7 Masalah Kulit Pada Anjing


Penyebab Umum Masalah Kulit Anjing

 

Drh Jenny Vony

Modified, 20 Dec 2021



Siapa nih Pawrents yang anjingnya sedang melakukan perawatan profesional untuk mengatasi masalah kulitnya? Pasalnya, ketika penyakit kulit tidak segera diobati, atau diobati secara tidak tepat, kondisinya seringkali menjadi komplikasi atau rumit :(


Nah, setelah mengetahui tanda-tandanya, sekarang saatnya mengetahui si penyebab sakit kulit yuk. Kenali penyebab umum masalah kulit si Kecil sedini mungkin ya Pawrents!


Ketombe seperti manusia, anjing juga dapat mengalami tanda serupa ya. Umumnya akibat dari perubahan lingkungan kulit seperti pH kulit, dapat berdampak terhadap seluruh permukaan kulit loh Pawrents. Hal ini membuat kulit menjadi lebih kering dan gatal. Namun, ketombe dapat dengan mudah diobati dengan treatment grooming khusus secara berkala.


Kutu pada anjing menyumbang sejumlah masalah loh pawrents. Jika pawrents memiliki 1 dari 5 ekor anjing yang mengalami kutuan, umumnya dalam hitungan hari seluruh kawanan akan mengalami kutuan. Ketika kutu menghinggapi hewan, ia akan menggigitnya dan menghisap darah untuk nutrisi dan perkembangbiakannya. Air liur yang dihasilkan kutu juga bisa masuk kedalam tubuh anjing dan memicu reaksi alergi. Hal ini yang menyebabkan gatal-gatal hebat pada anjing.


Kutu memiliki siklus perkembangbiakan dimana ia dapat menghasilkan ribuan telur dalam waktu 28 hari. Kutu dapat bertahan dilingkungan rumah seperti di karpet atau tepat tidur anjing. Jadi, sebelum beranjak untuk menuntaskan kutu pada si Kecil, jangan lupa untuk membersihkan karpet dan benda-benda lain yang mungkin dihinggapi kutu. Dalam kondisi kutuan yang parah, dokter akan menilai kualitas lingkungan dan merancang pengobatan kutu berkala dalam satu kuartal tahun pertama (tiga bulan), serta medicated shampoo yang dikhususkan baginya.


Kudis pada anjing disebabkan oleh salah satu jenis kutu yang dapat menyebabkan masalah kulit cukup parah. Ada dua jenis yaitu demodektik dan sarkoptik. Demodektik disebabkan oleh agen Demodex canis yang secara alami ada pada folikel rambut si kecil. Namun, ketika anjing dalam kondisi sakit, tidak terurus, berumur tua atau memiliki sistem kekebalan yang lemah, maka kutu ini semakin merajalela. Berbeda dengan sarkoptik yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, kutu ini ditularkan dari hewan penular yang mengalami scabiosis, dan awalnya tertular pada bagian tubuh yang memiliki iritasi, luka terbuka akibat lecet atau garukan, yang menimbulkan sensasi gatal luar biasa di area telinga, hidung, wajah, dan area kaki. Umumnya menyebarkan ke area tubuh lain melalui garukan yang dilakukan anjing tersebut. Hati-hati terhadap kutu yang satu ini ya, karena bisa menular ke manusia dan bersifat zoonosis.


Kurap atau jamuran merupakan penyebab umum yang menyumbang serangkaian masalah kulit anjing. Infeksi jamur ditandai dengan pola kebotakan yang khas melingkar dan berkerak di sekitar kepala, telinga, kaki, punggung, perut, dan umumnya tidak terdeksi oleh pemilik. Sehingga seringkali penyakit kurap berkembang dengan komplikasi infeksi sekunder seperti bakterial, menyebabkan kondisi penyakit pyoderma dermatitis.


Alergi juga dapat mengembangkan serangkaian gejala masalah kulit seperti gatal, ruam merah, kebotakan, yang umumnya terjadi secara tiba-tiba ketika anjing terpapar oleh alergen. Hal utama yang perlu dilakukan adalah menilai alergen apa yang membuat alergi, seperti contoh, rumput, debu kotoran, serbuk sari, makanan atau kutu pinjal. Jadi kamu juga harus jeli ya Pawrents terhadap lingkungan si Kecil dan makanan atau shampoo yang digunakan.


Folikulitis atau radang folikel rambut yang juga diakibatkan dari berbagai penyebab diatas, berupa benjolan, luka, atau koreng kulit. Impetigo adalah infeksi kulit akibat bakteri dan menyerang anjing dengan sanitasi lingkungan atau higienitas yang buruk. Umumnya bagian kulit terdampak diawali dengan benjolan kecil yang memerah, dan saat digaruk membuat luka terbuka yang mengakibatkan rasa nyeri, dan mungkin bernanah. Abses juga kondisi benjolan besar yang mengandung nanah didalamnya, akibat bakteri anaerob yang berkembang pada luka yang menutup. Umumnya abses muncul pada hari ketiga luka, dan pecah pada hari ke 5 hingga 7. Dokter akan memberikan serangkaian pengobatan yang meliputi antibiotik.


Mulailah untuk mengetahui berbagai gejala pada si Kecil, dan jangan lupa untuk curhat dengan dokter kesayanganmu ya Pawrents! Oh ya, pengobatan kulit termasuk kategori yang memerlukan kesabaran dan waktu yang cukup lama lho!

 

Author: Drh Jenny Vony

Editor: Drh Mahardhiko Widodo


66 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua