Kenali Lebih Dekat dengan Ras Persian


Persian Cat

 

Drh Intan Maria Paramitha

Modified, 10 Feb 2021.


Hello there! Masih membahas mengenai ras kucing dan penyakit bawaannya. Pawrent's tentu tak asing dengan kucing ras Persian. Kucing ini memiliki karakteristik berbulu panjang dengan karakter khas pada wajah yang membulat dan berhidung pesek. Namanya diambil dari daerah asal kucing tersebut yaitu Persia atau nama lain dari Iran.


Walaupun berasal dari Iran, rupanya kucing ini dikembangkan di Britania Raya dan Amerika Serikat usai perang dunia ke II. Dahulu ras Persian terbagi menjadi dua jenis yaitu kucing dengan warna perak cerah dan agak gelap. Seiring dengan perkembangan zaman, manusia mulai mengembangbiakkan kucing ini hingga terbentuklah kucing

ras Persian dengan berbagai warna serta berbagai tingkat kedataran hidung. Namun demikian, hal inilah yang memungkinkan kucing Persian mengalami sejumlah masalah kesehatan bawaan.


Berikut beberapa masalah yang mungkin terjadi pada Ras Persian:


1) Sakit Jantung

Kardiomiopati atau kelemahan otot jantung merupakan penyakit bawaan pada ras persia,

namun dapat juga terjadi akibat penyakit lain yang merusak jantung. Memahami gejala

kucing memang penting namun kebanyakan kucing akan menyembunyikan rasa sakit yang mereka alami. Maka pemeriksaan rutin 2 kali dalam satu tahun menjadi kunci dalam mendiagnosa penyakit ini.


2) Aterial thromboembolism.

Kucing dalam darahnya akan terdapat gumpalan darah akibat penyakit jantung yang diderita. Gumpalan darah ini secara alami akan beredar dan terbawa mengikuti aliran darah dan menyumbat pembuluh darah kecil, menyebabkan kepincangan sesaat, jika terjadi di pembuluh darah di kaki. Jika kucing mengalami gejala tiba tiba tidak bisa berjalan di satu kaki, jangan menunggu, segera bawa ke dokter hewan untuk diperiksa.


3) Feline Lower Urinary Tract Disease.

Kami lebih suka menyebutnya FLUTD atau penyakit sulit buang air kecil. Diluar dari kebiasaan 'marking and spraying" pada kucing Jantan, penyakit ini lebih mudah diperhatikan pada kebiasaannya buang air kecil. Ketika kucing yang terlatih menggunakan kotak pasir untuk buang air kecil tiba tiba buang air di luar kotak pasir atau di tempat yang tidak seharusnya, segeralah bawa kucing tersebut ke dokter hewan terdekat. Gejala ini dapat menjadi “tanda” bagi pemilik kucing bahwa kucing tersebut sedang mengalami gangguan urinasi.


4) Brachycephalic Syndrome.

Persian dikenal dengan hidungnya yang pesek dan kepala yang kecil (brachycephalic). Oleh sebab bentuk anatominya, kucing ini rentan mengalami gangguan pernapasan. Bagaimana mengetahui apakah si Kecil mengalami sindrom ini? Beberapa kucing tidak akan menunjukkan gejala. Namun, beberapa diantaranya “ngorok” saat tidur, atau bahkan kesulitan tidur terutama saat terjadi infeksi.


5) Polycystic Kidney Disease.

Polycystic Kidney Disease (PKD) atau gangguan akibat kista pada ginja merupakan penyakit bawaan atau keturunan ras Persian yang disebabkan kerusakan gen. Kejadiannya berupa tumbuhnya kista pada ginjal sejak kucing dilahirkan yang

menyebabkan ginjal membesar dibandingkan ukuran normal. Gejala biasanya baru

muncul pada umur rata rata 7 tahun. Gejalanya berupa penurunan berat badan mendadak, muntah, banyak minum dan kesehatan menurun. Kucing persia disarankan untuk menjalani tes kesehatan rutin berupa cek darah untuk menentukan fungsi ginjal lebih awal. USG menjadi pilihan utama dalam mendiagnosa penyakit ini.


6) Lysosomal Storage Disease.

Penyakit ini terjadi akibat kelainan genetik yang mencegah pembentukan enzim tertentu

yang dibutuhkan dalam metabolisme tubuh. Enzim ini normalnya memecah bahan racun dan zat sisa dalam tubuh sehingga dapat dibuang keluar tubuh secara alami.

Namun kucing dengan LSD malah akan mengumpulkan racun dan zat sisa tersebut. Racunnya kemudian meracuni sel syaraf, mengakibatkan pembengkakan syaraf sehingga fungsinya menurun. Anak kucing biasanya terlahir normal, namun beberapa bulan kemudian, awal gejala seperti gangguan keseimbangan, gangguan penglihatan, kejang kejang, hinggal gagal tumbuh mulai terlihat.


7) Hip Dysplasia

Penyakit ini sering terjadi pada anjing namun tak jarang terjadi pada kucing terutama ras

Persian. Displasia adalah penyakit keturunan yang mengakibatkan perubahan bentuk sendi panggul hingga menyebabkan radang sendi. Jika pawrents ingin merawat kucing Persian, tanyakan pada pemilik awalnya apakah orang tua kucing tersebut pernah didiagnosa mengalami hip dysplasia, karena lebih cepat penyakit ini diketahui, lebih mudah penyakit ini ditangani.


Deretan penyakit tersebut tak lantas menjadi patokan bahwa setiap kucing Persian akan mengalami hal tersebut, namun pengetahuan akan penyakit bawaan yang dimiliki masing masing ras perlu dipahami oleh pawrents agar dapat menjadi pertimbangan dalam memelihara hewan tersebut.


 

Editor: Drh Mahardhiko Widodo

79 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua