Hipotermia pada Puppies dan Kitties


HIPOTERMIA PADA PUPPY DAN KITTEN

Oleh Drh Sherly Noviaria

 

26 Apr 2021


Hai Pawrents! Taukah Anda kalau si Kecil itu tidak bisa mengatur tubuhnya sendiri setelah lahir? Ini adalah momen yang sangat kritis bagi si Kecil dalam penentuan masa awal kehidupan. Setidaknya hingga ia umur 3 sampai 4 minggu, ia dapat mengatur suhunya sendiri. Pengaturan suhu ini dikenal dengan Termoregulasi.

Termoregulasi adalah mekanisme dimana mamalia mempertahankan suhu tubuh dengan pengaturan diri yang dikontrol secara ketat terlepas dari suhu eksternal. Pengaturan suhu dilakukan untuk mempertahankan suhu internal (dalam tubuh) yang stabil, bahkan ketika lingkungan eksternal (luar tubuh) mereka berubah, agar dapat bertahan hidup. Kira kira gimana kalau tubuh si Kecil tidak memiliki termoregulasi?


Tubuh tanpa termoregulasi akan berhenti berfungsi. Jika kemampuan tubuh untuk melakukan termoregulasi terganggu, maka dapat menyebabkan panas berlebih (hipertermia) atau menjadi terlalu dingin (hipotermia). Kedua keadaan tersebut memiliki efek merusak pada berbagai sistem tubuh, yang paling signifikan adalah kekurangan suplai darah ke jaringan atau organ tubuh (iskemia), sehingga dapat menyebabkan kegagalan banyak organ.


Termoregulasi diatur oleh hipotalamus yang melibatkan saraf aferen (sebagai reseptor) dan saraf eferen (penghantar impuls). Jika hipotalamus merasakan suhu internal menjadi terlalu panas atau terlalu dingin, maka secara otomatis akan mengirim sinyal ke kulit, kelenjar, otot, dan organ. Mekanisme hipotalamus dalam meningkatkan atau mempertahankan panas tubuh dilakukan dengan mengatur pengecilan lumen pembuluh darah (vasokontriksi), sedangkan dalam meningkatkan pelepasan panas

dilakukan dengan pelebaran lumen pembuluh darah (vasodilatasi). salah satu contoh penyebab terjadinya penurunan suhu tubuh yaitu apabila hewan berada di lingkungan dingin dalam jangka waktu yang lama.


Pada puppy dan kitten neonatal (yang baru lahir) sangat rentan terhadap perubahan suhu karena belum mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri. Suhu normal untuk puppy dan kitten berkisar 38.0 – 39.0 ° C. Derajat hipotermia dibedakan menjadi ringan, sedang, atau berat tergantung pada seberapa rendah suhu tubuh di bawah kisaran normal. Umumnya hipotermia disebabkan oleh kontak terlalu lama dengan suhu lingkungan dingin yang ekstrim. Puppy dan kitten yang mengalami hipotermia umumnya ditandai dengan tidak mau menyusu, lesu, lemah, gemetar, memisahkan diri dari kelompok, dan sulit bernafas. Sangat penting untuk pawrents menyediakan lingkungan yang hangat untuk si kecil yang baru lahir. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menaikkan suhu lingkungan yaitu dengan bantalan panas, infrared, lampu penghangat, inkubator, dan selimut hangat elektrik. Segera konsultasikan ke Vet untuk menentukan tingkat keparahan hipotermia si Kecil ya pawrents!


 

Editor: Drh Mahardhiko Widodo


Sumber Pustaka:


Hoskins JD, Nicholson SS. 2001. Toxicology. In: Hoskins JD, ed. Veterinary pediatrics: dogs and cats from birth to six months. Philadelphia, Pa: WB Saunders Co, 2001:490-510.

Root KMV. 2004. Examination of the small animal pediatric patient, in Proceedings. Soc Therio Annu Meet 2004:292-299.

29 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua