menantang lawan bermainnya. Anda tidak perlu khawatir bila si kecil mulai belajar menggigit, mencakar, dan menerkam. Bila salah satu kitten Anda ada yang ter-bully, pastikan ia tetap mendapat banyak makanan dan nutrisi. Minggu ke 7, seluruh gigi susunya telah muncul dan siap untuk makan pakan khusus sapih secara mandiri. Minggu ke 8, SELAMAT! Bobotnya telah mencapai 10x bobot lahir. Pastikan ia tidak mengunyah benda sekitarnya, karena dapat memicu kecacingan. Pastikan selalu terdapat air bersih yang layak (bukan air keran) untuk menghindari masalah pencernaan. Ketika umur 3 bulan, ia harus beranjak dengan pakan kering, karena gigi dan rahangnya sudah kuat. Pakan kering membantu membersihkan geligi, serta menanggalkan gigi susu bila gigi permanen mulai tumbuh. Anda wajib merencanakan pengobatan cacing dengan dokter hewan kesayangan Anda. Sekali ia mencapai bobot 1 kg, rencanakan pengobatan cacing pertamanya. Kemudian setiap 2 minggu sekali hingga ia mencapai umur 12 minggu. Kemudian 1 pekan setelahnya Anda wajib melakukan vaksinasi pertamanya yaitu Tri Cat (tiga jenis penyakit infeksius). Anda juga disarankan untuk melakukan pengobatan antikutu, mengingat banyaknya kasus penyakit infeksius yang berasal dari gigitan kutu. Dokter hewan akan menanyakan riwayat tumbuh kembang si kecil seperti 'apakah sudah pernah diberi obat cacing dan antikutu?', 'apakah pernah muntah atau diare?', 'bagaimana kondisi lingkungannya?', 'apakah ia pernah keluar rumah sekali?'. Jangan khawatir, jawablah dengan yakin apa adanya. Rencana vaksinasi selalu berkaitan dengan status kesehatan pada "saat itu" dan berkaitan dengan lingkungan, apakah ia tinggal di daerah berisiko tinggi penyakit infeksius atau tidak. Walaupun ia tidak pernah keluar sama sekali, namun Anda juga tidak benar benar bersih ketika menyentuh si Kecil setiap kali masuk ke rumah. Rencanakan vaksinasi hingga ia mencapai umur 16 minggu. Dokter akan mengatur jadwal booster vaccine sesuai kebutuhannya. Pada umur 5 bulan, ia sudah diperbolehkan untuk vaksin rabies, yang akan diulang setiap tahunnya. Umur 1 tahun, SELAMAT! Ia telah dewasa. Alihkan pakannya dengan pakan khusus dewasa atau Adult, karena kebutuhan proteinnya harus disesuaikan dengan kondisi perkembangannya. Jangan sembarangan memilih jenis pakan, Anda wajib mengonsultasikan kebutuhan nutrisi sesuai umurnya. Ketika Anda sembarangan memberi pakan dengan jumlah takaran saji yang berlebih, hal tersebut dapat berdampak pada kesehatannya dimasa mendatang, seperti masalah obesitas, ginjal, dan sulit pipis. Pastikan Anda memahami bahwa kebutuhan nutrisi kucing berbeda dengan hewan lainnya. Sekali ia berumur 8 minggu, Anda disarankan untuk melakukan check up runtin dan rencakan rencana kesehatan si Kecil, tentunya dengan dokter hewan kesayangan Anda dimanapun Anda berada. Editor: Drh Mahardhiko Widodo

  • Warna-Warni Mata Kucing

    Warna - Warni Mata Kucing 3 May 2021 Warna mata kucing terletak di iris, bagian pada mata yang namanya diambil dari nama salah satu dewi Yunani, yaitu Iris “Goddess of Rainbow”. Warna mata kucing bergantung pada jumlah melanin dan aktivitas melanosit pada irisnya, dan merupakan hal genetis yang diturunkan dari ayah dan ibunya. Genetik yang berbeda berarti jumlah melanin dan aktivitas melanosit yang berbeda pula, sehingga setiap kucing akan memiliki warna mata berbeda, atau warna yang sama dengan intensitas warna yang berbeda. Melanin merupakan asam amino yang mengontrol pigmen mata, kulit, dan bulu. Semakin banyak jumlah melanin, akan semakin gelap warna mata, kulit, dan bulu si anabul. Namun, perlu diingat bahwa efek melanin mempengaruhi mata secara berbeda. Sehingga, kucing hitam bisa saja memiliki mata biru dan sebaliknya, kucing putih bisa saja memiliki warna mata orange. Warna mata seekor kucing dan kucing lainnya bisa saja sama, namun intensitas warna atau kecerahan warna yang muncul bisa jadi berbeda. Sehingga bisa saja satu kucing memiliki warna mata kuning pucat, sedangkan yang lain kuning gelap. Perbedaan intensitas warna yang muncul ini merupakan akibat adanya perbedaan tingkat aktivitas melanosit pada setiap iris kucing. Apakah Ras dan Warna Mata Berkaitan? Pada kasus tertentu warna mata dipengaruhi oleh ras. Warna mata kucing terbentuk secara genetis, seperti halnya dengan warna bulu. Ras tertentu hanya memiliki satu jenis warna mata. Contoh paling gampangnya adalah pada ras Siamese. Semua kucing Siamese memiliki warna mata biru dengan intensitas yang beragam. Umumnya, kucing purebred akan memiliki warna mata yang lebih intens dibandingkan dengan kucing moggy (campuran). Mengapa Warna Mata Si Kecil Berubah? Warna mata kucing yang “sesungguhnya” tidak serta merta akan langsung terlihat sejak si kecil membuka matanya. Semua kitten terlahir dengan warna mata biru keabuan. Warna mata yang sesungguhnya akan mulai terlihat saat si kecil menginjak usia 6 minggu dan akan semakin terlihat jelas saat menginjak usia 12 minggu. Warna Mata Kucing secara Umum Warna mata kucing memiliki spektrum yang sangat luas. Warna-warna ini tidak terlalu berbeda, sehingga mungkin akan sulit untuk menemukan warna mata yang spesifik. Mungkin saja seekor kucing memiliki warna mata yang terletak di antara dua warna. Secara umum, warna mata kucing yang dapat ditemukan adalah sebagai berikut: Biru Kucing bermata biru sebenarnya tidak memiliki melanin pada irisnya. Warna biru pada mata kucing beragam mulai dari biru muda hingga biru safir. Warna mata biru umum ditemukan pada kucing berbulu putih. Hal ini berkaitan dengan adanya gen dominan yang disebut “epistatic white gene”. Gen ini menghambat gen lain yang mengkode warna, alhasil tidak ada warna lain selain putih. Kucing berbulu putih dan bermata biru akibat adanya gen dominan memiliki risiko tinggi untuk menjadi tuli dibandingkan dengan kucing berbulu putih dengan mata berwarna hijau atau kuning. Hal ini dikarenakan gen yang mengkode warna bulu putih dan mata biru menyebabkan degenerasi pada cochlea telinga dalam beberapa hari setelah kelahiran. Beberapa ras kucing yang terkenal dengan mata birunya, yaitu ras Siamese dan Ragdoll. Adapun ras lain yang dapat memiliki mata biru, yairu American Shorthair, British Shorthair, Balinese, Persia, Maine Coon, dan Devon Rex. Ras Tonkinese memiliki warna mata biru yang tidak biasa, dan tidak bisa ditemukan pada ras lain. Hijau Warna hijau pada mata kucing dapat bervariasi mulai dari hijau kekuningan hingga hijau sejati, dan hijau yang bercampur dengan shade biru. Terkadang dapat ditemukan bintik-bintik keemasan atau kuning di dalam iris dari kucing bermata hijau. Mata berwarna hijau hanya memiliki sedikit melanin pada irisnya. Mata hijau dapat ditemukan pada ras Egyptian Mau yang memiliki mata berwarna hijau kekuningan. Kucing Havana memiliki mata hijau emerald, dan ras Russian Blue dapat memiliki warna mata hijau yang intens. Kuning Warna mata kuning adalah warna mata yang paling sering dijumpai pada kucing. Warna kuning pada mata kucing sangat beragam mulai dari warna hazel, kuning keemasan, kuning lemon, dan amber. Warna hazel adalah campuran warna hijau dan kuning keemasan. Warna mata ini sering ditemukan pada kucing liar di tempat bertemperatur tinggi, termasuk ras Lynx dan Bobcat. Warna mata hazel juga umum ditemukan pada kucing-kucing domestik. Ras yang dapat memiliki warna mata hazel yaitu ras Abyssinian, Bengal, Cornish Rex, dan Scottish Fold. Ras yang sering memiliki mata berwarna kuning atau amber yaitu Bengal, American Shorthair, Manx, British Shorthair, LaPerm, Bombay, Sphynx, dan Norwegian Forest. Ras Burmese dapat memiliki warna mata kuning keemasan yang sangat mencolok. Orange Warna mata orange merupakan warna yang terbentuk akibat aktivitas melanosit yang lebih kuat dibandingkan warna kuning. Kucing bermata orange cukup jarang ditemukan. Dari 10 kucing, mungkin hanya akan ada 2 kucing yang bermata orange. Ras seperti Devon Rex, Japanese Bobtail, American Wirehair, Maine Coon, dan the Turkish Van dapat memiliki warna mata orange. Copper (warna tembaga) Copper merupakan warna mata tergelap yang dapat ditemukan pada kucing. Warna mata ini merupakan perpaduan antara warna coklat muda dengan warna merah dan orange. Sama seperti warna mata orange, warna copper juga merupakan warna mata yang cukup langka. Japanese Bobtail, Maine Coon, Persian, Cornish Rex, dan Chartreux dapat memiliki warna mata copper yang mencolok. Odd eyes Istilah medis dari odd eyes adalah heterochromia iridium, yang berarti setiap iris memiliki warna yang berbeda. Hal ini bisa saja sebuah kondisi yang diturunkan, kongenital (kelainan genetis), atau diakibatkan oleh adanya kecelakaan atau luka pada mata. Kucing dengan odd eyes sangatlah langka. Warna mata odd eyes sering dijumpai pada kucing berbulu putih dengan epistatic gene. Umumnya, satu mata akan berwarna biru dan mata yang lain berwarna hijau, kuning, atau orange. Odd eyes dapat ditemukan pada bebagai ras, seperti Turkish Van, Japanese Bobtail, Persian, dan Sphynx. Dichroic eyes Kucing yang memiliki warna mata dichroic atau dichromatic, akan memiliki dua warna di setiap matanya. Dichroic eyes terjadi karena adanya perbedaan jumlah melanin pada bagian-bagian berbeda di iris. Dichroic eyes memiliki dua bentuk, yaitu “coloured halo” dan “pie slice”. Dichroic eyes bentuk coloured halo akan terlihat adanya warna berbeda yang berbentuk cincin yang mengelilingi pupil, contohnya warna hijau berbentuk cincin pada iris berwarna kuning. Sedangkan bentuk pie slice akan terlihat dua bagian warna yang terbagi seperti potongan pie dan lebih jarang ditemukan. Disusun oleh : Drh Gusnanda Maori Editor : Drh Mahardhiko Widodo

  • Hipotermia pada Puppies dan Kitties

    HIPOTERMIA PADA PUPPY DAN KITTEN Oleh Drh Sherly Noviaria 26 Apr 2021 Hai Pawrents! Taukah Anda kalau si Kecil itu tidak bisa mengatur tubuhnya sendiri setelah lahir? Ini adalah momen yang sangat kritis bagi si Kecil dalam penentuan masa awal kehidupan. Setidaknya hingga ia umur 3 sampai 4 minggu, ia dapat mengatur suhunya sendiri. Pengaturan suhu ini dikenal dengan Termoregulasi. Termoregulasi adalah mekanisme dimana mamalia mempertahankan suhu tubuh dengan pengaturan diri yang dikontrol secara ketat terlepas dari suhu eksternal. Pengaturan suhu dilakukan untuk mempertahankan suhu internal (dalam tubuh) yang stabil, bahkan ketika lingkungan eksternal (luar tubuh) mereka berubah, agar dapat bertahan hidup. Kira kira gimana kalau tubuh si Kecil tidak memiliki termoregulasi? Tubuh tanpa termoregulasi akan berhenti berfungsi. Jika kemampuan tubuh untuk melakukan termoregulasi terganggu, maka dapat menyebabkan panas berlebih (hipertermia) atau menjadi terlalu dingin (hipotermia). Kedua keadaan tersebut memiliki efek merusak pada berbagai sistem tubuh, yang paling signifikan adalah kekurangan suplai darah ke jaringan atau organ tubuh (iskemia), sehingga dapat menyebabkan kegagalan banyak organ. Termoregulasi diatur oleh hipotalamus yang melibatkan saraf aferen (sebagai reseptor) dan saraf eferen (penghantar impuls). Jika hipotalamus merasakan suhu internal menjadi terlalu panas atau terlalu dingin, maka secara otomatis akan mengirim sinyal ke kulit, kelenjar, otot, dan organ. Mekanisme hipotalamus dalam meningkatkan atau mempertahankan panas tubuh dilakukan dengan mengatur pengecilan lumen pembuluh darah (vasokontriksi), sedangkan dalam meningkatkan pelepasan panas dilakukan dengan pelebaran lumen pembuluh darah (vasodilatasi). salah satu contoh penyebab terjadinya penurunan suhu tubuh yaitu apabila hewan berada di lingkungan dingin dalam jangka waktu yang lama. Pada puppy dan kitten neonatal (yang baru lahir) sangat rentan terhadap perubahan suhu karena belum mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri. Suhu normal untuk puppy dan kitten berkisar 38.0 – 39.0 ° C. Derajat hipotermia dibedakan menjadi ringan, sedang, atau berat tergantung pada seberapa rendah suhu tubuh di bawah kisaran normal. Umumnya hipotermia disebabkan oleh kontak terlalu lama dengan suhu lingkungan dingin yang ekstrim. Puppy dan kitten yang mengalami hipotermia umumnya ditandai dengan tidak mau menyusu, lesu, lemah, gemetar, memisahkan diri dari kelompok, dan sulit bernafas. Sangat penting untuk pawrents menyediakan lingkungan yang hangat untuk si kecil yang baru lahir. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menaikkan suhu lingkungan yaitu dengan bantalan panas, infrared, lampu penghangat, inkubator, dan selimut hangat elektrik. Segera konsultasikan ke Vet untuk menentukan tingkat keparahan hipotermia si Kecil ya pawrents! Editor: Drh Mahardhiko Widodo Sumber Pustaka: Hoskins JD, Nicholson SS. 2001. Toxicology. In: Hoskins JD, ed. Veterinary pediatrics: dogs and cats from birth to six months. Philadelphia, Pa: WB Saunders Co, 2001:490-510. Root KMV. 2004. Examination of the small animal pediatric patient, in Proceedings. Soc Therio Annu Meet 2004:292-299.

  • Kenali Lebih Dekat dengan Ras Persian

    Persian Cat Drh Intan Maria Paramitha Modified, 10 Feb 2021. Hello there! Masih membahas mengenai ras kucing dan penyakit bawaannya. Pawrent's tentu tak asing dengan kucing ras Persian. Kucing ini memiliki karakteristik berbulu panjang dengan karakter khas pada wajah yang membulat dan berhidung pesek. Namanya diambil dari daerah asal kucing tersebut yaitu Persia atau nama lain dari Iran. Walaupun berasal dari Iran, rupanya kucing ini dikembangkan di Britania Raya dan Amerika Serikat usai perang dunia ke II. Dahulu ras Persian terbagi menjadi dua jenis yaitu kucing dengan warna perak cerah dan agak gelap. Seiring dengan perkembangan zaman, manusia mulai mengembangbiakkan kucing ini hingga terbentuklah kucing ras Persian dengan berbagai warna serta berbagai tingkat kedataran hidung. Namun demikian, hal inilah yang memungkinkan kucing Persian mengalami sejumlah masalah kesehatan bawaan. Berikut beberapa masalah yang mungkin terjadi pada Ras Persian: 1) Sakit Jantung Kardiomiopati atau kelemahan otot jantung merupakan penyakit bawaan pada ras persia, namun dapat juga terjadi akibat penyakit lain yang merusak jantung. Memahami gejala kucing memang penting namun kebanyakan kucing akan menyembunyikan rasa sakit yang mereka alami. Maka pemeriksaan rutin 2 kali dalam satu tahun menjadi kunci dalam mendiagnosa penyakit ini. 2) Aterial thromboembolism. Kucing dalam darahnya akan terdapat gumpalan darah akibat penyakit jantung yang diderita. Gumpalan darah ini secara alami akan beredar dan terbawa mengikuti aliran darah dan menyumbat pembuluh darah kecil, menyebabkan kepincangan sesaat, jika terjadi di pembuluh darah di kaki. Jika kucing mengalami gejala tiba tiba tidak bisa berjalan di satu kaki, jangan menunggu, segera bawa ke dokter hewan untuk diperiksa. 3) Feline Lower Urinary Tract Disease. Kami lebih suka menyebutnya FLUTD atau penyakit sulit buang air kecil. Diluar dari kebiasaan 'marking and spraying" pada kucing Jantan, penyakit ini lebih mudah diperhatikan pada kebiasaannya buang air kecil. Ketika kucing yang terlatih menggunakan kotak pasir untuk buang air kecil tiba tiba buang air di luar kotak pasir atau di tempat yang tidak seharusnya, segeralah bawa kucing tersebut ke dokter hewan terdekat. Gejala ini dapat menjadi “tanda” bagi pemilik kucing bahwa kucing tersebut sedang mengalami gangguan urinasi. 4) Brachycephalic Syndrome. Persian dikenal dengan hidungnya yang pesek dan kepala yang kecil (brachycephalic). Oleh sebab bentuk anatominya, kucing ini rentan mengalami gangguan pernapasan. Bagaimana mengetahui apakah si Kecil mengalami sindrom ini? Beberapa kucing tidak akan menunjukkan gejala. Namun, beberapa diantaranya “ngorok” saat tidur, atau bahkan kesulitan tidur terutama saat terjadi infeksi. 5) Polycystic Kidney Disease. Polycystic Kidney Disease (PKD) atau gangguan akibat kista pada ginja merupakan penyakit bawaan atau keturunan ras Persian yang disebabkan kerusakan gen. Kejadiannya berupa tumbuhnya kista pada ginjal sejak kucing dilahirkan yang menyebabkan ginjal membesar dibandingkan ukuran normal. Gejala biasanya baru muncul pada umur rata rata 7 tahun. Gejalanya berupa penurunan berat badan mendadak, muntah, banyak minum dan kesehatan menurun. Kucing persia disarankan untuk menjalani tes kesehatan rutin berupa cek darah untuk menentukan fungsi ginjal lebih awal. USG menjadi pilihan utama dalam mendiagnosa penyakit ini. 6) Lysosomal Storage Disease. Penyakit ini terjadi akibat kelainan genetik yang mencegah pembentukan enzim tertentu yang dibutuhkan dalam metabolisme tubuh. Enzim ini normalnya memecah bahan racun dan zat sisa dalam tubuh sehingga dapat dibuang keluar tubuh secara alami. Namun kucing dengan LSD malah akan mengumpulkan racun dan zat sisa tersebut. Racunnya kemudian meracuni sel syaraf, mengakibatkan pembengkakan syaraf sehingga fungsinya menurun. Anak kucing biasanya terlahir normal, namun beberapa bulan kemudian, awal gejala seperti gangguan keseimbangan, gangguan penglihatan, kejang kejang, hinggal gagal tumbuh mulai terlihat. 7) Hip Dysplasia Penyakit ini sering terjadi pada anjing namun tak jarang terjadi pada kucing terutama ras Persian. Displasia adalah penyakit keturunan yang mengakibatkan perubahan bentuk sendi panggul hingga menyebabkan radang sendi. Jika pawrents ingin merawat kucing Persian, tanyakan pada pemilik awalnya apakah orang tua kucing tersebut pernah didiagnosa mengalami hip dysplasia, karena lebih cepat penyakit ini diketahui, lebih mudah penyakit ini ditangani. Deretan penyakit tersebut tak lantas menjadi patokan bahwa setiap kucing Persian akan mengalami hal tersebut, namun pengetahuan akan penyakit bawaan yang dimiliki masing masing ras perlu dipahami oleh pawrents agar dapat menjadi pertimbangan dalam memelihara hewan tersebut. Editor: Drh Mahardhiko Widodo

  • Kenal Lebih Dekat dengan Ras Maine Coon

    Maine Coon Drh Intan Maria Paramitha Modified, 9 Feb 2021 Hello Pawrent's, tahukah kamu bahwa dibalik keindahan ras Maine Coon, tetap memiliki resiko penyakit bawaan dan keturunan? Maine Coon adalah ras kucing yang unik karena rata rata dari mereka memiliki sifat penyayang, lemah lembut dan ramah walaupun secara penampilan terlihat "garang" karena tubuhnya yang besar dan atletis. Kucing ras ini tergolong cerdas dan dapat dilatih beberapa trik. Oh ya! Ras ini memiliki rambut yang lebat serta halus, sehingga pemilik wajib merawat rambut kucing ini karena mudah sekali gimbal. Bagi calon pemelihara yang menginginkan kucing yang tidak cerewet, ras ini bukan merupakan pilihan karena kebanyakan Maine Coon suka bersuara mengomentari lingkungan sekitar. Sifat ramah dan penuh rasa ingin tahu ini juga menyebabkan Maine Coon suka sekali mengikuti pemiliknya dari satu ruangan ke ruangan lain, dan sangat suka jika dipanggil namanya. Beberapa kucing Maine Coon sangat senang bermain dengan air dan bahkan berenang. Untuk menjaga kucing tetap sehat, kita perlu tahu penyakit bawaan yang dimiliki oleh kucing ras ini sehingga dapat diperhitungkan resiko dalam memelihara serta pencegahannya. Berikut beberapa penyakit yang diturunkan oleh ras Maine Coon: 1) Kelemahan otot jantung dan Arterial Thromboembolism Kucing Maine Coon kerap mengalami kelemahan otot jantung karena otot jantungnya menebal. Kucing dengan gangguan jantung biasanya akan sering mengalami gumpalan dalam pembuluh darah. Gumpalan darah sering menyumbat pembuluh darah kecil dalam tubuh, biasanya pada area kaki kaki. Gejala yang dapat terlihat adalah kepincangan mendadak. Segera periksakan hewan kesayanganmu jika mendapati gejala tersebut. 2) Luxatio Patella Sendi lutut merupakan area yang diciptakan dengan struktur yang luar biasa untuk mendukung kemampuan kucing melompat, merayap, hingga menerkam mangsa. Salah satu komponen penting dalam sendi lutut adalah tulang “Patella”. Luxatio Patella adalah kondisi berpindahnya tulang Patella dari tempatnya karena mangkok yang menahan tulang Patella di lutut terbentuk datar dan kurang menyangga tulang Patella. Kucing tidak langsung menunjukkan gejala nyeri, namun seiring bertambahnya usia dapat menyebabkan kelumpuhan. Luxatio patella dapat terjadi pada kucing ras apapun namun Maine Coon memiliki resiko tinggi mengalami kondisi ini. 3) Hip Dysplasia Maine Coon dapat mengalami penyakit turunan bernama hip dysplasia. Penyakit ini menyebabkan malformasi sendi pinggul diikuti dengan radang sendi. Kucing akan menunjukkan gejala yang sangat ringan, namun perlahan lahan akan mengalami kepincangan dan kelemahan mirip kucing tua di beberapa tahun awal pertumbuhan. 4) Gagal Ginjal Gagal Ginjal dapat diartikan sebagai ketidakmampuan ginjal dalam melakukan fungsinya berupa pembuangan zat sisa tubuh yang berasal dari darah dan mengatur hidrasi tubuh. Biasanya kucing yang mengalami gagal ginjal adalah kucing kucing tua, namun dalam kasus ini, Maine coon dapat terlahir dengan ginjal yang rusak sehingga mereka mengalami kondisi gagal ginjal di masa muda. 5) Cacat pendengaran Kucing ras apapun berwarna putih dengan mata biru memiliki resiko tinggi mengalami kecacatan pendengaran, begitu juga dengan beberapa turunan Maine Coon. Jika pemilik hewan mencurigai adanya indikasi penurunan pendengaran pada kucing Maine Coon, maka disarankan kucing ini tidak boleh dipelihara di luar rumah. Pendengaran kucing sangat diperlukan saat mendeteksi adanya hal berbahaya di luar rumah. Oleh karena itu, untuk menjaga mereka tetap aman, disarankan memelihara kucing dengan cacat pendengaran di rumah saja dengan pengawasan pemilik. Editor: Drh Mahardhiko Widodo.

bottom of page