top of page

Search Results

68 item ditemukan untuk ""

Layanan (3)

  • Ultrasonografi

    Ultrasonografi (USG) adalah prosedur pengambilan gambar dari bagian tubuh tertentu. Ini dilakukan dengan memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi. Apa saja yang dapat diperiksa? 1. Pemeriksaan Abdomen 2. Pemeriksaan Reproduksi 3. Pemeriksaan Jantung Sen - Sab: 10.00 - 20.00 Min: 10.00 - 17.00 Hol: 10.00 - 15.00

  • Konsultasi Umum

    Mencari nasihat profesional tentang kesehatan hewan peliharaan Anda? Jadwalkan Konsultasi Umum dengan dokter hewan ahli di Maxim Pet Care. Tim dokter hewan profesional kami akan memberikan nasihat dan bimbingan yang baik untuk menjaga hewan peliharaan Anda tetap sehat dan bahagia. Senin - Sabtu: 08.00 - 21.00 Minggu: 08.00 - 19.00 Libur: 08.00 - 17.00

  • Dr Drh Setyo Widodo

    Dokter internis atau dokter penyakit dalam bertugas untuk menangani pasien dengan gejala medis akut dan jangka panjang. Mereka punya keahlian khusus dalam penalaran diagnostik, mengelola ketidakpastian penyakit, menangani komorbiditas, dan mengenali kapan pendapat atau perawatan khusus diperlukan. Dr Drh Setyo Widodo adalah internis Maxim Pet Care, dengan 40 tahun pengalaman kerja Medis Khusus: 1. Penyakit Jantung 2. Hematologi dan Penyakit Tumor 3. Penyakit Ginjal dan Hipertensi 4. Penyakit Syaraf 5. Penyakit Geriatri 6. Penyakit Dalam 7. Pembedahan Major dan Minor

Tampilkan Semua

Vet Talks (27)

  • Feline Corona Virus dan Feline Infectious Peritonitis

    Mengenal Feline Corona Virus dan Feline Infectious Peritonitis Dec 2022 Hello Pawrents dan kolega, sudah pernah dengar mengenai nama virus tersebut? Yup! Virus Corona pada kucing ini berbeda lho dengan virus Corona pada manusia. Feline Corona Virus (FCoV) merupakan virus Alpha-corona yang cukup menular terutama pada kucing multicat household. Terdapat dua biotype FCoV yaitu Feline Enteric Corona Virus (FECoV) dan Feline Infectious Peritonitis Virus (FIPV). FIPV merupakan bentuk mutasi dari biotype FECoV. Mengenal FECoV FECoV merupakan virus RNA berkapsul single-strainded yang dapat bertahan di lingkungan kering hingga 7 minggu. FECoV dapat menginfeksi baik kitten maupun dewasa. FECoV menginfeksi pencernaan kucing dan ditransmisikan ke kucing lain secara fecal-oral. Seringkali kucing indukan yang terinfeksi FCoV dan memiliki kitten, menularkannya secara fecal-oral. Virus ini bereplikasi pada epithelial usus besar pencernaan, sehingga sering menyebabkan diare terus menerus atau kambuhan. Kitten memeroleh kekebalan terhadap FECoV dari kolostrum dan ASI, hingga umur 9 minggu. Imunitas tersebut bersifat transient dan infeksi FECoV baru dapat terjadi (berulang). Mengenal FIPV FIPV adalah bentuk mutase dari biotype FECoV. Sifat FECoV yang mampu bermutasi hanya 5-11% menjadi FIPV, proses mutasi ini berlangsung di dalam Makrofag (sel darah putih) akibat tekanan selektif dari replikasi virus di dalam makrofag. Berdasarkan sifat mutegenik tersebutlah FIPV mampu menginfeksi ke jaringan limfoid regional usus besar. Segera setelah makrofag melakukan proses eleminasi virus, berbagai respon imun muncul, hingga membentuk kompleks antibodi yang mengakibatkan reaksi hipersensitif imun. FIPV telah dilaporkan memiliki dua tipe efusif (wet) dan non efusif (dry). Perbedaan tersebut didasarkan pada reaksi hipersensitifitas imun relatif setiap individu kucing yang berbeda-beda. Tipe efusif terjadi karena Mediated Hypersensitivity Reaction, dan ini bersifat akut, merusak dinding-dinding vaskular dan menyebabkan vaskulitis diberbagai organ. Inilah yang menyebabkan efusi cairan exstravasasi yang bersifat eksudatif. Tipe non efusif disebabkan oleh Delayed Hypersensitivity Reaction, dan ini bersifat kronis. proses fagositosis yang berhasil menekan replikasi virus, dan aktivasi pembentukan jaringan ikat pada organ-organ terdampak. Tipe ini diidentifikasi dengan pembentukan granulomatosa jaringan, FIPV disepakati muncul secara mutagenik pada semua umur dengan persentase berbeda. Sebesar 50% FIPV muncul pada kitten dibawah 7 bulan. Hingga 70-95% kucing dewasa (<7 tahun) terdampak mutasi dari FIPV. Laporan terkini, pure-breed lebih sensitif dan jantan berpeluang lebih tinggi terinfeksi. FIPV hanya bereplikasi dan mutasi di dalam sel makrofag, sehingga tidak menular melalui feses kucing ke kucing lain. Author: Drh Mahardhiko Widodo Referensi: Sorell S, et al. 2022. Current treatment options for feline infectious peritonitis in the UK. Comp. Animal 27 (6) Hartmann. 2017. Coronavirus Infections (Canine and Feline, Including Feline Infectious Peritonitis, chapter 224. p984-991. in textbook of internal medicine, 4 th Ed. Ettinger

  • Manage and Treat: Alergi Pakan pada Hewan

    Alergi Pakan pada Hewan: atopic dermatitis Drh Gusnanda Maori Modified, 27 Dec 2021 Hello Pawrents! Pernah mendengar istilah food allergy? Yup! Betul banget.. Alergi yang disebabkan oleh suatu kandungan makanan tertentu. Nah, kali ini kita membahas tentang alergi pakan pada Anjing dan Kucing. Merujuk pada VCA Hospital*, istilah alergi pakan merupakan suatu reaksi tubuh yang dimediasi oleh imun sebagai respon melawan antigen yang terkandung pada makanan tertentu. Artinya, fenomena alergi ini berkaitan langsung dengan sistem kekebalan si kecil yang secara otomatis menimbulkan “perang” melawan antigen atau protein spesifik dalam kandungan makanan si Kecil. Kondisi Hewan dikatakan alergi suatu bahan makanan bila ia mengonsumsi satu jenis bahan dan mengakibatkan reaksi imun secara cepat, dan akan selalu terulang atau kambuh dengan ‘satu jenis’ bahan makanan saja. Bahan kandungan makanan tersebut umumnya adalah protein, dan bisa berupa daging sapi, ikan, ayam, dan berbagai produk diary lainnya. Apakah alergi ini diwariskan? Jawabannya tidak! Alergi adalah proses alami tubuh yang memiliki sensitifitas terhadap protein tertentu. Belum ada penelitian yang mengungkap mengapa alergi terbatas pada satu individu saja. Kita belum mengetahui mengapa si Hewan A mengembangkan alergi dan si Hewan B tidak. Namun, faktor penting yang sangat memengaruhi pengembangan alergi pakan pada hewan adalah genetik , dan kebanyakan hewan akan mengalami alergi pakan yang serupa, dan berpeluang mengalami alergi lingkungan yang serupa, dikenal dengan atopic dermatitis atau alergi inhalan. Gejala pada hewan dengan alergi selalu bersifat kronis, kegatalan dan peradangan kulit menahun. Secara khas terjadi disekitar wajah, kuping, perut, ketiak, dan paw kaki. Kemerahan pada sela jari-jari kaki, hingga kucing sering menggigitnya atau over-groom hingga mengalami kebotakan dan luka, juga tanda ia mengalami kondisi alergi. Hewan yang mengidap alergi mungkin mengembangkan infeksi rekuren pada kulit dan telinga. Alergi pakan juga dapat mengakibatkan hewan dengan gejala pencernaan seperti muntah dan diare. Kucing akan menggaruk area rectum dan scooting. Diagnosis dan Pengobatan dilakukan dengan menilai kualitas gejala alergi menahun yang terjadi. Karena suatu tanda kegatalan menahun tidak hanya disebabkan oleh alergi pakan, ini juga dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi seperti kutuan, tungau, infeksi bakteri, infeksi jamur, atau alergi-alergi lain. Diperlukan serangkaian pemeriksaan secara bertahap untuk menentukan penyebab gejala kegatalan tersebut. Food Trial adalah golden standard test untuk diagnostik alergi pakan. Tes ini melibatkan pemberian pakan khusus diet yang menggunakan protein alternatif yang terhidrolisis (hydrolyzed protein diet), atau novel-protein (komersial atau home made), dan tidak menggunakan bahan makanan umum. Rangkaian percobaan tersebut harus dilakukan 2 bulan diikuti dengan terapi gatal yang diresepkan secara berkala. Dalam masa eleminasi, kucing HANYA memakan pakan diet yang direkomendasikan dokter. SANGAT PENTING untuk tidak memberikan pakan lain, suplementasi, treat atau snack, atau produk apapun selama masa tersebut. Jika gejala alergi pada hewan mulai membaik atau pulih selama food trial, tahap selanjutnya adalah food challenge yaitu kembali memberi pakan yang lama biasa ia makan. Jika gejala sebelumnya muncul kembali dalam satu minggu, hewan kamu secara definitif terdiagnosis Food Allergy. Alergi tidak dapat disembuhkan, namun dapat dihindari pemicunya dengan cara manajerial pakan khusus bagi si Kecil. Sekali kucing terdiagnosis alergi pakan, dokter akan memberikan rekomendasi diet khusus seperti Hypoallergic atau Anallergic Food untuk waktu yang lama. Dengan kerjasama Pawrents dan Dokter Hewan yang kooperatif, dan kontrol diet secara baik, prognosis dan tingkat kepulihan hewan dengan alergi pakan secara tipikal bagus. *www.vcahospitals.com Author: Drh Gusnanda Maori Editor: Drh Mahardhiko Widodo

  • 7 Masalah Kulit Pada Anjing

    Penyebab Umum Masalah Kulit Anjing Drh Jenny Vony Modified, 20 Dec 2021 Siapa nih Pawrents yang anjingnya sedang melakukan perawatan profesional untuk mengatasi masalah kulitnya? Pasalnya, ketika penyakit kulit tidak segera diobati, atau diobati secara tidak tepat, kondisinya seringkali menjadi komplikasi atau rumit :( Nah, setelah mengetahui tanda-tandanya, sekarang saatnya mengetahui si penyebab sakit kulit yuk. Kenali penyebab umum masalah kulit si Kecil sedini mungkin ya Pawrents! Ketombe seperti manusia, anjing juga dapat mengalami tanda serupa ya. Umumnya akibat dari perubahan lingkungan kulit seperti pH kulit, dapat berdampak terhadap seluruh permukaan kulit loh Pawrents. Hal ini membuat kulit menjadi lebih kering dan gatal. Namun, ketombe dapat dengan mudah diobati dengan treatment grooming khusus secara berkala. Kutu pada anjing menyumbang sejumlah masalah loh pawrents. Jika pawrents memiliki 1 dari 5 ekor anjing yang mengalami kutuan, umumnya dalam hitungan hari seluruh kawanan akan mengalami kutuan. Ketika kutu menghinggapi hewan, ia akan menggigitnya dan menghisap darah untuk nutrisi dan perkembangbiakannya. Air liur yang dihasilkan kutu juga bisa masuk kedalam tubuh anjing dan memicu reaksi alergi. Hal ini yang menyebabkan gatal-gatal hebat pada anjing. Kutu memiliki siklus perkembangbiakan dimana ia dapat menghasilkan ribuan telur dalam waktu 28 hari. Kutu dapat bertahan dilingkungan rumah seperti di karpet atau tepat tidur anjing. Jadi, sebelum beranjak untuk menuntaskan kutu pada si Kecil, jangan lupa untuk membersihkan karpet dan benda-benda lain yang mungkin dihinggapi kutu. Dalam kondisi kutuan yang parah, dokter akan menilai kualitas lingkungan dan merancang pengobatan kutu berkala dalam satu kuartal tahun pertama (tiga bulan), serta medicated shampoo yang dikhususkan baginya. Kudis pada anjing disebabkan oleh salah satu jenis kutu yang dapat menyebabkan masalah kulit cukup parah. Ada dua jenis yaitu demodektik dan sarkoptik. Demodektik disebabkan oleh agen Demodex canis yang secara alami ada pada folikel rambut si kecil. Namun, ketika anjing dalam kondisi sakit, tidak terurus, berumur tua atau memiliki sistem kekebalan yang lemah, maka kutu ini semakin merajalela. Berbeda dengan sarkoptik yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, kutu ini ditularkan dari hewan penular yang mengalami scabiosis, dan awalnya tertular pada bagian tubuh yang memiliki iritasi, luka terbuka akibat lecet atau garukan, yang menimbulkan sensasi gatal luar biasa di area telinga, hidung, wajah, dan area kaki. Umumnya menyebarkan ke area tubuh lain melalui garukan yang dilakukan anjing tersebut. Hati-hati terhadap kutu yang satu ini ya, karena bisa menular ke manusia dan bersifat zoonosis. Kurap atau jamuran merupakan penyebab umum yang menyumbang serangkaian masalah kulit anjing. Infeksi jamur ditandai dengan pola kebotakan yang khas melingkar dan berkerak di sekitar kepala, telinga, kaki, punggung, perut, dan umumnya tidak terdeksi oleh pemilik. Sehingga seringkali penyakit kurap berkembang dengan komplikasi infeksi sekunder seperti bakterial, menyebabkan kondisi penyakit pyoderma dermatitis. Alergi juga dapat mengembangkan serangkaian gejala masalah kulit seperti gatal, ruam merah, kebotakan, yang umumnya terjadi secara tiba-tiba ketika anjing terpapar oleh alergen. Hal utama yang perlu dilakukan adalah menilai alergen apa yang membuat alergi, seperti contoh, rumput, debu kotoran, serbuk sari, makanan atau kutu pinjal. Jadi kamu juga harus jeli ya Pawrents terhadap lingkungan si Kecil dan makanan atau shampoo yang digunakan. Folikulitis atau radang folikel rambut yang juga diakibatkan dari berbagai penyebab diatas, berupa benjolan, luka, atau koreng kulit. Impetigo adalah infeksi kulit akibat bakteri dan menyerang anjing dengan sanitasi lingkungan atau higienitas yang buruk. Umumnya bagian kulit terdampak diawali dengan benjolan kecil yang memerah, dan saat digaruk membuat luka terbuka yang mengakibatkan rasa nyeri, dan mungkin bernanah. Abses juga kondisi benjolan besar yang mengandung nanah didalamnya, akibat bakteri anaerob yang berkembang pada luka yang menutup. Umumnya abses muncul pada hari ketiga luka, dan pecah pada hari ke 5 hingga 7. Dokter akan memberikan serangkaian pengobatan yang meliputi antibiotik. Mulailah untuk mengetahui berbagai gejala pada si Kecil, dan jangan lupa untuk curhat dengan dokter kesayanganmu ya Pawrents! Oh ya, pengobatan kulit termasuk kategori yang memerlukan kesabaran dan waktu yang cukup lama lho! Author: Drh Jenny Vony Editor: Drh Mahardhiko Widodo

Tampilkan Semua

Vet Brief (38)

  • Fresh Graduate Vet-Med

    MAXIM OUR FIRM Start Your Career Now! Lulusan fresh graduate ? Cari tahu informasi karir disini Fresh Graduate Vet-Med Kami membutuhkan tenaga Dokter Hewan Seiring dengan berkembangnya Klinik, kebutuhan tenaga medis veteriner sangat meningkat. Bagi Anda yang ingin bergabung dengan firma kami Maxim Pet Care, Anda berada dibawah supervisi oleh Dr Drh Setyo Widodo, internist dengan pengalaman 30 tahun praktisi hewan. Praktis, lege artis, dan kode etik, adalah PENTING bagi tim Dokter Hewan di Maxim Pet Care. Selain itu, harus piawai dalam mengerjakan tugas – tugas yang terjadwal maupun tidak, dan siap ditempatkan di Bogor ataupun di Cibubur. Cek peluang kerja disini: Peluang Kerja Lulusan fresh graduate ? Cek Karir atau We're Hiring Posisi Kirim Silahkan Cek Email Anda! Syarat Dokumen

  • Fresh Graduate Paramedic

    Cek peluang kerja disini: Peluang Kerja Lulusan fresh graduate ? Cek Karir MAXIM OUR FIRM Start Your Career Now! Lulusan fresh graduate ? Cari tahu informasi karir disini MAXIM OUR FIRM Start Your Career Now! Lulusan fresh graduate ? Cari tahu informasi karir disini Fresh Graduate Paramedic Seiring dengan berkembangnya Klinik, kebutuhan tenaga paramedis veteriner sangat meningkat. Bagi Anda yang ingin bergabung dengan firma kami Maxim Pet Care, Anda berada dibawah supervisi oleh Sembilan Dokter Hewan yang siap membantu Anda untuk mencapai target atau pencapaian perusahaan Klinik. Diharapkan Anda memiliki keinginan bekerja dalam dunia paramedis. Tidak hanya berani dengan hewan, namun menyukai, menyayangi, dan memahami bahwa sumber penghidupan perusahaan ini berasal darinya. Tentunya harus berpenampilan menarik, memiliki keramahan. Selain itu, harus piawai dalam mengerjakan tugas – tugas yang terjadwal maupun tidak, dan siap ditempatkan di Bogor ataupun di Cibubur.

  • Peluang Kennel Boy / Groomer

    MAXIM OUR FIRM Start Your Career Now! Lulusan fresh graduate ? Cari tahu informasi karir disini Peluang Kennel Boy / Groomer Mohon maaf, untuk saat ini lowongan Staff dan Administrasi sedang tidak ada. Namun Anda tetap dapat mengajukan lamaran melalui email Hello@maximpetcare.com , dengan menyertakan dokumen subjek "Lamaran Maxim Pet Care" Anda juga dapat melakukan pengisian form "We're Hiring" dibawah ini. Syarat dokumen yang perlu dilampirkan dapat diketahui dibawah ini. Cek peluang kerja disini: Peluang Kerja Lulusan fresh graduate ? Cek Karir atau We're Hiring Posisi Kirim Silahkan Cek Email Anda! Syarat Dokumen

Tampilkan Semua
bottom of page