Image by Pacto Visual

21 Apr 2021

Top 6 Penyakit Liver Kucing

Drh Sherly Noviaria

Hati (liver) merupakan organ terbesar regio abdomen mamalia, dan organ aksesoris terbesar sistem saluran pencernaan. Liver berperan dalam menjaga kesehatan dan berperan penting mengatur metabolisme tubuh si Kecil.

Apa saja 6 penyakit liver kucing?

Penyakit liver terjadi karena adanya gangguan penurunan fungsi organ liver secara bertahap. Penyakit liver yang sering dijumpai pada kucing antara lain hepatitis (peradangan pada hati), hepatomegali (pembesaran organ hati), sirosis (kerusakan hati end-stage), hepatic lipidosis, kolangiohepatitis, portosystemic shunt, dan tumor hati primer.

Hepatitis dibedakan menjadi dua yaitu akut dan kronis. Hepatitis akut disebabkan oleh iskemia yang berkepanjangan, paparan toksin, dan gangguan metabolisme. Hepatitis kronis sering muncul dengan peningkatan enzim liver, berkala, dan manifestasi klinis. Berbagai macam penyebabnya antara lain keracunan tembaga (copper storage disease), obat-obatan yang dapat merusak hati (hepatotoksik), infeksi bakteri dan parasit darah. Adapun beberapa kasus memiliki penyebab yang tidak diketahui (idiopathic chronic hepatitis). Peradangan hebat pada organ liver dalam waktu yang lama cenderung berkembang menjadi jaringan parut (fibrosis) dan pada akhirnya organ liver mengalami kerusakan parah (sirosis).

 

Hepatomegali secara medis merupakan pembesaran organ hati melebihi ukuran normalnya, dan dapat disebabkan oleh adanya peradangan, kelainan pada penyumbatan aliran vena hepatica dan vena porta, maupun obstruksi saluran empedu. Obstruksi saluran empedu secara kronis dapat memperburuk fungsi liver.

 

Hepatic lipidosis terjadi akibat gangguan metabolisme lemak, sehingga menimbulkan penumpukan lemak pada sel hati. Hepatic lipidosis sering terlihat pada kucing obesitas yang tiba-tiba berhenti makan. Perubahan nafsu makan secara mendadak menyebabkan cadangan lemak tubuh terakumulasi, kemudian mengalami gangguan fungsi organ, pembengkakan dan kerusakan yang meluas pada liver. Kemampuan kucing mencerna pekan berlemak sangat tinggi. Namun, kemampuan liver memetabolisme cadangan lemak tubuh sangat terbatas. 90 persen, penyakit lipidosis adalah konsekuensi sekunder dari penyakit utama seperti obesitas, diabetes, kanker, hipotiroidismus, pankreatitis dan penyakit ginjal.

 

Kolangiohepatitis yaitu peradangan pada saluran empedu dan liver. Kolangiohepatitis lebih sering terjadi pada kucing yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang naik dari saluran pencernaan secara ascendens. Perjalanan penyakit ini tidak memandang segala usia, berjalan secara kronis dan progresif. Gejala yang muncul terjadi saat sudah parah dengan perut yang berisi tumpukan cairan (ascites), jaundice dan kondisi yang lemah.

Tumor hati primer jarang terjadi pada kucing. Sifatnya dibedakan jinak atau ganas, sehingga sangat diperlukan pengambilan sampel biopsi jaringan tumor. Gejala yang muncul dapat berupa gejala umum pada gangguan fungsi liver. 

Portosystemic shunt merupakan kondisi pembuluh darah abnormal yang seharusnya tidak ada ketika lahir, persistent dan berkembang. Kondisi ini memungkinkan aliran darah dari usus secara parsial tidak masuk ke liver, karena adanya pembuluh darah abnormal (shunt), sehingga racun dapat mencapai langsung ke otak tanpa dimetabolisme dulu oleh liver. Kondisi tersebut menyebabkan perilaku abnormal.

Gejala Klinis

Gejala klinis dari penyakit liver seringkali tidak jelas dan tidak spesifik, tergantung dari penyebab dan tingkat keparahannya. Umumnya gejala yang tampak yaitu berat badan yang menurun, lemas, muntah, demam, ascites, jaundice yang tampak di gusi, lidah, kulit, dan mata

 

Diagnosis

Penyakit liver dideteksi dengan pemeriksaan lanjut oleh dokter hewan antara lain pemeriksaan fisik, pemeriksaan hematologi, kimia darah, USG, Radiologi X-Ray, dan/atau biopsi jaringan. Dari hasil yang diperoleh dapat membantu menilai tingkat keparahan, fungsi organ liver, maupun penyebab potensial penyakit liver.

 

Pengobatan

Pengobatan penyakit liver sangat tergantung pada penyebabnya, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan dahulu oleh dokter hewan. Perawatan khusus dan suportif dapat membantu dalam banyak kasus termasuk cairan infus pada kucing yang dehidrasi, dukungan nutrisi yang cukup, dan medikasi yang dapat membantu mendukung fungsi organ liver. Dalam kasus anorexia, pemerian nutrisi melalui stomach tube sangat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil, dan diperlukan selama satu bulan atau lebih.

Konsultasikan dengan dokter hewan kesayanganmu, agar rencana kesehatan si Kecil dapat terjamin.

Editor: Drh Miko Widodo.

Sumber Pustaka:

Molly AW, Allison AS. 2015. Acute liver failure in dogs and cats. J Vet Emergency and Critical Care. 25(4): 455–473.

Vincent T. 2016. Acute Liver Injury and Failure. Vet Clin Small Anim. 2016: 1-14.