Image by George Bonev

21 JUNE 2020

Feline Panleukopenia Virus

Drh Intan Maria Paramita

Drh Setyo Widodo

Sudah tahu tentang 'Panleukopenia Virus' kucing? Virus ini sangat erat dengan sebutan 'Virus Panle' yang menyebabkan muntaber pada kucing, baik kitten maupun dewasa. 

Apa itu Panleukopenia Virus?

Feline Panleukopenia Virus (FPV) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Feline Parvovirus. Virus ini menyerang sel yang sedang aktif membelah diri seperti pada sumsum tulang, yang merupakan bagian sistem hematopoetik tubuh, usus halus yang merupakan sistem pencernaan, dan fetus (janin). Virus ini memiliki kesamaan nama virus dengan Parvo Anjing, namun penyebabnya sangatlah berbeda.

 

Respon Tubuh

Respon tubuh kucing terhadap virus ini menyebabkan penurunan jumlah sel darah putih. Sebab-akibat yang ditimbulkan dari infeksi ini adalah ketahanan tubuh menurun akibat kekebalan yang tidak memadai.

Patogenesis

 

Virus menyebar bersamaan dengan feses (tinja) dari kucing yang terinfeksi. Feses kemudian terendus oleh kucing lain yang sehat, dan termakan ketika aktifitas grooming atau membersihkan hidung. Virus ini dapat bertahan dilingkungan hingga 1 tahun, seperti di alas tidur, kandang, dan wadah makanan.

 

Kebiasaan pets owner untuk memegang dan mengelus ketika menemukan kucing di jalanan, secara tidak sadar membawa penyakit dari luar, dan berpeluang menularkan kucing dirumahnya. Kehadiran kucing pendatang, terutama ketika musim kawin, juga berpeluang menularkan penyakit ke kucing milik pets owner.

 

Ketika virus mulai merusak sistem kekebalan tubuh, virus juga mulai merusak mukosa usus, sehingga mempengaruhi motilitas usus. Tingginya motilitas disertai rusaknya mukosa tersebut menghasilnya runtuhan sel-sel dan pendarahan. Hal ini ditandai dengan diare yang berbau khas anyir.

Gejala Klinis

Gejala yang muncul sangat beragam, mulai dari yang paling umum yaitu kehilangan nafsu makan, menjadi lebih pendiam, dan murung.

Kelanjutannya dapat menjadi demam, muntah yang intermittent (kadang-kadang), muntah setelah makan, atau kombinasinya, dan diare yang berbau khas anyir.

Kucing piawai menyembunyikan rasa sakitnya, dan ketika kucing mulai menunjukkan rasa sakit biasanya sudah parah. Kucing yang sakit akan menjadi murung, duduk meringkuk di depan air tetapi tidak banyak minum. Dehidrasi sangat mungkin terjadi pada kucing dengan gejala muntah dan diare. Jika menemukan kucing dalam keadaan seperti ini, segeralah bawa ke dokter hewan kesayanganmu. 

Diagnosis

Kucing yang sangat rentan tertular adalah kucing yang belum tervaksinasi. Dokter hewan akan menanyakan apakah ada gejala seperti muntah dan diare, status vaksin kucing, dan mempertimbangan kecenderungan lingkungan yang berpotensi sebagai penyebab penularan.

 

Jika dirumah ditemukan gejala-gejala pada kucing seperti diatas, konsultasikanlah segera dengan dokter hewan praktek. Dokter hewan akan melakukan rapid test (tes cepat). Jika hasil tes tersebut positif, percayakan perawatan kucing tersebut kepada dokter untuk penanganan seslanjutnya.

 

Pencegahan Penyakit

Pencegahan terbaik adalah dengan memberikan vaksinasi sejak dini kepada kitten, dengan umur setidaknya 3 bulan, dan bobot badan minimal 1 kg.

Cucilah tangan dan pakaian Anda setelah berinteraksi dengan kucing di jalan. Hindari menyentuh kucing di rumah bila belum melakukan cuci tangan dan mengganti pakaian. Gunakan sarung tangan ketika membersihkan tempat kotoran kucing, atau kotak pasir. 

Semua umur kucing dapat tertular dan terinfeksi, tergantung dari kekebalan tubuh individual kucing. Anak kucing lebih rentan dari pada kucing dewasa, kucing yang belum tervaksinasi, dan kucing dengan kekebalan yang sedang rendah (sakit) sangatlah rentan.

Konsultasikan dengan dokter hewan kesayanganmu, agar rencana kesehatan si Kecil dapat terjamin.

Editor: Drh Miko Widodo